Harga Kripto Hari Ini 5 Oktober 2022: Bitcoin Cs Lanjutkan Penguatan

Oleh Gagas Yoga Pratomo pada 05 Okt 2022, 06:26 WIB
Diperbarui 05 Okt 2022, 06:26 WIB
Ilustrasi aset kripto, mata uang kripto, Bitcoin, Ethereum, Ripple
Perbesar
Ilustrasi aset kripto, mata uang kripto, Bitcoin, Ethereum, Ripple. Kredit: WorldSpectrum via Pixabay

Liputan6.com, Jakarta - Harga Bitcoin dan kripto teratas lainnya terpantau alami pergerakan yang seragam pada perdagangan Rabu (5/10/2022). Mayoritas kripto teratas berhasil bertengger di zona hijau.

Berdasarkan data dari Coinmarketcap, Rabu pagi, 5 Oktober 2022, kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar, Bitcoin (BTC) berhasil menguat 3,76 persen dalam 24 jam, dan 6,43 persen sepekan.

Saat ini, harga bitcoin berada di level USD 20.267 per koin atau setara Rp 307,5 juta (asumsi kurs Rp 15.174 per dolar AS). 

Ethereum (ETH) masih menguat pagi ini. ETH melesat 3,03 persen dalam 24 jam, dan 2,24 persen dalam sepekan. Dengan begitu, saat ini ETH berada di level USD 1.356 per koin. 

Kripto selanjutnya, Binance coin (BNB) turut menguat pagi ini setelah kemarin sempat terpuruk. Dalam 24 jam terakhir BNB menguat 3,28 persen dan 8,30 persen sepekan. Hal itu membuat BNB dibanderol dengan harga USD 295,28 per koin. 

Kemudian Cardano, masih menguat. Dalam satu hari terakhir ADA naik 1,90 persen, tetapi masih melemah 1,52 persen sepekan. Dengan begitu, ADA berada pada level USD 0,4348 per koin.

Adapun Solana (SOL) masih bertengger di zona hijau. Sepanjang satu hari terakhir SOL melesat 3,69 persen dan 3,98 persen sepekan. Saat ini, harga SOL berada di level USD 34,02 per koin.

Sedangkan XRP turut menguat pagi ini. XRP naik 4,00 persen dalam 24 jam terakhir dan 6,99 persen sepekan. Dengan begitu, XRP kini dibanderol seharga USD 0,4793 per koin. 

Koin Meme Dogecoin (DOGE) juga turut menguat pada perdagangan pagi ini. Dalam satu hari terakhir DOGE menguat 9,57 persen dan 8,88 persen sepekan. Ini membuat DOGE diperdagangkan di level USD 0,06591 per token.

Stablecoin Tether (USDT) dan USD coin (USDC), pada hari ini sama-sama menguat 0,01 persen. Hal tersebut membuat harga keduanya masih bertahan di level USD 1,00

Sedangkan Binance USD (BUSD) melemah 0,03 persen dalam 24 jam terakhir, membuat harganya masih berada di level USD 1,00.

Adapun untuk keseluruhan kapitalisasi pasar kripto dalam 24 jam alami penguatan ke level USD 966,4 miliar dari sebelumnya di level USD 941,6 miliar.

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.


Pasar Kripto Mulai Bangkit, Investor Harapkan Sikap The Fed Melunak

Ilustrasi kripto (Foto: Unsplash/Kanchanara)
Perbesar
Ilustrasi kripto (Foto: Unsplash/Kanchanara)

Sebelumnya, pergerakan pasar kripto tampak mulai bangkit kembali melaju ke zona hijau pada Selasa siang, 4 Oktober 2022. Hal ini disambut positif oleh investor terhadap data ekonomi Amerika Serikat (AS) yang baru rilis pada Senin lalu.

Institute for Supply Management (ISM) baru saja mengeluarkan salah satu data yang menjadi acuan investor. Data tersebut memperlihatkan pelemahan skor indeks manufaktur AS yang berada di 50,9 pada September, atau jauh di bawah ekspektasi analis yakni 52,2. 

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono mengatakan, data itu mencerminkan produktivitas industri manufaktur AS, yang selama ini menyumbang porsi 12 persen bagi Produk Domestik Bruto (PDB) AS, tengah mengalami kontraksi. 

"Artinya, jika The Fed bersikap terus mengerek suku bunga acuannya, maka situasi makroekonomi AS akan semakin memburuk,” kata Afid dalam analisis pasar harian yang diterima Liputan6.com, Selasa, 4 Oktober 2022.

Melihat data itu, investor saham dan kripto pun yakin, bank sentral AS atau the Federal Reserve (The Fed) akan bersikap lebih tenang atau dovish dalam menentukan arah kebijakan moneternya ke depan. Kemungkinan besar akan mengerem kenaikan suku bunga acuannya, setelah data makroekonomi AS kian hari kian memburuk.

 


Indeks Dolar AS Melemah

Crypto Bitcoin
Perbesar
Bitcoin adalah salah satu dari implementasi pertama dari yang disebut cryptocurrency atau mata uang kripto.

Afid menuturkan, tak heran analisis itu membuat investor kembali bergairah mengakumulasi kripto. Pergerakan market kripto juga mengikuti performa apik di indeks saham Amerika Serikat (AS) 

“Korelasi ini cukup wajar di mana kinerja pasar modal dilihat untuk mengukur selera risiko investor secara umum,” ujar Afid.

Investor juga memanfaatkan pelemahan nilai Dolar AS (DXY) untuk kembali masuk ke market kripto. Nilai DXY pada pukul 09.00 WIB berada di 111,63 atau melemah 0,65 persen dari level sehari sebelumnya.

Analisis Teknikal

Dari segi teknik analisanya, Bitcoin berhasil naik melewati USD 19,5 ribu atau sekitar Rp 297,2 juta dan menjadi makna yang baik. Laju naik Bitcoin masih ditargetkan menuju level resistance di USD 19.891 yang merupakan all time high (ATH) pada 2017.

Sementara, ethereum juga sukses naik tepat di atas USD 1.300, naik sekitar  persen dari hari sebelumnya. Target kenaikan ETH terdekat didorong untuk melaju ke level USD 1.430. Jika tidak berhasil atau breakdown kemungkinan bisa turun ke USD 1.218.


Popularitas Kripto di Amerika Serikat Menurun Akibat Crypto Winter

Ilustrasi Mata Uang Kripto, Mata Uang Digital. Kredit: WorldSpectrum from Pixabay
Perbesar
Ilustrasi Mata Uang Kripto, Mata Uang Digital. Kredit: WorldSpectrum from Pixabay

Sebelumnya, popularitas cryptocurrency dengan investor Amerika sedang menurun. Menurut survei Bankrate September, pada 2022, hanya sekitar 21 persen orang Amerika yang merasa nyaman berinvestasi dalam cryptocurrency. Itu turun dari 35 persen pada 2021. Penurunan ini terjadi di tengah kondisi yang disebut crypto winter.

Meskipun tingkat kenyamanan turun dengan investor lintas generasi, penurunan itu paling tajam di kalangan milenial. Hampir 30 persen investor Amerika Serikat berusia antara 26 dan 41 tahun merasa nyaman pada 2022, dibandingkan dengan hampir 50 persen pada 2021.

Penurunan ini tidak mengejutkan, mengingat hampir USD 2 triliun atau sekitar Rp 30.395 triliun telah hilang dari seluruh pasar kripto sejak November 2021. Harga mata uang digital populer seperti bitcoin telah berjuang untuk mencapai level tertinggi 2021. 

Salah satu perwakilan Bankrate, James Royal mengatakan trader aset apa pun adalah penggemar keuntungan. Dengan cryptocurrency utama seperti Bitcoin dan Ethereum turun lebih dari 70 persen dari tertinggi sepanjang masa, tidak mengherankan jika peminatnya menurun. 

"Penurunan harga kripto tidak membantu penyebab menarik lebih banyak orang ke kripto,” ujar Royal, dikutip dari CNBC, Jumat, 30 September 2022.

Bitcoin telah diperdagangkan antara USD 18.000 dan USD 25.000 sejak Juni turun dari rekor tertinggi lebih dari USD 65.000 pada November 2021. Cryptocurrency dianggap sebagai aset yang sangat fluktuatif yang tunduk pada fluktuasi harga yang tidak dapat diprediksi. 

Pakar keuangan biasanya menyarankan untuk tidak menginvestasikan lebih banyak uang ke dalam cryptocurrency karena tidak ada jaminan untuk mendapatkan keuntungan.

 

Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya