Pelatihan Kejuruan dan Kesempatan Kerja dapat Bantu Penyandang Disabilitas Intelektual Berkembang

Oleh Ade Nasihudin Al Ansori pada 11 Mar 2020, 15:00 WIB
Diperbarui 11 Mar 2020, 15:00 WIB
Ilustrasi Sekolah dan Anak (iStockphoto)

Liputan6.com, Jakarta Foundation for the Welfare of the Mentally Retarded of Thailand adalah sebuah yayasan yang dibangun untuk memberdayakan penyandang disabilitas. Di yayasan ini, anak-anak difabel diberikan pelatihan kejuruan di berbagai bidang mulai dari seni dan kerajinan hingga pertanian.

Setelah mendapat pelatihan di yayasan ini, para penyandang disabilitas disalurkan untuk bekerja. Sekitar 100 siswa telah dipekerjakan oleh berbagai organisasi untuk membuat kopi, bekerja di dapur, atau membantu guru di sekolah.

Yayasan ini mengoperasikan sembilan fasilitas untuk mendukung anak-anak dan orang dewasa dengan keterbatasan intelektual. Fasilitas-fasilitas tersebut termasuk pendirian sekolah untuk anak pra-sekolah, sekolah dasar, dan menengah Panyawutikorn di Bangkok.

Selain itu, ada dua pusat pelatihan kejuruan, dan tiga fasilitas provinsi di Chiang Mai utara, Udon Thani timur laut dan Songkhla selatan.

“Pendidikan yang kami berikan tidak dikenai biaya tetapi kami menerima sumbangan jika keluarga mampu dan ingin berkontribusi,” kata pengurus yayasan, Nutchanun Pruekpaibool pada channelnewsasia.com.

2 dari 2 halaman

Berikan Kesempatan Kerja

Disabilitas intelektual dikaitkan dengan kelainan genetik tetapi tidak secara eksklusif. Menurut Nutchanun, beberapa kasus dapat dicegah jika bayi menerima nutrisi yang cukup dan perawatan yang tepat selama kehamilan.

"Disabilitas intelektual dapat dicegah dan ditingkatkan. Anda dapat hidup layaknya orang lain jika Anda menerima perawatan yang tepat untuk membantu perkembangan segera setelah Anda didiagnosis."

Di Thailand, beberapa orang tua masih kesulitan menerima anak-anak mereka yang menyandang gangguan perkembangan intelektual. Yang lain tidak menyadari gejalanya dan karena itu gagal mencari saran medis pada tahap awal.

Tetapi walau anak-anak diberikan perawatan yang layak dan pendidikan khusus, mereka tidak dapat menemukan tempat untuk berdiri dalam masyarakat ketika mereka tumbuh dewasa.

“Masyarakat harus memberi mereka peluang. Jangan mengira mereka tidak bisa melakukan apa-apa. Mereka bisa tetapi tidak sebanyak yang bisa dilakukan semua orang, ” kata Cherd Theerakiatikun, ketua yayasan.

Ia menambahkan, masyarakat harus memberi mereka kesempatan dan melihatnya sebagai manusia yang memiliki potensi. Jika masyarakat memberi mereka kesempatan untuk memenuhi potensi mereka, hasilnya akhirnya akan bermanfaat pula bagi masyarakat.

Lanjutkan Membaca ↓