Harga Kripto Luna Classic Sempat Meroket 60 Persen, Ini Penyebabnya

Oleh Gagas Yoga Pratomo pada 28 Sep 2022, 09:57 WIB
Diperbarui 28 Sep 2022, 09:58 WIB
Ilustrasi Mata Uang Kripto, Mata Uang Digital. Kredit: WorldSpectrum from Pixabay
Perbesar
Ilustrasi Mata Uang Kripto, Mata Uang Digital. Kredit: WorldSpectrum from Pixabay

Liputan6.com, Jakarta Luna classic (LUNC), token kripto sisa dari blockchain Terra yang gagal, melonjak pada Selasa (27/9/2022) setelah Binance, pertukaran kripto terbesar di dunia, meluncurkan skema untuk mengurangi pasokan token.

Dilansir dari CoinDesk, Rabu (28/9/2022), harga LUNC melonjak sebanyak 60 persen di berita, mencapai setinggi USD 0,00032, atau sekitar Rp 4,85 menurut pelacak harga cryptocurrency CoinGecko. 

Reli tiba-tiba itu mengejutkan banyak trader, terutama karena banyak dari mereka bertaruh harga LUNC akan jatuh di tengah berita Interpol telah mengeluarkan "pemberitahuan merah" untuk pendiri Terra, Do Kwon. 

Sekitar USD 1,5 juta posisi short telah dilikuidasi pada siang hari, tertinggi dalam setidaknya tiga bulan, menurut Coinglass.

Penguatan Tak Bertahan Lama

Namun nasib token LUNC ini tidak terlalu baik, pada perdagangan Rabu (28/9/2022) pagi harga LUNC kembali anjlok cukup dalam yaitu turun 11,20 persen dalam 24 jam terakhir. Saat ini LUNC diperdagangkan di sekitar level USD 0,000276 atau sekitar Rp 4,19. 

Penurunan ini diduga investor mulai kembali meninggalkan token LUNC dan LUNA mengingat saat ini CEO Terraform, Do Kwon telah menjadi buronan internasional setelah Interpol mengeluarkan pemberitahuan merah untuk Kwon.

 

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.


Tujuan Pembakaran Pasokan

Aset Kripto
Perbesar
Perkembangan pasar aset kripto di Indonesia. foto: istimewa

Awal bulan ini, token LUNC sempat melonjak sedikit untuk mengantisipasi rencana yang disetujui komunitas untuk mengurangi pasokan hiperinflasi token.

Apa yang disebut “rencana pembakaran pasokan” bertujuan untuk menghancurkan atau membakar dalam istilah kripto sebesar 1,2 persen dari setiap transaksi LUNC di blockchain. 

Mekanisme ini tidak berlaku untuk pembelian dan penjualan token di bursa, tetapi beberapa bursa kripto seperti MEXC secara sukarela memutuskan untuk mengadopsi mekanisme pengurangan pasokan.

Skema pembakaran yang baru saja diumumkan Binance, bagaimanapun, mungkin memiliki dampak yang lebih kecil daripada yang diharapkan banyak trader. 

Menurut sebuah pernyataan, pertukaran kripto akan menghancurkan setara dengan biaya perdagangan ketika seorang pedagang menjual atau membeli LUNC. Pedagang di Binance dapat memilih untuk menerapkan "biaya pembakaran" 1,2 persen secara sukarela. 

Mengingat biaya trading di Binance berkisar dari 0,1 persen hingga serendah 0,02 persen untuk trader besar, tingkat pembakaran hanya sebagian kecil dari tingkat pembakaran transaksi 1,2 persen.

 

 

DisclaimerSetiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya