Harga Kripto Hari Ini 15 Agustus 2022: Bitcoin dan Ethereum Loyo

Oleh Gagas Yoga Pratomo pada 15 Agu 2022, 06:27 WIB
Diperbarui 15 Agu 2022, 06:27 WIB
Ilustrasi Bitcoin. Liputan6.com/Mochamad Wahyu Hidayat
Perbesar
Ilustrasi Bitcoin. Liputan6.com/Mochamad Wahyu Hidayat

Liputan6.com, Jakarta - Harga bitcoin dan kripto jajaran teratas lainnya berbalik arah ke zona merah pada awal pekan ini, tepatnya Senin pagi, 15 Agustus 2022. Mayoritas harga kripto hari ini termasuk bitcoin melemah.

Berdasarkan data Coinmarketcap, Senin (15/8/2022), kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar bitcoin (BTC) melemah 0,35 persen dalam 24 jam terakhir. Namun, selama sepekan terakhir, harga bitcoin menguat 4,69 persen. Kini, harga bitcoin di posisi USD 24.317,74 atau sekitar Rp 356,74 juta (asumsi kurs Rp 14.670 per dolar AS).

Harga ethereum juga lesu. Dalam 24 jam terakhir, harga ethereum susut 2,24 persen. Akan tetapi, selama sepekan terakhir, harga ethereum (ETH) melambung 13,52 persen.  Saat ini, harga ethereum berada di posisi USD 1.935,80 atau sekitar Rp 28,38 juta.

Selanjutnya binance coin (BNB) merosot 1,83 persen dalam 24 jam terakhir. Selama sepekan, harga BNB susut 1,6 persen. Kini, harga BNB ditransaksikan di posisi USD 318,76.

Sementara itu, harga cardano (ADA) menguat 1,84 persen selama 24 jam terakhir. Dalam sepekan terakhir, harga cardano melesat 7,67 persen. Dengan demikian, harga ADA kini ditransaksikan di posisi USD 0,5699.

Harga XRP terpangkas 0,06 persen dalam 24 jam terakhir. Namun, selama sepekan terakhir, harga XRP melambung 1,03 persen. Saat ini, harga XRP ditransaksikan di posisi USD 0,3772.

Demikian juga harga solana (SOL) cenderung lesu. Harga solana melemah 2,89 persen dalam 24 jam. Dalam 24 jam terakhir, harga solana berada di posisi USD 45,20. Selama sepekan terakhir, harga solana melejit 11,18 persen.

Harga dogecoin melambung 12,23 persen dalam 24 jam terakhir. Dalam sepekah terakhir, harga dogecoin melesat 18,90 persen. Kini, harga dogecoin (DOGE) berada di posisi USD 0,08193.

Stablecoin seperti tether (USDT) berada di zona merah dalam 24 jam terakhir. Harga USDT menguat 0,01 persen selama sepekan. Saat ini, harga tether berada di posisi USD 1,00.

Harga USD Coin (USDC) melemah 0,02 persen dalam 24 jam terakhir. Selama sepekan terakhir, harga USDC susut 0,01 persen. Kini, harga USDC berada di posisi USD 0,9998.

Sementara itu, harga binance USD (BUSD) tergelincir 0,02 persen dalam 24 jam terakhir. Selama sepekan terakhir, harga BUSD berada di zona hijau. Saat ini, harga BUSD berada di posisi USD 0,9997.

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

 

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Harga Bitcoin Sentuh Rp 366,68 Juta, Level Tertinggi Sejak 13 Juni 2022

Ilustrasi bitcoin (Foto: Vadim Artyukhin/Unsplash)
Perbesar
Ilustrasi bitcoin (Foto: Vadim Artyukhin/Unsplash)

Sebelumnya, harga bitcoin melampaui posisi USD 25.000 atau sekitar Rp 366,68 juta (asumsi kurs rupiah 14.667 per dolar AS) untuk pertama kalinya sejak pertengahan Juni 2022 pada Minggu, 14 Agustus 2022. Hal ini setelah momentum berlanjut dari data inflasi Amerika Serikat (AS) yang lebih dingin dari perkiraan.Selain itu, harga ethereum juga alami lonjakan.

Harga kripto terbesar naik 2,2 persen pada Minggu, 14 Agustus 2022 ke posisi USD 25.031, level tertinggi sejak 13 Juni 2022. Harga bitcoin naik lima hari berturut-turut yang didorong data indeks harga konsumen Amerika Serikat yang berada di bawah harapan pasar.

Di sisi lain, harga ether menguat dua persen ke posisi USD 2.030,50, setelah melampui USD 2.000 pada Sabtu, 13 Agustus 2022 untuk pertama kalinya sejak 31 Mei 2022 di tengah optimisme tentang penyelesaian peningkatan perangkat lunak blockchain yang dikenal sebagai merge.

"CPI berikutnya akan dirilis hanya dia sebelum merge. Di mana kami mengharapkan banyak momentum pr acara untuk masuk ke pasar. Investor jangka panjang dan menengah harus melihat untuk menggunakan penurunan apa pun sebagai peluang membeli,” ujar Fundstrat digital-asset strategist Sean Farrell dikutip dari yahoo finance, Minggu, (14/8/2022).

Kripto berjuang sepanjang semester I 2022 seiring the Federal Reserve menaikkan suku bunga untuk meredam inflasi tinggi.

Harga bitcoin, ether dan token lainnya turun lebih dari 50 persen. Dengan data inflasi Amerika Serikat (AS) yang berada di bawah harapan dalam sepekan terakhir, berpotensi membuka jalan bagi tindakan pengetatan yang kurang agresif dari the Fed.

 

 

 

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS


Sentimen Lainnya

Bitcoin - Image by Allan Lau from Pixabay
Perbesar
Bitcoin - Image by Allan Lau from Pixabay

Aset berisiko seperti indeks Nasdaq 100 telah naik, membantu mendorong kenaikan kripto yang sangat berkorelasi dengan mengukur saham selama berbulan-bulan.

"Di luar peningkatan volume derivatif, kami juga berspekulasi investor crypto native mungkin mengambil risiko lebih besar," ujar Farrell.

Di sisi lain, ada perkembangan positif untuk ether karena merge blockchain ethereum akan terjadi sekitar 15 September 2022. Salah satu pendiri jariangan Vitalik Buterin mengatakan, setelah tahap pengujian akhir yang dikenal sebagai Goerli.

Merge merupakan penggabungan mewakilii transisi dalam cara token eter dicetak dan transaksi divalidasi. Selain itu, beberapa investor memposisikan untuk berpotensi mendapat manfaat dari kemungkinan mempertahankan proof-of-work ether, berdasarkan Genesis Global Trading.

"Ether saat ini didorong oleh fundamental baru, elemen spekulatif serta sentimen makro secara keseluruhan,” ujar Genesis Strategists Noelle Acheson dan Willis Croft.


Mantan Pejabat AS: Kripto Lebih Mirip Saham Internet Ketimbang Mata Uang

Ilustrasi Bitcoin. Liputan6.com/Mochamad Wahyu Hidayat
Perbesar
Ilustrasi Bitcoin. Liputan6.com/Mochamad Wahyu Hidayat

Sebelumnya, mantan Pejabat Pengawas Mata Uang AS selama Pemerintahan Trump, Brian Brooks mengungkapkan pandangannya tentang cryptocurrency. Ia menilai, kripto harus dilihat lebih seperti saham internet daripada mata uang. 

Kesalahpahaman terbesar seputar cryptocurrency adalah jika mereka tidak melakukan pekerjaan yang baik untuk menggantikan dolar AS,kripto gagal dalam misinya,” kata Brooks, dikutip dari CNBC, Senin, 8 Agustus 2022.

Sekarang Brooks adalah CEO penambangan bitcoin dan perusahaan teknologi kripto Bitfury Group. 

“Sebagian besar kripto adalah tentang mengganti sistem perbankan terpusat dengan jaringan yang memungkinkan kontrol pengguna versus kontrol bank. Namun, aset kripto yang memiliki harga lebih seperti saham internet,” ujar Brooks. 

Brooks memaparkan, investasi kripto lebih seperti bertaruh di saham Google. Eethereum atau Ripple atau apa pun yang mencoba menggantikan dolar AS, itu sama saja mencoba mengganti sistem transmisi nilai.

Seperti diketahui, seluruh pasar kripto telah merosot pada 2022, yang menyebabkan kekhawatiran akan “musim dingin kripto” lainnya. 

Beberapa perusahaan kripto dan teknologi dengan cepat membalikkan rencana perekrutan, sementara banyak, termasuk pertukaran terkemuka Coinbase, telah memberhentikan pekerja di tengah penurunan harga dan perdagangan kripto.

Hal Ini juga membuat banyak orang di industri memperkirakan akan ada ribuan token digital berpotensi runtuh, kekhawatiran yang hanya tumbuh setelah keruntuhan baru-baru ini dari apa yang disebut terra USD algoritmik stablecoin dan token digital Luna. 

 

Lanjutkan Membaca ↓

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya