Dru Presta Buktikan Jadi Model Tak Harus Tinggi Semampai

Oleh Liputan6.com pada 05 Des 2019, 11:15 WIB
Diperbarui 05 Des 2019, 12:16 WIB
Dru Presta

Liputan6.com, Jakarta - Tubuh tinggi semampai bagaikan syarat tak tertulis untuk bisa menjadi model. Hal itu diyakini banyak orang yang masih menerapkan tubuh tinggi sebagai standar kecantikan. Namun hal itu tidak berlaku bagi wanita asal Reno, Nevada ini.

Melansir Boredpanda.com, Rabu (3/12/2019), Dru Presta adalah seorang model yang juga penyandang disabilitas kondisi genetik langka achondroplasia. Akibatnya, Dru hanya memiliki tinggi sekitar 1 meter.

Achondroplasia adalah salah satu bentuk dwarfisme yang sering disebut orang awam sebagai cebol. Kondisi tersebut tidak menghalangi Dru untuk berkarier di dunia modeling yang identik dengan tubuh tinggi semampai.

Dru menjalani masa kecil yang sulit karena menjadi korban perundungan. Ia sering diejek dan dikucilkan karena kondisi tubuhnya.

Wanita 21 tahun ini memutuskan untuk pindah ke Los Angeles setelah lulus SMA. Ia mulai mempelajari dunia fashion hingga terjun langsung menjadi model.

"Saya ingin semua orang di dunia mode dapat menerima orang-orang dengan kondisi apapun karena saya tak ingin ada orang lain merasa tidak bisa mengekspresikan dirinya seperti saya dulu," ujarnya.

Beruntung ia memiliki keluarga yang sangat mendukung. Keluarga Dru tidak memperlakukannya sebagai orang yang berbeda dan hal ini sangat membantu dalam membentuk kepercayaan dirinya.

Dru menjadi model untuk membagikan pesan positif terkait bentuk tubuh. Ia ingin berkampanye bahwa semua orang bisa mengejar cita-citanya.

2 dari 3 halaman

Model Antimainstream

Dru Presta
Dru Presta (Instagram/drupresta)

Cibiran yang ia dapatkan tak menghentikan langkahnya menjadi seorang model. Ia terlihat cantik dengan gayanya sendiri.

Ia menginspirasi banyak orang terutama wanita agar menghargai tubuhnya.

Dru sukses menjadi model yang antimainstream.

 

Reporter: Yuliasna

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓