Ketua SEC Sebut Sebagian Besar Industri Kripto Beroperasi Ilegal, Ada Apa?

Oleh Gagas Yoga Pratomo pada 07 Okt 2022, 12:48 WIB
Diperbarui 07 Okt 2022, 12:48 WIB
Ilustrasi bitcoin (Foto: Visual Stories/Unsplash)
Perbesar
Ilustrasi bitcoin (Foto: Visual Stories/Unsplash)

Liputan6.com, Jakarta - Ada sebuah tes hukum yang digunakan regulator Amerika Serikat (AS) untuk menentukan aset yang memenuhi syarat sebagai kontrak investasi, oleh karena itu aset tersebut harus diatur oleh Komisi Sekuritas dan Bursa AS. Menanggapi hal itu,  kepala SEC, Gary Gensler mengatakan sebagian besar cryptocurrency melewati proses itu. 

Gary menyoroti hal ini karena beberapa aset kripto dinilai sebagai sekuritas bukan komoditas karena mereka melakukan proses Initial Coin Offering (ICO). Penawaran ini semuanya tercantum dalam undang-undang sekuritas AS. 

"Dari hampir 10.000 token di pasar kripto, saya yakin sebagian besar adalah sekuritas. Penawaran dan penjualan ribuan token kripto ini tercakup dalam undang-undang sekuritas,” ujar Gary, dikutip dari Yahoo Finance, Jumat (7/10/2022). 

Dengan kata lain, Gensler melihat sebagian besar industri kripto beroperasi secara ilegal karena tak patuh terhadap undang-undang sekuritas. Mereka tidak mengaku dirinya sebagai sekuritas.

Tidak Semua Kripto Diciptakan Sama

Meskipun begitu, tak semua kripto dianggap sebagai sekuritas, misalnya Bitcoin yang mungkin harus diperlakukan lebih seperti komoditas daripada sekuritas. 

“Bitcoin, token kripto pertama, disebut oleh beberapa orang sebagai emas digital, diperdagangkan seperti logam mulia, penyimpan nilai yang spekulatif. Langka, namun digital," ujar Gary, dengan tegas menyiratkan bitcoin secara khusus harus diperlakukan di bawah hukum komoditas daripada sekuritas.

 

Disclaimer:  Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

 

 

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.


Pemerintah AS Menindak Kripto

Ilustrasi Bitcoin. Liputan6.com/Mochamad Wahyu Hidayat
Perbesar
Ilustrasi Bitcoin. Liputan6.com/Mochamad Wahyu Hidayat

Di sisi lain, para pendukung kripto termasuk beberapa anggota Kongres telah mendorong peraturan apa pun untuk datang dari Komisi Perdagangan Berjangka Komoditas AS (CFTC) daripada SEC. 

Gensler, yang menjalankan CFTC dari 2009 hingga 2014, mengakui sebagian kecil koin, termasuk bitcoin, mungkin tidak sepenuhnya memenuhi syarat sebagai sekuritas, tetapi lebih memenuhi sebagai komoditas. 

Pemerintah AS Menindak Kripto

SEC lambat dalam menuntut cryptocurrency dalam beberapa tahun terakhir. SEC menindak penawaran koin awal (ICO) pada 2018, menggugat operator stablecoin Ripple karena melakukan penawaran sekuritas ilegal pada 2020. 

SEC juga menuduh pemberi pinjaman kripto BlockFi karena gagal mendaftarkan program pinjaman hasil tinggi, dan sedang menyelidiki pertukaran populer Coinbase yang diduga menjual surat berharga yang tidak terdaftar. 


Popularitas Kripto di Amerika Serikat Menurun Akibat Crypto Winter

Bitcoin
Perbesar
Ilustrasi Bitcoin (iStockPhoto)

Sebelumnya, popularitas cryptocurrency dengan investor Amerika sedang menurun. Menurut survei Bankrate September, pada 2022, hanya sekitar 21 persen orang Amerika yang merasa nyaman berinvestasi dalam cryptocurrency. Itu turun dari 35 persen pada 2021. Penurunan ini terjadi di tengah kondisi yang disebut crypto winter.

Meskipun tingkat kenyamanan turun dengan investor lintas generasi, penurunan itu paling tajam di kalangan milenial. Hampir 30 persen investor Amerika Serikat berusia antara 26 dan 41 tahun merasa nyaman pada 2022, dibandingkan dengan hampir 50 persen pada 2021.

Penurunan ini tidak mengejutkan, mengingat hampir USD 2 triliun atau sekitar Rp 30.395 triliun telah hilang dari seluruh pasar kripto sejak November 2021. Harga mata uang digital populer seperti bitcoin telah berjuang untuk mencapai level tertinggi 2021. 

Salah satu perwakilan Bankrate, James Royal mengatakan trader aset apa pun adalah penggemar keuntungan. Dengan cryptocurrency utama seperti Bitcoin dan Ethereum turun lebih dari 70 persen dari tertinggi sepanjang masa, tidak mengherankan jika peminatnya menurun. 

"Penurunan harga kripto tidak membantu penyebab menarik lebih banyak orang ke kripto,” ujar Royal, dikutip dari CNBC, Jumat, 30 September 2022.

Bitcoin telah diperdagangkan antara USD 18.000 dan USD 25.000 sejak Juni turun dari rekor tertinggi lebih dari USD 65.000 pada November 2021. Cryptocurrency dianggap sebagai aset yang sangat fluktuatif yang tunduk pada fluktuasi harga yang tidak dapat diprediksi. 

Pakar keuangan biasanya menyarankan untuk tidak menginvestasikan lebih banyak uang ke dalam cryptocurrency karena tidak ada jaminan untuk mendapatkan keuntungan.


Analis Sebut Pasar Kripto Kuat Bertahan di Tengah Ketidakpastian Ekonomi

Bitcoin - Image by Benjamin Nelan from Pixabay
Perbesar
Bitcoin - Image by Benjamin Nelan from Pixabay

Sebelumnya, pergerakan pasar aset kripto pada pekan pertama Oktober 2022 masih beragam. Meskipun begitu, pasar kripto secara keseluruhan masih bertahan di tengah gempuran sentimen negatif yang menyerang.

Dilansir dari Coinmarketcap, Kamis (6/10/2022) siang mayoritas kripto jajaran teratas berada di zona merah, dengan Bitcoin alami pelemahan tipis 0,51 persen dalam 24 jam terakhir. Bitcoin kini diperdagangkan di kisaran USD 20.212 atau sekitar Rp 307,5 juta.

Sedangkan Ethereum berhasil bertahan di zona hijau dengan penguatan tipis 0,41 persen dalam 24 jam terakhir. Saat ini Ethereum diperdagangkan di kisaran harga USD 1.360 per koin.

Mengenai pergerakan pasar kripto dan Bitcoin keseluruhan pada pekan pertama Oktober 2022, Country Manager, Luno Indonesia, Jay Jayawijayaningtiyas mengatakan di tengah ketidakpastian kondisi ekonomi makro saat ini, pasar aset kripto telah bertahan kuat selama tujuh hari terakhir dengan BTC berhasil naik sebesar 3 persen, mengungguli pasar saham dan indeks pasar lainnya.

“Nilai Bitcoin bergerak di rentang sempit antara USD 19,000 hingga USD 20,000 (sekitar Rp 288 juta sampai Rp 303 juta) dalam seminggu terakhir, sehingga menyebabkan tingkat volatilitas mingguan Bitcoin turun ke angka 1.6 persen,” ujar Jay dalam keterangan tertulis, Kamis (6/10/2022).

Adapun, Jay menambahkan, Open interest pada Bitcoin Futures telah melonjak ke level tertinggi sepanjang masa, yaitu sebesar 450.000 BTC karena tingkat pendanaan Bitcoin PERP (Perpetual Protocol) masih berada di level netral, menandakan adanya peningkatan ketertarikan terhadap Bitcoin di antara para pelaku pasar.

INFOGRAFIS: 10 Mata Uang Kripto dengan Valuasi Terbesar (Liputan6.com / Abdillah)
Perbesar
INFOGRAFIS: 10 Mata Uang Kripto dengan Valuasi Terbesar (Liputan6.com / Abdillah)
Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya