Pria Penyandang Disabilitas Ini Sukses Menulis Buku dengan Satu Jari

Oleh Liputan6.com pada 24 Okt 2019, 18:25 WIB
[Bintang] Wesley Wee

Liputan6.com, Jakarta - Menjadi penulis buku tak hanya membutuhkan pengetahuan yang luas, juga membutuhkan kesehatan tubuh yang ekstra.

Tapi tidak bagi seorang pria asal Singapura ini. Wesley Wee menulis buku hanya menggunakan satu ibu jari kaki untuk mengetik ke komputer miliknya. Mengetik dengan kesepuluh jari saja tak semua orang bisa. Namun Wesley tetap tekun untuk menyelesaikan tulisannya.

Terjebak di kursi roda selama 38 tahun, membuat Wesley Wee tidak bisa melakukan banyak aktivitas. Bahkan dia tidak bisa makan dan mengenakan baju sendiri.

Dilansir dari odditycentral.com, Kamis (24/10/2019), sejak lahir Wesley mengidap cerebral palsy yang sebagian otot tubuhnya tak bisa ia kendali.

Menulis buku tampaknya keluar dari ranah kemungkinan namun keterbatasan fisik tidak menghentikan ambisinya. Menghabiskan waktu lima tahun untuk menulis buku akhirnya ia menciptakan sebuah buku Finding Happines Against the Odds yang sangat inspiratif.

Menjalani kehidupan sebagai penyandang disabilitas tidaklah mudah baginya. Ia mengalami banyak kesulitan terlebih lagi ia juga mendapatkan tekanan dari orangtuanya. Ia pernah di hukum oleh ayahnya karna tidak bisa berjalan dengan menenggelamkan kepalanya ke dalam air.

Berkat bantuan sang nenek, Wesley dibawa dan dirawat olehnya. Namun kasih sayang sang nenek tak berlangsung lama karena suatu keadaan. Ia harus kembali tinggal dengan kedua orangtuanya dan kembali merasakan kekerasan fisik.

Sejak saat itu, keadannya semakin parah bahkan keadaan psikologis semakin memburuk dari sebelumnya. Wesley sempat mencoba bunuh diri dalam hidupnya. Bukan sekali tetapi empat kali.

 

2 of 2

Kehidupannya Berubah dan Menginspirasi Orang di Seluruh Dunia

Wesley Wee Bersama Sang Istri
Wesley Wee dan sang istri | Sumber Foto: facebook.com/wesley.can

Wesley kembali bangkit dengan semangat yang lebih membara dan mempunyai mimpi untuk menginspirasi banyak orang. Ia memulai menghidupi dirinya sendiri dengan menjual tisu di jalanan.

Kehidupan Wesley akhirnya berubah sejak menemukan seorang gadis asal Filipina lewat sebuah situs online. Ia ingin menikahi gadis tersebut. Dengan hasil kerja kerasnya ia mengunjungi sang kekasih dan membawanya pulang ke Singapura. mereka akhirnya menikah lima tahun lalu.

Setelah mengatasi banyak kendala, Wesley ingin berbagi pengalaman dengan orang lain. Ia mengatakan jangan pernah menyerah dengan kedaan, jika ia bisa melakukannya, orang lain pun bisa.

Ia menuangkan cerita ke dalam buku yang ditulisnya. Ia membuktikan tidak ada yang mustahil untuk dilakukan jika bersungguh-sungguh menginginkannya. Bukunya diterbitkan secara resmi pada 23 Agustus di markas google Singapura.

"saya ingin menginspirasi kehidupan orang-orang, termasuk mereka yang memiliki keterbatasan, jangan menyerah karena apabila menyerah maka semuanya selesai". Katanya

Buku yang ia tulis menjadi inspirasi bagi orang di seluruh dunia.

Wesley masih memiliki mimpi untuk membuka usaha sepatu sendiri dan akan mengadopsi seorang anak.

 

Reporter : Yuliasna

Lanjutkan Membaca ↓