JPMorgan Ungkap Pasar Kripto Sudah Sentuh Titik Bawah

Oleh Gagas Yoga Pratomo pada 15 Agu 2022, 16:45 WIB
Diperbarui 16 Agu 2022, 05:43 WIB
Ilustrasi bitcoin dan ethereum (Foto: Unsplash/Thought Catalog)
Perbesar
Ilustrasi bitcoin dan ethereum (Foto: Unsplash/Thought Catalog)

Liputan6.com, Jakarta - Menyusul kenaikan kecil baru-baru ini di pasar cryptocurrency, raksasa perbankan JPMorgan mengungkapkan sektor kripto telah menemukan landasan atau sudah mencapai bawah. 

Dalam sebuah catatan kepada klien pada Senin,8 Agustus 2022, analis JPMorgan Kenneth Worthington, mengaitkan perubahan nasib sektor kripto dengan peningkatan Penggabungan Ethereum (ETH) mendatang yang akan mentransisikan blockchain dari Proof of Work (PoW) ke Proof of Stake (PoS).

Selain itu, analis JPMorgan menyatakan keuntungan pasar telah menghasilkan reklamasi kapitalisasi pasar kripto USD 1 triliun atau sekitar Rp 14.576 triliun sebagian karena berkurangnya dampak dari kehancuran ekosistem Terra (LUNA).

“Tampaknya pasar kripto telah menemukan landasan meskipun volume perdagangan masih tertekan. Apa yang membantu, menurut kami, adalah penularan baru yang lebih terbatas dari runtuhnya Terra/Luna,” ungkap JPMorgan, dikutip dari Finbold, Senin (15/8/2022). 

Namun, JPMorgan berpikir pendorong sebenarnya adalah penggabungan ethereum yang akan terjadi dan data positif setelah peluncuran testnet Sapolia pada awal Juli dan testnet Ropsten pada Juni, yang menunjukkan penggabungan dapat dilakukan pada 2022.

Dampak Harga Bitcoin dan Ethereum di Pasar Kripto

Bank mencatat kemampuan Bitcoin (BTC) dan Ethereum untuk naik 36 persen dan 102 persen sejak posisi terendah Juni adalah indikator lain pasar telah mencapai titik terendah. Secara keseluruhan, Bitcoin telah jatuh lebih dari 60 persen dari tertinggi sepanjang masa hampir USD 68.000 pada November 2021.

Sejak mengumumkan tanggal upgrade penggabungan yang dijadwalkan pada 19 September, Ethereum telah berada pada momentum bullish memimpin pasar dalam keuntungan setelah paruh pertama 2022 yang membawa bencana. 

Akibatnya, pemberi pinjaman mencatat jika penggabungan berhasil, itu akan membantu sentimen umum dalam pasar kripto.

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

 

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Pasar Kripto Kembali Melemah Setelah Bitcoin Sentuh Rp 367 Juta

Ilustrasi kripto (Foto: Unsplash/Kanchanara)
Perbesar
Ilustrasi kripto (Foto: Unsplash/Kanchanara)

Sebelumnya, Bitcoin sempat berhasil menyentuh harga USD 25.000 atau sekitar Rp 367,1 juta pada akhir pekan waktu Asia sebelum akhirnya kembali ke harga di mana dia bertahan selama berminggu-minggu. 

Cryptocurrency terbesar berdasarkan kapitalisasi pasar itu baru-baru ini diperdagangkan pada sekitar USD 24.400, datar selama 24 jam terakhir dan sedikit lebih rendah dari saat dimulainya akhir pekan. 

Saat ini investor tetap optimis tentang indikator ekonomi yang menunjukkan penurunan inflasi dan kemungkinan resesi yang lebih rendah. Bitcoin telah naik selama tiga minggu terakhir untuk berpindah tangan menuju ujung atas kisaran USD 20.000 hingga USD 24.000.

CEO Manajer dana kripto BitBull Capital, Joe DiPasquale mengatakan, harga Bitcoin yang bertahan di atas USD 20.000 menjadi sinyal bullish. 

"Namun, kami belum menyaksikan penembusan di atas USD 25.000, yang dapat membuat BTC bergerak cepat menuju kisaran USD 29.000 hingga USD 30.000,” ujar DiPasquale dikutip dari CoinDesk, Senin (15/8/2022). 

Sebagian besar altcoin lainnya berada di zona merah dalam perdagangan awal pekan ketiga Agustus 2022. Ethereum sebagai kripto terbesar kedua juga mengalami sedikit koreksi dengan turun 1,6 persen dalam 24 jam terakhir.

Pasar Saham

Keuntungan pasar kripto pada akhir pekan sebagian besar mengikuti saham, yang juga telah mendapatkan kembali kekuatannya dalam beberapa pekan terakhir setelah mengalami tujuh bulan pertama yang suram. 

 

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS


Harga Kripto Senin Pagi 15 Agustus 2022

Ilustrasi Mata Uang Kripto, Mata Uang Digital. Kredit: WorldSpectrum from Pixabay
Perbesar
Ilustrasi Mata Uang Kripto, Mata Uang Digital. Kredit: WorldSpectrum from Pixabay

Sebelumnya, harga bitcoin dan kripto jajaran teratas lainnya berbalik arah ke zona merah pada awal pekan ini, tepatnya Senin pagi, 15 Agustus 2022. Mayoritas jajaran kripto teratas termasuk bitcoin melemah.

Berdasarkan data Coinmarketcap, Senin (15/8/2022), kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar bitcoin (BTC) melemah 0,35 persen dalam 24 jam terakhir. Namun, selama sepekan terakhir, harga bitcoin menguat 4,69 persen. Kini, harga bitcoin di posisi USD 24.317,74 atau sekitar Rp 356,74 juta (asumsi kurs Rp 14.670 per dolar AS).

Harga ethereum juga lesu. Dalam 24 jam terakhir, harga ethereum susut 2,24 persen. Akan tetapi, selama sepekan terakhir, harga ethereum (ETH) melambung 13,52 persen.  Saat ini, harga ethereum berada di posisi USD 1.935,80 atau sekitar Rp 28,38 juta.

Selanjutnya binance coin (BNB) merosot 1,83 persen dalam 24 jam terakhir. Selama sepekan, harga BNB susut 1,6 persen. Kini, harga BNB ditransaksikan di posisi USD 318,76.

Sementara itu, harga cardano (ADA) menguat 1,84 persen selama 24 jam terakhir. Dalam sepekan terakhir, harga cardano melesat 7,67 persen. Dengan demikian, harga ADA kini ditransaksikan di posisi USD 0,5699.

Harga XRP terpangkas 0,06 persen dalam 24 jam terakhir. Namun, selama sepekan terakhir, harga XRP melambung 1,03 persen. Saat ini, harga XRP ditransaksikan di posisi USD 0,3772.

 


Harga Kripto Lainnya

Ilustrasi aset kripto, mata uang kripto, Bitcoin, Ethereum, Ripple
Perbesar
Ilustrasi aset kripto, mata uang kripto, Bitcoin, Ethereum, Ripple. Kredit: WorldSpectrum via Pixabay

Demikian juga harga solana (SOL) cenderung lesu. Harga solana melemah 2,89 persen dalam 24 jam. Dalam 24 jam terakhir, harga solana berada di posisi USD 45,20. Selama sepekan terakhir, harga solana melejit 11,18 persen.

Harga dogecoin melambung 12,23 persen dalam 24 jam terakhir. Dalam sepekah terakhir, harga dogecoin melesat 18,90 persen. Kini, harga dogecoin (DOGE) berada di posisi USD 0,08193.

Stablecoin seperti tether (USDT) berada di zona merah dalam 24 jam terakhir. Harga USDT menguat 0,01 persen selama sepekan. Saat ini, harga tether berada di posisi USD 1,00.

Harga USD Coin (USDC) melemah 0,02 persen dalam 24 jam terakhir. Selama sepekan terakhir, harga USDC susut 0,01 persen. Kini, harga USDC berada di posisi USD 0,9998.

Sementara itu, harga binance USD (BUSD) tergelincir 0,02 persen dalam 24 jam terakhir. Selama sepekan terakhir, harga BUSD berada di zona hijau. Saat ini, harga BUSD berada di posisi USD 0,9997.

INFOGRAFIS: 10 Mata Uang Kripto dengan Valuasi Terbesar (Liputan6.com / Abdillah)
Perbesar
INFOGRAFIS: 10 Mata Uang Kripto dengan Valuasi Terbesar (Liputan6.com / Abdillah)
Lanjutkan Membaca ↓

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya