RSCM Lantik 20 Duta Orang Baik untuk Bantu Pasien Kurang Mampu

Oleh Ade Nasihudin Al Ansori pada 12 Mar 2020, 17:00 WIB
Diperbarui 12 Mar 2020, 17:00 WIB
Pelantikan Duta Orang Baik RSCM

Liputan6.com, Jakarta RSCM dan Kitabisa.com lantik 20 dokter untuk bantu menggalang dana bagi pasien yang membutuhkan. 20 dokter ini disebut Duta Orang Baik yang bertugas menjadi jembatan antara pasien dengan Kitabisa.com.

Menurut Dirut RSCM, Dr Lies Dina Liastuti, 20 orang ini dipilih untuk mewakili setiap departemen di RSCM.

“Rumah sakit ini sangat besar dan sangat beragam penanganannya. Ada 24 departemen dan 76 unit kerja, semuanya itu punya pasien, jadi setiap kelompok itu kita pilih ada wakilnya. Kita cari mana yang banyak berinteraksi dengan pasien dan mereka mudah menemui,” ujar Lies di RSCM Jakarta Pusat, Kamis (12/3/2020).

Lies menambahkan, 20 duta orang baik yang dipilih adalah orang-orang terkenal. Terdiri dari profesor dan dokter-dokter terbaik yang memiliki banyak pasien.

Mereka dipastikan memiliki data mengenai pasien yang membutuhkan bantuan. Ketika dokter mengetahui pasien tersebut tidak memiliki jaminan kesehatan dan perlu dibantu, maka dokter akan menawarkan bantuan.

“Jadi mempermudah orang untuk tidak takut dan tidak bingung mencari ke mana bantuannya.”

2 dari 2 halaman

Untuk Pasien dengan Keluhan Apapun

Bantuan yang didapat adalah hasil kerjasama RSCM dengan Kitabisa.com sebagai penggalang dana. Masyarakat dapat berdonasi secara daring kemudian disalurkan pada orang yang membutuhkan.

Kerjasama ini telah dilakukan kedua belah pihak sejak Mei 2019. Sejauh ini lebih dari 75 ribu orang telah berdonasi.

Dana bantuan ini disalurkan pada pasien dengan berbagai jenis keluhan. Lies memberi contoh, pasien yang masuk misal korban pembacokan. Ia dimasukkan ke IGD dan butuh penanganan cepat atau operasi. Namun, belum diketahui apakah pasien memiliki biaya atau tidak.

“Nah, dana dari Kitabisa.com ini dapat digunakan. Jadi orang jangan sampai tidak bisa sembuh hanya karena tidak punya uang.”

Bantuan dari masyarakat Indonesia yang berdonasi ini diberikan kepada pasien secara tuntas. Artinya, dana yang disalurkan akan fokus pada pasien hingga ia sembuh.

“Jadi kita tidak memberikan ke banyak pasien tapi sedikit-sedikit. Kita fokus pada kesembuhan beberapa pasien terlebih dahulu.”

Lies pun berterima kasih kepada seluruh masyarakat Indonesia yang telah memberikan bantuan dengan berdonasi.

Lanjutkan Membaca ↓