Perhatikan Disabilitas, Australia Bangun Beragam Infrastruktur

Oleh Liputan6.com pada 10 Sep 2019, 11:34 WIB
Pawai Budaya Disabilitas

Liputan6.com, Jakarta - Jordan Steele-John merupakan senator dari kelompok lingkungan yang memelopori rencana penganggaran 1 miliar dolar Amerika Serikat untuk dana aksesibilitas infrastuktur dengan sasaran gedung-gedung publik untuk disabiltas.

Ia juga menganggarkan 400 juta dolar Amerika Serikat untuk infrastruktur transportasi umum untuk disabilitas yang rencananya selesai dalam empat tahun ke depan.

Steele-John mengatakan, belum pernah ada partai politik yang mau membuat terobosan program yang menantang ini.

"Kaum disabilitas – komunitas saya – masih jauh lebih kecil kemungkinannya untuk menerima standar pendidikan yang sama, lebih kecil kemungkinannya untuk dipekerjakan, lebih kecil kemungkinannya untuk memiliki rumah mereka sendiri, dan lebih kecil kemungkinannya untuk mandiri secara finansial, namun lebih cenderung disalahgunakan karena tertekan menghadapi masalah mobilitas," ujar John dilansir www.newsdifabel.com, Selasa (10/9/2019).

Menurutnya, rencana tersebut bertujuan untuk mengatasi dampak yang tidak proporsional terhadap kurangnya perumahan publik untuk disabilitas.

Maka dari itu, ia membangun 500 ribu rumah publik dan komunitas yang sepenuhnya dapat diakses di bawah badan Federal Housing Trust.

John mengatakan, ini juga mencakup komitmen sepenuhnya mendanai Skema Asuransi Difabel Nasional dan meningkatkan skema dengan mengakhiri pembatasan penempatan staf yang sewenang-wenang dan menciptakan sistem teknologi informasi yang sesuai untuk tujuannya.

Dia mengatakan kepada Pro Bono News bahwa Australia perlu berpikir tentang bagaimana ia menangani disabilitas.

"Lebih dari empat juta orang penyandang disabilitas di Australia setiap harinya mengalami segregasi dan diskriminasi di rumah kita, tempat kerja kita, masyarakat kita, dan dalam lingkungan pendidikan dan kelembagaan," tegas John.

"Kami menggenggam krisis di tangan dan kami membuat seruan mendesak untuk melindungi hak-hak sipil, melindungi hak asasi manusia dari sebagian besar masyarakat Australia. Itulah mengapa sangat penting untuk memikirkan disabilitas," sambung dia.

John menegaskan, semua itu bisa membuat frustasi lantaran akses tetap menjadi masalah yang cukup signifikan bagi komunitas disabilitas.

2 of 3

Berharap Mendapat Dukungan

Pawai Budaya Disabilitas
Penyandang disabilitas netra mengikuti pawai budaya di kawasan MH Thamrin, Jakarta, Selasa (27/8/2019). Kegiatan bertema “Menuju Disabilitas Merdeka” tersebut menuntut pemerintah Indonesia untuk tidak melakukan diskriminasi terhadap mereka. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Steele-John juga mengatakan, Greens memperkenalkan kuota untuk disabilitas pada layanan publik Australia dengan perwakilan disabilitas dalam layanan publik.

Baginya, sat ini merupakan waktunya untuk membebaskan diri dari gagasan rencana dan strategi inklusi yang ditulis dengan baik dalam meningkatkan representasi.

"Kami membutuhkan sistem dengan dimandatkan untuk memiliki presentase tertentu dari tenaga kerja yang memperhitungkan komunitas kami," ucap John.

Meskipun rencana Greens akan menelan biaya miliaran dolar, John mengungkapkan rencana itu dapat mudah dibayar dengan membuat perusahaan-perusahaan Australia dan perusahaan multinasional asing membayar dengan adil dari pajak.

Dia juga berharap platform itu akan mengumpulkan dukungan lintas partai untuk membuat rencana menjadi kenyataan.

"Apa yang kami usulkan adalah agenda hak-hak sipil yang radikal dan transformatif yang bertujuan untuk mendobrak hambatan yang memisahkan hampir empat juta warga Australia, sekarang terserah dengan pihak-pihak utama untuk memutuskan,apakah program semacam itu adalah sesuatu yang ingin mereka dukung," tutur dia.

Cátia Malaquias, pendiri dan direktur Starting With Julius, merupakan sebuah proyek yang mempromosikan inklusi disabilitas. Ia sangat senag jika rencana itu didukung oleh partai-partai besar.

"Sangat senang melihat komitmen Greens terhadap pendidikan inklusif bagi siswa disabilitas di ruang kelas reguler di sekolah-sekolah Australia, setelah partai berjanji untuk mengembangkan standar nasional baru pelatihan pendidikan inklusif. Program yang mendukung pendidikan inklusif adalah bagian dari hak yang diakui oleh Konvensi PBB tentang Penyandang Disabilitas," ucap Cátia.

 

(Desti Gusrina)

 

3 of 3

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓