Pertukaran Kripto Huobi Bakal Jual 60 Persen Saham Perusahaan Senilai Rp 14,6 Triliun

Oleh Gagas Yoga Pratomo pada 14 Agu 2022, 06:00 WIB
Diperbarui 14 Agu 2022, 06:00 WIB
Ilustrasi aset kripto, mata uang kripto, Bitcoin, Ethereum, Ripple
Perbesar
Ilustrasi aset kripto, mata uang kripto, Bitcoin, Ethereum, Ripple. Kredit: WorldSpectrum via Pixabay

Liputan6.com, Jakarta Pendiri Grup Huobi di China, yang menjalankan salah satu bursa mata uang kripto terbesar di dunia, sedang dalam pembicaraan dengan investor untuk menjual hampir 60 persen sahamnya dengan harga lebih dari USD 1 miliar atau sekitar Rp 14,6 triliun.

Dilansir dari Channel News Asia, Sabtu (13/8/2022), menurut orang yang mengetahui hal ini, Pendiri Tron, Justin Sun dan FTX, Sam Bankman-Fried termasuk di antara mereka yang telah melakukan kontak dengan Huobi mengenai penjualan saham yang diusulkan.

Seorang juru bicara Huobi mengkonfirmasi kepada Bloomberg CEO, Huobi Leon Li terlibat dengan beberapa lembaga internasional tentang penjualan tersebut, tetapi menolak untuk menawarkan secara spesifik, sementara Tron mengatakan kepada kantor berita dia belum melakukan negosiasi dengan Li tentang penjualan tersebut.

Pertukaran kripto grup Tiongkok menghentikan pendaftaran akun baru oleh pelanggan Tiongkok sejak tahun lalu setelah Beijing memberlakukan larangan menyeluruh pada semua perdagangan dan penambangan cryptocurrency di negara tersebut.

Sementara itu, pemain kripto secara global juga mengalami kesulitan menyusul aksi jual tajam di pasar yang dimulai pada Mei 2022. 

Kondisi pasar saat ini bisa tercermin dari hasil laporan keuangan bursa kripto Coinbase Global, yang melaporkan kerugian kuartalan yang lebih besar dari perkiraan minggu ini karena investor khawatir dengan kerugian dan menjauh dari perdagangan mata uang kripto.

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya