Kisah Sri, Keliling Indonesia Untuk Beri Motivasi Sesama Penyandang Disabilitas

Oleh Liputan6.com pada 06 Nov 2019, 18:45 WIB
Sri Lestari berkeliling Indonesia untuk memberikan motivasi kepada para penyandang disabilitas lain seperti dirinya

Liputan6.com, Klaten - Sri Lestari atau Mbak Sri memang seorang disabilitas. Namun, hal tersebut sama sekali tidak membuat dirinya putus asa.

Dengan semangat dan tekad yang kuat, Sri kini justru bisa keliling Indonesia untuk memberikan motivasi kepada para penyandang disabilitas lain seperti dirinya.

Wanita kelahiran Klaten 10 Desember 1973 ini merupakan seorang disabilitas yang banyak menjadi pembicaraan di berbagai media.

Perjuangan dan perjalanan Sri menggunakan motornya mengelilingi wilayah-wilayah di Indonesia menjadi kisah yang inspiratif bagi para disabilitas di Tanah Air.

Kisah Sri berawal ketika mengalami kecelakaan pada 1997. Saat itu Sri masih berusia 23 tahun. Kecelakaan tersebut menyebabkan dirinya menderita kelumpuhan dari pinggang ke bawah.

Kecelakaan itu menjadi tragedi yang tak dapat dilupakan olehnya, walaupun pada saat kejadian dia sedang duduk di kursi penumpang.

Sri pun menjadi gadis disabilitas karena menderita paraplegia, yaitu kelumpuhan di kedua belah bagian bawah tubuh, termasuk dua kakinya.

Paraplegia adalah penurunan fungsi motor atau sensorik dari bawah. Hal ini biasanya diakibatkan oleh cederanya sum-sum tulang belakang atau kondisi bawaan seperti spina bifida yang mempengaruhi elemen-elemen saraf dari kanal tulang belakang.

 

2 of 4

Sempat Terpuruk dan Akhirnya Bangkit

Sri Lestari berkeliling Indonesia untuk memberikan motivasi kepada para penyandang disabilitas lain seperti dirinya
Sri Lestari berkeliling Indonesia untuk memberikan motivasi kepada para penyandang disabilitas lain seperti dirinya. (Merdeka.com)

Selama 10 tahun Sri kesulitan untuk keluar rumah. Saat itu dia merasa kemandiriannya hilang dan tidak mampu melakukan apa-apa.

Kehidupan Sri berangsur kembali seperti semula setelah dia menggunakan kursi roda adaptif dan motor modifikasi dari UCP Roda untuk Kemanusiaan Indonesia (UCP-RUK).

Bahkan 3 tahun terakhir Sri telah berhasil keliling Indonesia dari Banda Aceh hingga Jakarta dan dari Jakarta hingga Bali dengan menggunakan motor modifikasinya.

"Saya merasakan apa yang seluruh difabel rasakan, yakni keterbatasan, tetapi kini saya merasa menjalani hidup tanpa keterbatasan," ujar Sri di Kota Manado.

Saat itu, Sri datang ke Kota Manado bermaksud mengadvokasi hak-hak kaum disabilitas lewat Perjalanan Untuk Perubahan mengelilingi Sulawesi. Ia menempuh jalur lintas Sulawesi dan singgah di beberapa kota, seperti Gorontalo dan Tentena.

"Saya adalah contoh nyata bagaimana seorang difabel mampu berkembang dan mandiri karena memperoleh hak atas akses dan peluang di lingkungan sekitar maupun masyarakat luas. Dan saya bermimpi, akan muncul difabel lain yang jauh lebih berpotensi dan mandiri," ujar perempuan asli Klaten, Jawa Tengah ini.

Menurut Sri, hindari rasa kasihan, tidak tega, dan menggunakan kata cacat bagi kaum disabilitas. Karena yang dibutuhkan bukan hal-hal tersebut, melainkan kebebasan untuk mengembangkan kemandiriannya.

"Bila kami butuh, maka kami akan minta bantuan," ujar Sri Lestari.

Pernyataan tersebut tidak berarti sombong atau menjadi aksi pembiaran. Namun ini adalah dukungan sederhana agar disabilitas bisa mengembangkan kemandirian dan potensinya.

 

3 of 4

Sri Kini Bekerja

Sri Lestari berkeliling Indonesia untuk memberikan motivasi kepada para penyandang disabilitas lain seperti dirinya
Sri Lestari berkeliling Indonesia untuk memberikan motivasi kepada para penyandang disabilitas lain seperti dirinya. (Merdeka.com)

Dari penuturan Sri, sejak akhir 2009, dia diterima menjadi pekerja sosial di UCP Roda untuk Kemanusiaan. Sejak saat itu, dari atas motornya itu pergi dari satu rumah ke rumah para penyandang disabilitas untuk mendata penderita cerebral palsy di Wilayah Kabupaten Sleman.

Setap hari, Sri memacu sepeda motor hasil modifikasinya dari Klaten ke kantor UCP di Jalan Trihanggo, Sleman. Sri mengaku bangga dengan apa yang dilakoninya saat itu.

Setelah satu tahun, Sri kemudian diangkat menjadi staf di UCP. Sri awalnya menjadi pekerja sosial di UCP dengan niat membalas jasa UCP yang memberinya bantuan sekaligus melakukan aktivitas yang berarti dalam hidupnya.

Sri pun lebih aktif melakukan kegiatan-kegiatan kemanusiaan yang tidak jauh dengan kondisinya sebagai difabel paraplegia.

"Saya sering memberikan motivasi kepada teman-teman yang bernasib sama seperti saya," kata Sri.

Sri pun ingin berkeliling Indonesia untuk memberikan motivasi kepada para penyandang disabilitas seperti dirinya. Dan baru pada 2013, keinginan Sri itu mulai menemui secercah harapan.

Pada 9 Mei 2013 lewat program Living Life Without Limits Adventure Jakarta-Bali, Sri bisa menaklukan medan Jakarta ke Pulau Dewata.

Setelah menempuh perjalanan selama 20 hari, Sri sampai di Ubud, Bali pada 28 Mei 2013. Perjalanan itu dia tempuh dengan menjelajahi 21 kabupaten/kota di Pulau Jawa dan Bali. Tak cuma itu, sejumlah lembaga maupun pribadi memberikan bantuan dana untuk menyelesaikan perjalanan tersebut.

Sejak itu Sri pun akhirnya mulai berkeliling Indonesia. Semangatnya yang tak pernah padam mengingatkan pada perjuangan RA Kartini.

Begitu juga dengan jalan ditempuh Sri, habis gelap terbitlah terang. Kini Sri berusaha membagi sedikit cahaya itu kepada teman-teman yang senasib dengannya.

 

Reporter : Hery H Winarno

Sumber : Merdeka

4 of 4

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓