Binance Gandeng Perusahaan di Ukraina Hadirkan Pembayaran Kripto

Oleh Gagas Yoga Pratomo pada 26 Sep 2022, 15:20 WIB
Diperbarui 26 Sep 2022, 15:20 WIB
Dok: Binance
Perbesar
Dok: Binance

Liputan6.com, Jakarta - Binance mengumumkan telah bermitra dengan jaringan supermarket Ukraina VARUS, untuk memungkinkan pembayaran cryptocurrency dalam pembelian bahan makanan melalui Binance Pay Wallet-nya.

VARUS adalah salah satu perusahaan terbesar di Ukraina, dengan lebih dari 111 toko di 28 kota di negara ini. Perusahaan mengatakan kemitraan ini akan memungkinkan pelanggannya untuk mengakses pembayaran cryptocurrency instan dan pengiriman cepat di 9 kota di Ukraina, yaitu: Kyiv, Dnipro, Kamianske, Kryvyi Rih, Zaporizhzhia, Brovary, Nikopol, Vyshhorod dan Pavlograd.

Perusahaan juga telah mengumumkan "promosi dana hadiah", di mana pelanggan yang memesan apa pun dari program Pengiriman VARUS senilai lebih dari 500 Hryvnia Ukraina dan membayar dengan Binance Pay, akan diberi hadiah 100 Hryvnia.

Sebulan yang lalu, perusahaan pembayaran kripto di Ukraina bernama Whitepay meluncurkan program baru yang memungkinkan warga Ukraina membeli barang elektronik dan produk lainnya dengan mata uang kripto.

Ukraina semakin masih memasuki industri kripto setelah menerima sumbangan dalam bentuk aset digital seperti kripto dan NFT untuk membantu negara menghadapi perang melawan Rusia. 

Salah satu pendiri Ethereum, Vitalik Buterin yang hadir di KTT Teknologi Kyiv mengatakan Ukraina bisa menjadi pusat Web3 berikutnya.

“Sebuah negara dapat menjadi hub Web3 jika warganya secara aktif tertarik dengan teknologi ini dan memutuskan untuk memberikan kontribusi besar bagi perkembangannya. Ukraina memiliki kemampuan dan tekad untuk melakukan ini,” jelas Vitalik saat itu, dikutip dari Cointelegraph, Senin (26/9/2022). 

Negara ini juga mulai menjajaki berbagai aturan yang terkait dengan aset digital seperti kripto dan NFT.

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.


Pasar Kripto Anjlok, MicroStrategy Kembali Serok 301 Bitcoin Rp 90 Miliar

Crypto Bitcoin
Perbesar
Bitcoin adalah salah satu dari implementasi pertama dari yang disebut cryptocurrency atau mata uang kripto.

Sebelumnya, Ketua eksekutif Microstrategy Michael Saylor, mengungkapkan perusahaannya baru-baru ini membeli 301 bitcoin seharga USD 6 juta atau setara Rp 90,2 miliar dengan harga rata-rata USD 19.851 per koin. 

Saylor merinci neraca perusahaan sekarang memegang 130.000 bitcoin. Saat ini Microstrategy jadi salah satu perusahaan dengan jumlah bitcoin terbesar yang dipegang oleh bisnis publik saat ini.

Pembelian terakhir pada 28 Juni membawa simpanan BTC Microstrategy hingga 129.699 bitcoin dan 301 yang diperoleh minggu ini membuat jumlah bitcoin perusahaan menjadi 130.000 BTC. 

“Microstrategy telah membeli 301 bitcoin tambahan seharga USD 6,0 juta dengan harga rata-rata USD 19.851 per koin. Microstrategy memegang 130.000 bitcoin yang diperoleh seharga USD 3,98 miliar dengan harga rata-rata USD 30.639 per bitcoin.” tulis Saylor pada Selasa, dikutip dari Bitcoin.com, Rabu (21/9/2022). 

Saat ini, tidak ada perusahaan publik lain yang memiliki bitcoin (BTC) sebanyak Microstrategy Saylor. Namun, wali dari persidangan kebangkrutan Mt Gox dilaporkan memiliki 141.686 BTC yang akan didistribusikan kepada kreditur di beberapa titik waktu. 

Galaxy Digital Holdings yang terdaftar secara publik berada di urutan kedua setelah Microstrategy, dengan sekitar 40.000 BTC disimpan di neraca perusahaan. 


Pasar Kripto Anjlok, Investor Perlu Waspadai Sentimen Ini

Ilustrasi Mata Uang Kripto, Mata Uang Digital. Kredit: WorldSpectrum from Pixabay
Perbesar
Ilustrasi Mata Uang Kripto, Mata Uang Digital. Kredit: WorldSpectrum from Pixabay

Sebelumnya, pergerakan market kripto pada Senin (19/9/2022) pagi masih anjlok, terjebak di zona merah sejak akhir pekan lalu. Sejumlah aset kripto, seperti Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH) tak kuasa menahan retest untuk terus breakdown.

Ada tiga sentimen besar yang bisa menggerakkan pasar kripto pada pekan ini. Ketiganya diyakini punya sisi menaikkan harga, maupun menurunkannya. Investor harus mencermati dampak dari ketiga sentimen tersebut, antara lain:

Sentimen The Fed

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono mengungkapkan, penyebab market kripto terus lesu salah satunya disebabkan oleh sentimen pertama, yaitu investor kini tengah menjauhi market kripto setelah mencemaskan pengetatan kebijakan moneter bank sentral AS, The Fed.

“Pejabat The Fed dianggap akan tetap mempertahankan sikap hawkish-nya pada pertemuan mendatang, yakni pada rapat The Federal Open Market Committee (FOMC) di tanggal 21 September 2022,” ungkap Afid dalam analisis pasar harian yang diterima Liputan6.com, Senin, 19 September 2022.

Untuk saat ini, investor telah melakukan aksi priced-in akan kenaikan suku bunga sebesar 75 bps dengan ekspektasi suku bunga bertengger di 4,5 persen pada Maret 2023.

“Hal ini dapat dimaklumi mengingat investor tentu mengkhawatirkan, jika inflasi yang sudah ada sekarang tak kunjung turun meskipun harga komoditas dunia sudah melemah,” ujar Afid.


Selanjutnya

Crypto Bitcoin
Perbesar
Bitcoin adalah salah satu dari implementasi pertama dari yang disebut cryptocurrency atau mata uang kripto.

Pemindahan 5,5 Juta Token KNC

Selain itu, pelemahan ini juga disebabkan oleh kabar dari ekosistem kripto. Ada diskusi para pengamat kripto di Twitter, mengatakan terdapat 2 wallet yang memindahkan 5,5 juta token KNC ke platform FTX. Setelah diteliti lebih dalam, 2 wallet tersebut menerima token KNC dari Smart Money bernama Farmer X.

Lantas, untuk saat ini, Farmer X memiliki lebih dari USD 9 juta atau sekitar Rp 134,9 miliar. Insiden ini pun membuat market panik, jika akan terjadi aksi ambil untung besar-besaran ke depan.

LUNC Tax Burn

Sentimen selanjutnya yang harus diantisipasi investor adalah LUNC tax burn yang dimulai 20 September mendatang. Setelah aktif, setoran dan penarikan LUNC dan USTC melalui jaringan Terra Classic akan terpengaruh. Saat ini LUNC masih menjadi salah satu kripto yang paling banyak ditransaksikan di exchange.

Vasil Hard Fork Cardano

Afid menuturkan, sentimen ketiga datang dari Cardano yang akan melakukan Vasil Hard Fork pada tanggal 22 September mendatang. Vasil hard fork bisa mempengaruhi harga Cardano (ADA) yang saat ini menjadi salah satu kripto big cap.

“Tidak hanya itu, altcoin lainnya yang berada di jaringan Cardano juga bisa terpengaruh. Ini bisa mendatangkan untung bagi investor, jika cermat meneliti pergerakannya,” pungkas Afid.

Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Live Streaming

Powered by

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya