Ada Bug Bikin Binance Salah Bayar kepada Pengguna

Oleh Elga Nurmutia pada 18 Sep 2022, 11:08 WIB
Diperbarui 18 Sep 2022, 11:08 WIB
Ilustrasi binance (Foto: Kanchanara/Unsplash)
Perbesar
Ilustrasi binance (Foto: Kanchanara/Unsplash)

Liputan6.com, Jakarta - Bug akuntansi di Binance menyebabkan rezeki nomplok bagi token HNT asli Helium Network untuk beberapa pengguna.

Namun, sisi lain lain pertukaran kripto terbesar di dunia ini menanggung rugi jutaan dolar Amerika Serikat, menurut orang yang mengetahui masalah tersebut.

Mengutip Coindesk, Binance menurunkan sekitar 4,8 juta token HNT yang salah dicairkan kepada pengguna, banyak di antaranya dengan cepat menjual token untuk mendapatkan keuntungan, kata orang-orang. Pada harga Jumat, aset-aset itu bernilai sekitar USD 19 juta atau Rp 284,98 miliar (asumsi kurs Rp 14.999 per dolar AS).

Pembayaran yang salah tampaknya berasal dari bagaimana Binance melacak setoran token dari jaringan Helium, sebuah proyek konektivitas internet terdesentralisasi yang populer, kata orang-orang.

Kemudian, terdapat dua token di Helium, token HNT asli yang dibayarkan Helium ke host hotspot dan token MOBILE, dibayarkan kepada operator infrastruktur Helium 5G, yang diluncurkan bulan lalu dan tidak memiliki pasar yang likuid, dan oleh karena itu setiap harga yang dapat dikutip.

Meskipun terkait erat, kedua token tersebut, seperti token ERC-20 dan ether (ETH) di Ethereum, merupakan aset yang terpisah. Binance salah menghitungnya sebagai satu, HNT. Deposan mengirim MOBILE ke alamat Binance mendapatkan jumlah yang setara dengan HNT yang lebih berharga.

 

 

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.


Kesalahan Akuntansi

Dok: Binance
Perbesar
Dok: Binance

Bug tersebut telah ditambal tetapi tidak dilakukan sebelum sekitar 4,8 juta token HNT dikirim untuk menggantikan MOBILE. Waktu pembayaran bertepatan dengan penjualan besar-besaran token HNT yang mendorong harga turun dari kisaran USD 7 atau Rp 104,993 ke level saat ini, sekitar USD 4 atau Rp 59,996.

“The Helium Foundation diberitahu oleh Binance pada sore hari [ET] pada 15 September bahwa kesalahan akuntansi yang melibatkan HNT telah terjadi,” kata juru bicara organisasi yang mengelola proyek tersebut, dikutip dari Coindesk, Minggu (18/9/2022).

Selain itu, pihak tersebut memberikan konfirmasi ini bukan masalah berantai, serta menyarankan pemegang token untuk menangguhkan deposit HNT dan MOBILE di Binance hingga terjadi pembaruan situasi yang komprehensif.

"Kami dapat mengonfirmasi bahwa ini bukan masalah berantai, dan bahwa masalah ini diisolasi ke Binance. Sepengetahuan kami, tidak ada pertukaran lain atau pihak ketiga yang terpengaruh. Kami menyarankan pemegang token untuk menangguhkan deposit HNT dan MOBILE di Binance hingga pembaruan situasi yang komprehensif diberikan,” katanya. 

 


Harga Kripto Minggu 18 September 2022

Ilustrasi Mata Uang Kripto, Mata Uang Digital.
Perbesar
Ilustrasi Mata Uang Kripto, Mata Uang Digital. Kredit: WorldSpectrum from Pixabay

Sebelumnya, harga bitcoin dan kripto jajaran teratas lainnya bergerak di zona hijau pada perdagangan Minggu pagi, 18 September 2022. Harga bitcoin dan ethereum kini kompak menguat.

Berdasarkan data dari coinmarketcap, Minggu (18/9/2022), harga kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar bitcoin (BTC) melanjutkan penguatan. Dalam 24 jam terakhir, harga bitcoin menguat 1,99 persen. Namun, selama sepekan, harga bitcoin susut 7,32 persen. Kini, harga bitcoin berada di posisi USD 20.129,86 atau sekitar Rp 301,02 juta (asumsi kurs 14.954 per dolar AS).

Demikian juga harga ethereum. Harga ethereum melonjak 2,19 persen dalam 24 jam terakhir. Selama sepekan, harga ethereum (ETH) anjlok 17,72 persen. Saat ini, harga ethereum berada di posisi USD 1.463.78 atau sekitar Rp 21,87 juta.

Kemudian, harga binance coin (BNB) naik 1,76 persen dalam 24 jam terakhir. Selama sepekan, harga BNB merosot 6,23 persen. Kini, harga BNB berada di posisi USD 279,12 atau sekitar Rp 4,17 juta.

Harga XRP melonjak dalam 24 jam terakhir. Harga XRP bertambah 6,20 persen. Sedangkan selama selama sepekan, harga XRP naik 4,72 persen. Saat ini, harga XRP berada di posisi USD 0,3761.

Selain itu, harga cardano (ADA) menanjak 3,12 persen dalam 24 jam terakhir. Akan tetapi, selama sepekan, harga cardano tersungkur 5,9 persen. Dengan demikian, harga cardano berada di posisi USD 0,484.

 


Harga Kripto Lainnya

Aset Kripto
Perbesar
Perkembangan pasar aset kripto di Indonesia. foto: istimewa

Selanjutnya harga solana (SOL) mendaki 4,65 persen dalam 24 jam terakhir. Namun, selama sepekan, harga solana terpangkas 4,74 persen. Saat ini, harga solana berada di posisi USD 33,60.

Harga dogecoin (DOGE) pun bertambah 2,77 persen dalam 24 jam terakhir. Dalam sepekan, harga dogecoin susut 4,32 persen dalam sepekan terakhir. Kini, harga dogecoin ditransaksikan di posisi USD 0,06197.

Stablecoin seperti tether (USDT) naik tipis 0,01 persen dalam 24 jam terakhir. Selama sepekan, harga tether tergelincir 0,02 persen. Saat ini, harga tether berada di posisi USD 1,00.

Harga USD Coin (USDC) naik 0,02 persen dalam 24 jam terakhir. Selama sepekan, harga USDC menguat 0,03 persen. Kini harga USDC berada di posisi USD 1,00.

Selain itu, harga binance USD (BUSD) naik 0,07 persen dalam 24 jam terakhir.  Dalam sepekan, harga BUSD bertambah 0,09 persen. Saat ini, harga BUSD berada di posisi USD 1,00.

INFOGRAFIS: 10 Mata Uang Kripto dengan Valuasi Terbesar (Liputan6.com / Abdillah)
Perbesar
INFOGRAFIS: 10 Mata Uang Kripto dengan Valuasi Terbesar (Liputan6.com / Abdillah)
Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya