47 Pasangan Difabel Mengikat Janji Suci dalam Pernikahan Massal di India

Oleh Ade Nasihudin Al Ansori pada 14 Mar 2020, 16:09 WIB
Diperbarui 17 Mar 2020, 07:00 WIB
Ilustrasi pernikahan. (

Liputan6.com, Jakarta Mimpi Ramu Kumari dan Ganpat, sepasang penyandang disabilitas, akhirnya terwujud. Mereka mengakhiri masa lajang dan saling mengikat janji suci dalam upacara nikah massal di Udaipur, India bersama 46 pasangan difabel lainnya.

Acara ini diselenggarakan oleh Narayan Seva Sansthan (NSS), sebuah LSM yang memberdayakan para penyandang disabilitas dari seluruh India.

Ramu dan Ganpat yang menjadi difabel akibat polio sejak kecil, tidak pernah menyangka mimpinya akan terwujud. Mereka selalu merasa bahwa disabilitas fisik merupakan hambatan untuk hidup bersama dalam ikatan keluarga.

Keduanya kehilangan ayah mereka dan setelah itu hidup menjadi sulit. Biaya menikah yang tinggi menjadi salah satu kendala.

Sampai akhirnya, nikah massal ini diselenggarakan. Acara menjadi lebih istimewa setelah mereka semua berjanji untuk melawan sistem mahar.

Beberapa dari mereka telah menjalani perawatan bedah korektif dan telah memiliki keterampilan usai pelatihan kejuruan dari NSS. Beberapa difabel juga direkrut untuk bekerja di LSM tersebut dengan pekerjaan yang sesuai kapasitas. Tujuannya, untuk membuat mereka mandiri secara finansial.

“Kami berdua sebagai pasangan telah kehilangan semua harapan untuk menikah. Nikah massal ini telah menjadi titik balik dalam kehidupan kami untuk menjalani kehidupan yang hebat di masa depan. Kami ingin mengambil langkah ini dan ingin memberi contoh bagi pasangan lain untuk tidak menggunakan sistem mahar dan memulai fase baru dalam hidup mereka,” kata Ganpat pada newzhook.com.

2 dari 3 halaman

Membantu Kendala Fisik dan Finansial

Ilustrasi - Pernikahan. (Foto: Liputan6.com/Muhamad Ridlo)
Ilustrasi - Pernikahan. (Foto: Liputan6.com/Muhamad Ridlo)

Pasangan lain, Arvind dan Sonam, baru-baru ini menikah di upacara yang sama. Menurut mereka, sangat sulit untuk menemukan pasangan hidup yang cocok setelah begitu banyak masalah fisik dan kendala keuangan.

“Kami senang akhirnya menikah dan berharap memiliki kehidupan yang baik bersama. Kami tahu itu tidak akan mudah. Tapi, jika bersama-sama saling berpegangan tangan, maka akan lebih mudah untuk memanjat setiap rintangan,” kata Sonam.

Selama upacara, semua peserta diberi perabotan rumah tangga dan pakaian dari ribuan orang yang berkumpul di sana.

Prashant Agarwal, President, NSS mengatakan, “Orang dengan disabilitas sulit menikah karena kendala keuangan dan kesulitan fisik. Adalah tanggung jawab sosial kami untuk memenuhi kebutuhan mereka dan menawarkan mereka solusi untuk menjalani kehidupan normal”.

3 dari 3 halaman

Simak Video Menarik Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓