Bikin Kaki Palsu, Penyandang Disabilitas Ini Sekolahkan Anak hingga Sarjana

Oleh Liputan6.com pada 24 Okt 2019, 07:00 WIB
Melihat Pembuatan Kaki dan Tangan Palsu di Ciputat Baru

Liputan6.com, Jakarta - Penyandang Disabilitas, Sholikin warga Desa Brengkok, Kecamatan Brondong, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur ini memberikan kaki palsu gratis pada pihak yang membutuhkan.

Pemberian Sholikin tersebut dilakukan di tengah keterbatasan yang dialaminya. Hal ini sebagai bentuk empati terhadap orang lain yang mengalami hal serupa. Sholikin mengalami kecelakaan kerja hingga kehilangan kaki kanannya. Hal itu tidak membuat ia patah semangat meski harus kehilangan kaki kanannya.

Sholikin yang bekerja sebagai penambang batu kapur mengalami kecelakaan kerja pada 1997. Saat itu, Sholikin berusia 38 tahun. Kecelakaan kerja menyebabkan kaki kanannya remuk akibat tertimpa batu dan harus diamputasi. Agar tetap bisa bekerja, Sholikin kemudian membeli kaki palsu, namun kaki palsu tersebut tidak sesuai dengan apa yang ia butuhkan.

Hingga kini sudah ada belasan kaki palsu produksinya yang diberikan gratis kepada orang yang membutuhkan, yang diberikan secara cuma-cuma tersebut, sebagai bentuk empatinya pada orang lain, yang sama-sama kehilangan kakinya.

Bapak dari 2 anak inipun akhirnya mencoba membuat kaki palsu sendiri. Dengan bahan paralon, aluminium, besi dan kayu, Sholikin kemudian merangkai kaki palsu sendiri sesuai dengan apa yang ia butuhkan. Setelah jadi, kaki palsu tersebut lebih kuat dan bisa ia gunakan untuk kembali beraktivitas sebagai penambang kapur.

 

 

*** Dapatkan pulsa gratis senilai jutaan rupiah dengan download aplikasi terbaru Liputan6.com mulai 11-31 Oktober 2019 di tautan ini untuk Android dan di sini untuk iOS

2 of 3

Tetap Bekerja Normal

Bantuan kaki palsu
Seorang pria menunggu petugas melakukan pengukuran dan pencetakan kaki palsu di kantor Dinas Sosial Aceh, Senin (16/9/2019). Untuk tahun 2019 ini diberikan secara gratis sebanyak 100 kaki dan tangan palsu untuk para penyandang disabilitas di sejumlah kabupaten/kota. (CHAIDEER MAHYUDDIN / AFP)

Pekerjaan ini ditekuni hingga 2015, meski dalam kesehariannya hanya mendapat upah Rp 50 ribu. Sholikin bekerja keras untuk bisa menghidupi keluarga, dan menyekolahkan anak-anaknya. Jerih payahnya bekerja mengantarkan seorang anaknya, meraih gelar sarjana dan kini telah menjadi guru.

Meski hidup pas-pasan, Sholikin membuat kaki palsu dan ia berikan pada yang membutuhkan dengan cuma-cuma. Padahal biaya produksi kaki palsu buatannya bisa mencapai Rp 500 ribu-Rp 1 juta.

Meski menggunakan kaki palsu, dalam aktivitas kesehariannya. Sholikin tetap seperti warga normal lainnya, ia tetap bisa bersepeda, menyiram tanaman hingga memetik buah mangga dengan menggunakan tangga. Bahkan saat beribadah salat, ia menggunakan kaki palsu buatanya.

Kaki palsu buatannya diproduksi, selama 7–10 hari. Selain menggunakan bahan baku baru dalam membuat kaki palsu, Sholikin juga menggunakan barang bekas yang masih layak. Kegigihannya dalam membantu sesama mengajarkan kita semua, untuk tetap membantu meski di tengah keterbatasan.

 

3 of 3

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Lanjutkan Membaca ↓