Bitcoin Turun di Bawah Rp 285,2 Juta Jelang Pertemuan The Fed

Oleh Gagas Yoga Pratomo pada 20 Sep 2022, 09:01 WIB
Diperbarui 20 Sep 2022, 09:01 WIB
Bitcoin - Image by Benjamin Nelan from Pixabay
Perbesar
Bitcoin - Image by Benjamin Nelan from Pixabay

Liputan6.com, Jakarta - Bitcoin kembali jatuh ke posisi terendah baru pada Senin, 19 September 2022 karena investor secara global mulai menghindari aset berisiko menjelang pertemuan bank sentral AS. Investor tengah waspada terkait kenaikan suku bunga.

Bitcoin, cryptocurrency terbesar berdasarkan nilai pasar, turun sekitar 5 persen ke level terendah tiga bulan di USD 18.276 atau sekitar Rp 273,8 juta. Ethereum, cryptocurrency terbesar kedua, turun 3 persen ke level terendah dua bulan di USD 1.285 dan turun lebih dari 10 persen dalam 24 jam terakhir. Sebagian besar token kecil lainnya lebih dalam di merah.

Nilai kripto telah jatuh di tengah beberapa spekulasi pernyataan minggu lalu dari Ketua Komisi Sekuritas dan Bursa AS Gary Gensler menyiratkan struktur baru dapat menarik regulasi tambahan. 

Di sisi lain, aset berisiko tengah berada di bawah tekanan besar karena The Fed diperkirakan akan tetap pada jadwal pengetatan agresifnya. Bank sentral secara luas diperkirakan menyetujui kenaikan suku bunga 0,75 persen pada pekan ini.

Sebelumnya, pasar kripto sempat bergairah karena adanya sentimen dari momen The Merge Ethereum yang telah lama ditunggu-tunggu para pendukung ETH dan investor kripto secara keseluruhan.

Namun nyatanya momen tersebut tak bisa memberikan dorongan lebih jauh untuk kenaikan pasar kripto. Bahkan token ETH harus kembali terpuruk dan tertahan di zona merah. 

COO platform kripto Singapura Stack Funds, Matthew Dibb mengatakan banyak hype keluar dari pasar sejak proses The Merge Ethereum. 

“Ini benar-benar jenis acara yang menjual berita, mengingat latar belakang global yang gugup, dan eter dapat menguji harganya di level USD 950 dalam beberapa bulan mendatang,” kata Dibb dikutip dari Channel News Asia, Selasa (20/9/2022). 

Adapun Dibb menjelaskan, melihat lanskap pasar kripto saat ini, baik secara fundamental maupun teknis, secara keseluruhan tidak terlihat bagus karena tidak adanya katalis positif yang dapat mendorong harga aset kripto.

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.


Harga Kripto Selasa 20 September 2022

Ilustrasi kripto (Foto: Unsplash/Kanchanara)
Perbesar
Ilustrasi kripto (Foto: Unsplash/Kanchanara)

Sebelumnya, harga bitcoin dan kripto teratas lainnya terpantau alami pergerakan yang seragam pada perdagangan Selasa, 20 September 2022. Mayoritas kripto kembali berada di zona hijau, setelah sempat kompak terkoreksi pada hari sebelumnya.

Berdasarkan data dari Coinmarketcap, Selasa (20/9/2022) pagi, kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar, Bitcoin (BTC) kembali menguat tipis 0,69 persen dalam 24 jam terakhir, tetapi masih terkoreksi 12,58 persen sepekan.

Saat ini, harga bitcoinberada di level USD 19.530 per koin atau setara Rp 292,6 juta (asumsi kurs Rp 14.985 per dolar AS). 

Ethereum (ETH) juga kembali pulih pagi ini. ETH menguat 3,39 persen dalam 24 jam terakhir, tetapi masih melemah 19,47 persen dalam sepekan. Dengan begitu, saat ini ETH berada di level USD 1.380 per koin. 

Kripto selanjutnya, Binance coin (BNB) juga turut menguat. Dalam 24 jam terakhir BNB naik 1,27 persen. Namun BNB masih terkoreksi 7,81 persen sepekan. Hal itu membuat BNB dibanderol dengan harga USD 269,65 per koin. 

 


Harga Kripto Lainnya

Aset Kripto
Perbesar
Perkembangan pasar aset kripto di Indonesia. foto: istimewa

Kemudian Cardano turut melesat. Dalam satu hari terakhir ADA naik 1,22 persen, tetapi masih koreksi 10,64 persen sepekan. Dengan begitu, ADA berada pada level USD 0,4532 per koin.

Adapun Solana (SOL) kembali bertengger di zona hijau. Sepanjang satu hari terakhir SOL terbang 5,39 persen, tetapi masih anjlok 12,21 persen sepekan. Saat ini, harga SOL berada di level USD 32,81 per koin.

XRP masih menguat sejak kemarin. XRP melesat 2,54 persen dalam 24 jam terakhir dan 7,07 persen sepekan. Dengan begitu, XRP kini dibanderol seharga USD 0,3832 per koin. 

Stablecoin Tether (USDT) dan USD coin (USDC), pada hari ini sama-sama melemah 0,01 persen. Hal tersebut membuat harga keduanya masih bertahan di level USD 1,00.

Sedangkan Binance USD (BUSD) melemah 0,04 persen dalam 24 jam terakhir, membuat harganya turun sedikit ke  level USD 0,9998.

Adapun untuk keseluruhan kapitalisasi pasar kripto dalam 24 jam alami sedikit penguatan ke level USD 943,7 miliar, dari sebelumnya di level USD 933,8 miliar.

 


Analis Sebut Pasar Optimistis Bitcoin Mampu Menunjukkan Tren Menguat

Crypto Bitcoin
Perbesar
Bitcoin adalah salah satu dari implementasi pertama dari yang disebut cryptocurrency atau mata uang kripto.

Sebelumnya, pergerakan pasar aset kripto pada pekan kedua September 2022 cukup bervariasi. Sejumlah aset kripto, khususnya jajaran teratas tak bisa mempertahankan penguatan dalam waktu lama, begitupun dengan penurunan. 

Banyaknya sentimen seperti data inflasi AS dan The Merge Ethereum memberikan pengaruh pada pergerakan pasar kripto pada pekan kedua September 2022.

Dilansir dari Coinmarketcap, Jumat (16/9/2022) mayoritas kripto jajaran teratas berada di zona merah, dengan Bitcoin alami penurunan 1,98 persen dalam 24 jam terakhir. Bitcoin kini diperdagangkan di kisaran USD 19.757 atau sekitar Rp 295,4 juta. 

Sedangkan ethereum jatuh lebih rendah, padahal pada hari sebelumnya sudah melakukan The Merge. Ethereum diperdagangkan di kisaran USD 1.471 atau sekitar Rp 22 juta, Ether turun 10,02 persen dalam 24 jam terakhir dan 10,42 persen sepekan. 

Mengenai pergerakan pasar kripto dan Bitcoin keseluruhan pada pekan kedua September 2022, Country Manager, Luno Indonesia, Jay Jayawijayaningtiyas mengatakan dalam sepekan terakhir, Bitcoin (BTC) kembali terlihat menguat dengan kenaikan 8 persen serta mampu mengungguli kinerja aset kripto lainnya.

 


Selanjutnya

Ilustrasi Mata Uang Kripto, Mata Uang Digital. Kredit: WorldSpectrum from Pixabay
Perbesar
Ilustrasi Mata Uang Kripto, Mata Uang Digital. Kredit: WorldSpectrum from Pixabay

“Bitcoin juga mencatatkan kinerja terbaik kedua di setelah koin dengan Kapitalisasi Menengah (Mid Caps) yang telah menunjukkan pergerakan yang cukup kuat di awal bulan ini.,” ujar Jay dalam keterangan tertulis, dikutip Jumat, 16 September 2022.

Meskipun demikian, beberapa peristiwa membawa dampak yang cukup besar terhadap pergerakan Bitcoin, terutama dampak inflasi yang menyebabkan pasar global turun. Kondisi tersebut mengakibatkan Bitcoin harus menguji resistance di level USD 22,500 (sekitar Rp 335 juta). 

“Namun, pasar optimis Bitcoin mampu menunjukkan tren bullish, kecuali jika Bitcoin bergerak ke bawah menembus level support di kisaran USD 18,500 (sekitar Rp 276 juta),” jelas Jay. 

Jay menambahkan, harga Ethereum Classic mengalami kenaikan hingga 171 persen, diiringi dengan kenaikan hashrate sebesar 150 persen sejak Juli 2022. 

“Peningkatan tersebut terjadi karena baik tarder maupun investor tengah mengantisipasi merging Ethereum yang telah lama ditunggu-tunggu,” pungkas Jay.

INFOGRAFIS: 10 Mata Uang Kripto dengan Valuasi Terbesar (Liputan6.com / Abdillah)
Perbesar
INFOGRAFIS: 10 Mata Uang Kripto dengan Valuasi Terbesar (Liputan6.com / Abdillah)
Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya