Ford Daftarkan Merek Dagang Terkait Metaverse dan NFT

Oleh Gagas Yoga Pratomo pada 21 Sep 2022, 13:30 WIB
Diperbarui 21 Sep 2022, 13:30 WIB
Ford Mustang Dark Horse edisi spesial dengan tenaga yang buas
Perbesar
Ford Mustang Dark Horse edisi spesial dengan tenaga yang buas (Foto: Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Perusahaan otomotif terkemuka Ford telah mengajukan 19 aplikasi merek dagang terkait dengan kemungkinan aktivitas metaverse. Dalam dokumen tersebut, perusahaan juga mengisyaratkan potensi peluncuran NFT di pasar NFT miliknya sendiri. 

Dilansir dari Bitcoin.com, Rabu (21/9/2022), Ford mengajukan aplikasi merek dagang ke Kantor Paten dan Merek Dagang AS (USPTO). 

Sebagian dari aplikasi ini berupaya melindungi representasi digital dari beberapa model mobil Ford yang paling populer, termasuk 150 Lightning, Lincoln, Ford, Lightning, Bronco, Explorer, Raptor, Mustang Mach-E, Transit, Escape, Expedition, Maverick, Ranger, dan Mustang.

Ini menjadi salah satu langkah pertama dalam strategi digital terorganisir Ford, menurut pengacara berlisensi USPTO Mike Kondoudis, yang mengklaim perusahaan itu membuat "langkah besar" ke metaverse dengan pengajuan ini.

Ekspansi Digital Ford

Langkah Ford ini tidak mengejutkan, mengingat sebelumnya perusahaan tersebut telah menjelaskan pihaknya tengah menjajaki dunia digital untuk menciptakan cara-cara baru dalam mengembangkan bisnisnya. 

Pada awal September, direktur merchandising merek global Ford, Alexandra Ford English menyatakan Ford ingin menawarkan kepada penggemar koleksi barang dagangan dan aksesori yang menginspirasi, dan bahkan produk digital seperti NFT.

Ford menjadi perusahaan yang terbaru dari jajaran perusahaan besar yang telah merangkul dunia dan produk digital ini sebagai bagian dari strategi pertumbuhannya. 

Merek lain seperti Hyundai, sebuah perusahaan mobil Korea, telah lebih dulu masuk ke metaverse dengan menghadirkan beberapa produk otomotif masa depan mereka dalam metaverse yang dikenal sebagai Zepetto.

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.


Renault Hadirkan Pengalaman Otomotif ke Metaverse

Metaverse
Perbesar
Ilustrasi metaverse. (Pexels.com/ThisIsEngineering)

Sebelumnya, Renault, salah satu perusahaan otomotif terbesar di dunia, telah menandatangani kerja sama dengan The Sandbox untuk hadir di dunia metaverse virtualnya. 

Anak perusahaan dari organisasi akan bertanggung jawab untuk hal ini, membangun kehadiran Renault di metaverse untuk memperkenalkan pelanggan virtual ke produk perusahaan.

Pengalaman otomotif ini bertujuan untuk memperkaya platform The Sandbox dan memungkinkan Renault menjangkau lebih banyak audiens, memperluas basis pelanggan potensial dari produk mereka. 

Tentang kemitraan tersebut, CEO The Sandbox Korea, Cindy Lee menyatakan kemitraan ini adalah contoh yang sangat baik dari sebuah kolaborasi.

"Sandbox dapat berkembang tanpa batasan industri. Kami dapat memperkenalkan jenis pengalaman baru yang menggabungkan mobil dan aset digital di The Sandbox,” ujar Lee dikutip dari Bitcoin.com, Rabu, 14 September 2022.

Luasnya kemitraan dan sifat pengalaman yang akan dihasilkannya tidak diungkapkan pada saat itu. Renault sekarang bergabung dengan jajaran perusahaan dan individu yang sudah hadir di platform metaverse berbasis Ethereum.

 


Merek Otomotif dan Metaverse

Metaverse
Perbesar
Ilustrasi metaverse. (Pexels.com/Alexandr Podvalny)

Renault bukanlah pembuat mobil pertama yang bertujuan untuk menempatkan produk di metaverse. Faktanya, metaverse telah menjadi tujuan populer bagi perusahaan-perusahaan otomotif lainnya. 

Misalnya Volkswagen yang mengorganisir kampanye iklan pada April yang disebut "Game On," di mana pengguna harus berburu NFT di lingkungan metaverse. 

Nissan, produsen mobil Jepang, menggunakan metaverse untuk membantu peluncuran salah satu mobil listrik terbarunya, Sakura. Perusahaan mendirikan dunia maya di mana calon pelanggan dapat mengendarai mobil, memeriksa karakteristik dan bentuknya. 

Pengalaman ini, menurut Nissan, memberikan kesempatan untuk terhubung dengan audiens baru yang belum pernah ada sebelumnya. 

Hyundai juga telah menghadirkan pengalaman mobilitas masa depan di studio motor virtual yang terletak di dunia metaverse bernama Zepeto, yang dikelola oleh Naver Z.

 

Infografis: 5 NFT termahal di Dunia (Liputan6.com / Abdillah)
Perbesar
Infografis: 5 NFT termahal di Dunia (Liputan6.com / Abdillah)
Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya