Pembeli Kripto Kini Angkat Tangan Usai Rugi 50 Persen

Oleh Pipit Ika Ramadhani pada 01 Okt 2022, 19:03 WIB
Diperbarui 01 Okt 2022, 19:03 WIB
Crypto Bitcoin
Perbesar
Bitcoin adalah salah satu dari implementasi pertama dari yang disebut cryptocurrency atau mata uang kripto.

Liputan6.com, Jakarta - Pembeli bitcoin (BCT) saat bull market atau menguat 2021, mengaku angkat tangan lantaran merugi hingga 50 persen.

Dalam salah satu pembaruan pasar Quicktake per 29 September, platform analitik on-chain CryptoQuant mengungkapkan penjualan yang intens oleh sejumlah besar pemilik bitcoin baru-baru ini. Kontributor CryptoQuant, Edris menunjukkan mereka yang membeli antara April 2021 dan April 2022 telah menjual koin secara massal dengan harga lebih murah daripada yang mereka beli.

"Koin ini telah dibeli antara April 2021 dan April 2022 dengan harga di atas USD 30.000. Sinyal ini berarti bahwa banyak pemegang yang telah memasuki pasar selama bull market 2021, baru-baru ini menyerah dan keluar dari pasar dengan perkiraan kerugian 50 persen,” kata Edris, dikutip dari laman Cointelegraph, Sabtu (1/10/2022).

Mengikuti tren enam bulan terakhir atau lebih, faktor-faktor saat ini terus memberikan tekanan pada harga BTC, di antaranya kekhawatiran terus-menerus tentang potensi regulasi kripto yang ketat. Kemudian kebijakan Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) mengenai kenaikan suku bunga dan pengetatan kuantitatif. Disusul kekhawatiran geopolitik Rusia—Ukraina dan persenjataan sumber daya alam permintaan tinggi yang diimpor oleh Uni Eropa.

Tak kalah mencekam, pasar mencermati sentimen risk-off yang kuat karena kemungkinan AS dan resesi global. Tantangan bertubi-tubi itu telah membuat aset dengan volatilitas tinggi kurang menarik bagi investor institusi, dan euforia yang terlihat selama bull market 2021 sebagian besar telah hilang.

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.


Harga Kripto Sabtu Pagi 1 Oktober 2022

Ilustrasi kripto (Foto: Unsplash/Kanchanara)
Perbesar
Ilustrasi kripto (Foto: Unsplash/Kanchanara)

Sebelumnya, harga bitcoin dan kripto teratas lainnya masih bergerak di zona merah pada perdagangan Sabtu, (1/10/2022). Namun, harga bitcoin dan ethereum cenderung melemah tipis.

Berdasarkan data dari Coinmarketcap, Sabtu pagi, 1 Oktober 2022, kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar, bitcoin (BTC) kembali melemah dalam 24 jam terakhir. Harga bitcoin (BTC) turun 0,40 persen ke posisi USD 19.399,62 atau sekitar Rp 296,97 juta (asumsi kurs Rp 15.309 per dolar AS). Namun, harga bitcoin menguat 1,3 persen dalam sepekan terakhir.

Demikian juga harga ethereum. Harga ethereum (ETH) turun tipis 0,16 persen selama 24 jam terakhir. Harga ethereum berada di posisi USD 1.328,89 atau sekitar Rp 20,33 juta. Dalam sepekan sepekan terakhir, harga ethereum naik 0,74 persen.

Harga BNB Coin juga berada di zona merah selama 24 jam terakhir. Namun, koreksi harga BNB tipis 0,18 persen. Selama sepekan terakhir, harga BNB menguat 2,47 persen. Kini, harga BNB berada di posisi USD 283,53 atau sekitar Rp 4,32 juta.

Harga XRP melemah tipis dalam 24 jam terakhir. Harga XRP susut 0,04 persen. Dalam sepekan terakhir, harga XRP merosot 5,86 persen. Saat ini, harga XRP berada di posisi USD 0,4744.

 


Harga Kripto Lainnya

Ilustrasi Mata Uang Kripto, Mata Uang Digital. Kredit: WorldSpectrum from Pixabay
Perbesar
Ilustrasi Mata Uang Kripto, Mata Uang Digital. Kredit: WorldSpectrum from Pixabay

Harga cardano (ADA) turun 0,85 persen dalam 24 jam terakhir. Selama sepekan terakhir, harga ADA anjlok 6,3 persen. Kini, harga cardano berada di posisi USD 0,4334.

Demikian juga harga solana (SOL) berada di zona merah. Harga solana (SOL) tergelincir 2,79 persen dalam 24 jam terakhir. Dalam sepekan terakhir, harga solana turun 2,28 persen. Saat ini, harga solana berada di posisi USD 33.

Sementara itu, harga dogecoin (DOGE) naik 2,35 persen dalam 24 jam terakhir. Akan tetapi, selama sepekan terakhir, harga dogecoin melorot 7,1 persen. Kini, harga dogecoin berada di posisi USD 0,6194.

Stablecoin seperti tether turun tipis dalam 24 jam terakhir. Selama sepekan terakhir, harga tether (USDT) berada di zona hijau. Saat ini, harga tether berada di posisi USD 1,00.

Harga USD Coin (USDC) berada di zona merah dalam 24 jam terakhir. Harga USDC turun 0,01 persen. Selama sepekan terakhir, harga USDC melemah tipis 0,02 persen. Kini, harga USDC berada di posisi USD 0,9998.

Demikian juga harga Binance USD (BUSD) berada di zona merah baik dalam 24 jam dan sepekan terakhir. Harga BUSD berada di posisi USD 1.


Anjloknya Pasar Berdampak terhadap Harga Saham Perusahaan Kripto

Aset Kripto
Perbesar
Perkembangan pasar aset kripto di Indonesia. foto: istimewa

Sebelumnya, tim analis JPMorgan menyebut anjloknya harga kripto akan sangat mempengaruhi harga saham perusahaan kripto, salah satunya Coinbase. Analis JPMorgan menurunkan target harga untuk saham Coinbase Global dari USD 78 atau sekitar Rp 1,1 juta  menjadi USD 60 pada Desember.

Pertukaran kripto yang terdaftar secara publik itu menarik sebagian besar pendapatannya dari tingkat perdagangan kripto di AS, yang berarti pendapatan kuartal ketiga dan keempat bergantung pada minat perdagangan kripto.

“Kami pikir tekanan pada pendapatan Coinbase dari penurunan pasar cryptocurrency akan menekan harga saham,” tulis analis JPMorgan, dikutip dari Yahoo Finance, Jumat (30/9/2022). 

Saham Coinbase Global (COIN) dijual turun dari level tertinggi USD 72 pada Rabu pekan lalu menjadi USD 62 pada Jumat. Masih tergantung di atas posisi terendah Juni, saham telah jatuh 11 persen selama lima hari terakhir dan 75 persen tahun ini.

Analis mengatakan Coinbase diperkirakan akan melihat volume perdagangan yang rendah oleh investor kripto ritel AS hingga Desember dengan ekspektasi aktivitas akan meningkat pada awal kuartal pertama tahun depan.

Menurut pengindeks volume kripto, Nomics, volume saat ini untuk Coinbase telah turun 15 persen selama sebulan terakhir menjadi USD 48 miliar. Angka tersebut hanya setengah dari volume yang diterima bisnis perdagangan Coinbase di awal tahun.

Pada pendapatan kuartal kedua, pendapatan Coinbase sangat bergantung pada volume perdagangan dalam waktu dekat. Strategi bisnisnya bertujuan untuk mengurangi perdagangan sebagai campuran keuntungan dengan menumbuhkan produk langganan dan layanan, yang menghasilkan 18 persen dari pendapatan pada kuartal kedua.

INFOGRAFIS: 10 Mata Uang Kripto dengan Valuasi Terbesar (Liputan6.com / Abdillah)
Perbesar
INFOGRAFIS: 10 Mata Uang Kripto dengan Valuasi Terbesar (Liputan6.com / Abdillah)
Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya