Kenalan dengan GMX Coin, Kripto yang Menguat 24 Persen Hari Ini 6 Oktober 2022

Oleh Gagas Yoga Pratomo pada 06 Okt 2022, 12:14 WIB
Diperbarui 06 Okt 2022, 12:14 WIB
Ilustrasi Mata Uang Kripto, Mata Uang Digital. Kredit: WorldSpectrum from Pixabay
Perbesar
Ilustrasi Mata Uang Kripto, Mata Uang Digital. Kredit: WorldSpectrum from Pixabay

Liputan6.com, Jakarta - GMX adalah tempat terdesentralisasi dan platform perdagangan kontrak abadi yang mendukung biaya swap rendah dan perdagangan tanpa dampak harga yang memungkinkan pengguna untuk memanfaatkan hingga 30x pada perdagangan mereka.

Protokol ini pertama kali ditayangkan di Arbitrum pada September 2021 sebelum diluncurkan di Avalanche pada awal 2022. Beberapa platform membawa hal-hal ke tingkat kompleksitas yang baru, dan salah satunya adalah GMX. 

Dilansir dari Coinmarketcap, sistem ini bertujuan untuk menggabungkan keuangan terdesentralisasi yang canggih dengan konsep pertukaran kripto.

GMX merupakan pertukaran derivatif terdesentralisasi yang saat ini digunakan pada solusi penskalaan Arbitrum One Layer 2 (L2) dan blockchain Avalanche. Protokol ini menawarkan perdagangan spot untuk beberapa cryptocurrency teratas, yaitu ETH, WBTC, LINK, UNI, DAI, USDC, USDT, dan FRAX.

GMX memiliki dua token kripto fungsional yang dapat digunakan dalam ekosistemnya yaitu token GMX (GMX Coin) dan token GLP (GLP Token). Token GMX digunakan untuk tata kelola jaringan GMX, sedangkan Token GLP untuk likuiditas perdagangan.

GMX Coin Menguat 24,72 Persen Hari Ini

Berdasarkan data dari Coinmarketcap, Kamis (6/10/2022) harga GMX Coin adalah Rp 777.245 dengan volume perdagangan 24 jam sekitar Rp 3,3 triliun.

GMX Coin berhasil menguat 23,48 persen dalam 24 jam terakhir. Sedangkan untuk peringkat Coinmarketcap saat ini adalah 214 dengan kapitalisasi pasar Rp 6,1 triliun. Hingga saat ini telah terjadi peredaran suplai sekitar 7,9 juta GMX dari maksimal suplai tidak tersedia.

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.


Harga Kripto Kamis Pagi 6 Oktober 2022

Ilustrasi bitcoin (Foto: Visual Stories/Unsplash)
Perbesar
Ilustrasi bitcoin (Foto: Visual Stories/Unsplash)

Sebelumnya, harga bitcoin dan kripto teratas lainnya terpantau alami pergerakan yang beragam pada perdagangan Kamis, 6 Oktober 2022. Mayoritas kripto kembali melemah setelah sempat menguat hari sebelumnya.

Berdasarkan data dari Coinmarketcap, Kamis pagi, 6 Oktober 2022, kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar, Bitcoin (BTC) kembali melemah 0,76 persen dalam 24 jam, tetapi masih menguat 2,87 persen sepekan.

Saat ini, harga Bitcoin berada di level USD 20.115 per koin atau setara Rp 305,8 juta (asumsi kurs Rp 15.206 per dolar AS). 

Ethereum (ETH) turut melemah Kamis pagi ini. ETH ambles 0,39 persen dalam 24 jam, tetapi masih menguat 0,79 persen dalam sepekan. Dengan begitu, saat ini ETH berada di level USD 1.351 per koin. 

Kripto selanjutnya, Binance coin (BNB) juga melemah tipis pagi ini. Dalam 24 jam terakhir BNB turun 0,59 persen. Namun, masih menguat, 4,12 persen sepekan. Hal itu membuat BNB dibanderol dengan harga USD 293,47 per koin. 

Kemudian Cardano, kembali melemah. Dalam satu hari terakhir ADA melorot 0,86 persen dan 1,74 persen sepekan. Dengan begitu, ADA berada pada level USD 0,4309 per koin.

 

 

 


Harga Kripto Lainnya

Bitcoin - Image by Benjamin Nelan from Pixabay
Perbesar
Bitcoin - Image by Benjamin Nelan from Pixabay

Adapun Solana (SOL) kembali bertengger di zona merah. Sepanjang satu hari terakhir SOL ambles 0,61 persen, tetapi masih menguat 1,70 persen sepekan. Saat ini, harga SOL berada di level USD 33,87 per koin.

Sedangkan XRP masih perkasa pagi ini di antara kripto teratas lainnya. XRP naik 3,10 persen dalam 24 jam terakhir dan 9,91 persen sepekan. Dengan begitu, XRP kini dibanderol seharga USD 0,4943 per koin. 

Koin Meme Dogecoin (DOGE) juga turut melemah pada perdagangan pagi ini. Dalam satu hari terakhir DOGE anjlok 1,49 persen, tetapi masih menguat 6,45 persen sepekan. Ini membuat DOGE diperdagangkan di level USD 0,06444 per token.

Stablecoin Tether (USDT) dan USD coin (USDC), pada hari ini sama-sama menguat 0,01 persen. Hal tersebut membuat harga keduanya masih bertahan di level USD 1,00.

Sedangkan Binance USD (BUSD) menguat 0,01 persen dalam 24 jam terakhir, membuat harganya masih berada di level USD 1,00.

Adapun untuk keseluruhan kapitalisasi pasar kripto dalam 24 jam alami pelemahan ke level USD 960,8 miliar dari sebelumnya di level USD 966,4 miliar.


Popularitas Kripto di Amerika Serikat Menurun Akibat Crypto Winter

Ilustrasi Bitcoin. Liputan6.com/Mochamad Wahyu Hidayat
Perbesar
Ilustrasi Bitcoin. Liputan6.com/Mochamad Wahyu Hidayat

Sebelumnya, popularitas cryptocurrency dengan investor Amerika sedang menurun. Menurut survei Bankrate September, pada 2022, hanya sekitar 21 persen orang Amerika yang merasa nyaman berinvestasi dalam cryptocurrency. Itu turun dari 35 persen pada 2021. Penurunan ini terjadi di tengah kondisi yang disebut crypto winter.

Meskipun tingkat kenyamanan turun dengan investor lintas generasi, penurunan itu paling tajam di kalangan milenial. Hampir 30 persen investor Amerika Serikat berusia antara 26 dan 41 tahun merasa nyaman pada 2022, dibandingkan dengan hampir 50 persen pada 2021.

Penurunan ini tidak mengejutkan, mengingat hampir USD 2 triliun atau sekitar Rp 30.395 triliun telah hilang dari seluruh pasar kripto sejak November 2021. Harga mata uang digital populer seperti bitcoin telah berjuang untuk mencapai level tertinggi 2021. 

Salah satu perwakilan Bankrate, James Royal mengatakan trader aset apa pun adalah penggemar keuntungan. Dengan cryptocurrency utama seperti Bitcoin dan Ethereum turun lebih dari 70 persen dari tertinggi sepanjang masa, tidak mengherankan jika peminatnya menurun. 

"Penurunan harga kripto tidak membantu penyebab menarik lebih banyak orang ke kripto,” ujar Royal, dikutip dari CNBC, Jumat, 30 September 2022.

Bitcoin telah diperdagangkan antara USD 18.000 dan USD 25.000 sejak Juni turun dari rekor tertinggi lebih dari USD 65.000 pada November 2021. Cryptocurrency dianggap sebagai aset yang sangat fluktuatif yang tunduk pada fluktuasi harga yang tidak dapat diprediksi. 

Pakar keuangan biasanya menyarankan untuk tidak menginvestasikan lebih banyak uang ke dalam cryptocurrency karena tidak ada jaminan untuk mendapatkan keuntungan.

 

INFOGRAFIS: 10 Mata Uang Kripto dengan Valuasi Terbesar (Liputan6.com / Abdillah)
Perbesar
INFOGRAFIS: 10 Mata Uang Kripto dengan Valuasi Terbesar (Liputan6.com / Abdillah)
Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya