Senator AS Minta CEO Meta Mark Zuckerberg Perangi Penipuan Kripto

Oleh Gagas Yoga Pratomo pada 14 Sep 2022, 19:32 WIB
Diperbarui 14 Sep 2022, 20:17 WIB
Meta Sign
Perbesar
Facebook meluncurkan tanda Meta baru mereka di kantor pusat perusahaan di Menlo Park, California, Kamis, 28 Oktober 2021. Facebook Inc. yang diperangi mengubah namanya menjadi Meta Platforms Inc., atau Meta, untuk mencerminkan apa yang CEO Mark Zuckerberg mengatakan komitmennya untuk mengembangkan t

Liputan6.com, Jakarta - Enam anggota Demokrat dari Komite Perbankan Senat telah mengirim surat kepada CEO Meta Platform (META), Mark Zuckerberg menanyakan apa yang dilakukan perusahaan untuk memerangi penipuan cryptocurrency di platform Facebook, Instagram, dan WhatsApp.

Kelompok senator dipimpin oleh Bob Menendez dari New Jersey dan termasuk Sherrod Brown dari Ohio, ketua Komite Perbankan, dan Elizabeth Warren dari Massachusetts. 

"Dari 1 Januari 2021 hingga 31 Maret 2022, 49 persen laporan penipuan ke FTC (Federal Trade Commission) yang melibatkan cryptocurrency menetapkan penipuan itu berasal dari media sosial," tulis kelompok itu, dikutip dari CoinDesk, Rabu (19/9/2022). 

Kelompok itu juga mencatat penipuan kripto dari media sosial merugikan konsumen total USD 417 juta atau sekitar Rp 6,1 triliun. 

"Sementara penipuan kripto lazim di media sosial, beberapa situs Meta sangat populer sebagai tempat berburu oleh para scammers," tambah para senator dalam suratnya. 

Kelompok senator itu ingin Meta menjelaskan kebijakannya saat ini untuk secara proaktif menemukan dan menghapus scammer kripto, menjelaskan prosedurnya untuk memverifikasi iklan kripto di platformnya bukan scam dan mengatakan sejauh mana ia bekerja sama dengan penegak hukum untuk melacak penipu.

Perjalanan META dalam Bisnis Metaverse

META diketahui saat ini menjadi salah satu perusahaan media sosial yang memiliki fokus dalam pengembangan dunia virtual, metaverse. Belum lama ini, META akan membangun 10 kampus virtual sebagai bagian dari inisiatifnya dalam mengembangkan proyek pembelajaran imersif. 

Dalam kemitraan dengan Victoryxr, startup pendidikan realitas virtual yang berbasis di Iowa, Meta akan menginvestasikan USD 150 juta atau sekitar Rp 2,2 triliun dalam inisiatif ini.

Dari berbagai universitas, salah satunya adalah University of Maryland Global Campus (UMGC), yang merupakan universitas online. Lebih dari 45.000 mahasiswa universitas sekarang dapat bertemu di metaverse online untuk berkumpul dan berbagi pengalaman mereka.

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.


Dana Kripto Hasil Lelang NFT Dicuri, Kerugian Sentuh Rp 2,7 Miliar

Ilustrasi NFT
Perbesar
Ilustrasi NFT. Dok: unsplash

Sebelumnya, Bill Murray adalah selebritas terbaru yang menjadi sasaran pencuri kripto. Penjahat mengambil 119,2 ETH senilai USD 185.000 atau sekitar Rp 2,7 miliar yang telah dikumpulkan selama lelang amal NFT-nya.

Dilansir dari CNBC, Senin (12/9/2022), peretas yang tidak dikenal juga berusaha mencuri NFT dari koleksi pribadi Murray, yang mencakup dua NFT CryptoPunk. CryptoPunks adalah salah satu NFT yang paling dicari dan harganya berkisar dari USD 77.600 hingga USD 1,2 juta dalam ether.

Tim keamanan dompet virtual Bill Murray, perusahaan konsultan NFT Project Venkman, mampu melindungi NFT-nya. Namun, mereka tidak dapat melindungi dana yang dikumpulkan untuk amal. Mungkin sulit untuk mengambilnya karena transaksi cryptocurrency biasanya tidak dapat diubah.

Tim Murray mengatakan mereka telah mengajukan laporan polisi dan bekerja dengan perusahaan analitik kripto Chainalysis untuk mengidentifikasi pencuri tersebut. Meskipun dana amal Murray tampaknya hilang, pengguna Coinbase telah menyumbangkan ethereum senilai sekitar USD 187.500 ke Chive Charities, organisasi nirlaba Murray mengumpulkan dana, untuk menggantikan uang yang dicuri.

Scammers Mengincar Siapapun

Murray bukan satu-satunya selebritas yang menjadi sasaran koleksi digital mereka yang mahal. Pada Mei,, aktor dan produser Seth Green kehilangan empat NFT Bored Ape karena penipuan phishing, yaitu ketika pencuri dunia maya mencuri informasi pribadi pengguna dengan menipu mereka dengan tautan palsu.


Koleksi Bored Ape yang Dicuri

Ilustrasi NFT (Foto: Unsplash by Pawel Czerwinski)
Perbesar
Ilustrasi NFT (Foto: Unsplash by Pawel Czerwinski)

Sejak koleksi Bored Ape Yacht Club diluncurkan pada Juni 2021, total 143 NFT Bored Ape senilai hampir USD 13,6 juta telah dilaporkan dicuri pada Agustus 2022, menurut Immunefi, sebuah perusahaan keamanan Web3.

Meskipun penipuan kripto yang melibatkan selebritas cenderung menjadi yang paling terkenal, mereka tentu saja bukan yang paling umum.

Chief operating officer Solidus Labs, sebuah perusahaan yang menyediakan layanan pengawasan perdagangan, Chen Arad mengatakan penjahat dunia maya cenderung mengejar selebriti khususnya karena menarik lebih banyak perhatian.

“Selebriti juga dianggap kaya dan seringkali, menjadikan mereka target yang bagus,” ujar Arad.

Dia menambahkan, penipu tidak mendiskriminasi dan menargetkan siapa pun yang mereka pikir bisa mendapatkan uang, dari selebriti hingga bangsawan hingga orang biasa.


MicroStrategy Bakal Jual Saham Rp 7,4 Triliun untuk Beli Bitcoin

Ilustrasi bitcoin (Foto: Visual Stories/Unsplash)
Perbesar
Ilustrasi bitcoin (Foto: Visual Stories/Unsplash)

Sebelumnya, perusahaan pengembang perangkat lunak yang telah menjadi perusahaan bitcoin (BTC), MicroStrategy (MSTR), berencana untuk menjual hingga USD 500 juta atau sekitar Rp 7,4 triliun saham untuk mendanai lebih banyak pembelian cryptocurrency.

Dilansir dari CoinDesk, Sabtu (10/9/2022), pengajuan pada Jumat kepada Komisi Sekuritas dan Bursa AS mengungkapkan penawaran saham, yang akan dilakukan untuk tujuan perusahaan umum, termasuk pembelian bitcoin.

Hal ini menjadi sorotan karena tanda nyata pertama dari pendiri MSTR, Michael Saylor, yang baru-baru ini mengundurkan diri sebagai CEO untuk menjadi ketua eksekutif dan fokus membeli bitcoin.

Saylor benar-benar tidak mundur dari rencananya yang berani untuk mengubah MicroStrategy menjadi perusahaan yang memiliki cadangan kripto besar.

Sejak 2020, dia menggunakan uang yang dikumpulkan dari penawaran saham dan obligasi untuk membeli sekitar 130.000 bitcoin, senilai lebih dari USD 2 miliar.

Meskipun begitu, hal ini berdampak cukup buruk bagi perusahaan MicroStrategy, yang harganya menjadi sangat terikat dengan harga bitcoin,  mengakibatkan kerugian USD 1,2 miliar karena penurunan bitcoin  tahun ini.

Namun, saham MSTR sendiri melonjak 12 persen pada Jumat (9/9/2022) karena bitcoin melonjak hampir 10 persen. Namun, saham kembali turun sekitar 1,5 persen dalam perdagangan setelah jam kerja setelah pengumuman penawaran saham, yang akan melemahkan nilai saham yang ada.

Cowen dan BTIG, dua bank investasi paling terkemuka yang mencakup saham terkait kripto, memimpin penawaran saham MSTR. Rencana dari Saylor ini muncul di tengah kasus Saylor dan MicroStrategy baru-baru ini dituntut oleh District of Columbia karena diduga menghindari pajak atas penghasilan Saylor di distrik tersebut.

Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Live Streaming

Powered by

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya