Harga Kripto Hari Ini 12 Agustus 2022: Bitcoin Cs Lanjutkan Penguatan

Oleh Gagas Yoga Pratomo pada 12 Agu 2022, 06:01 WIB
Diperbarui 12 Agu 2022, 10:18 WIB
Bitcoin - Image by Benjamin Nelan from Pixabay
Perbesar
Bitcoin - Image by Benjamin Nelan from Pixabay

Liputan6.com, Jakarta - Harga Bitcoin dan kripto teratas lainnya terpantau alami pergerakan yang seragam pada perdagangan Jumat, 12 Agustus 2022. Mayoritas kripto masih menguat sejak kemarin setelah pengumuman data inflasi AS.

Berdasarkan data dari Coinmarketcap, Jumat (12/8/2022) pagi, kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar, Bitcoin (BTC) menguat tipis 0,85 persen dalam 24 jam terakhir dan 7,06 persen sepekan.

Saat ini, harga bitcoin berada di level USD 24.136 per koin atau setara Rp 355,5 juta (asumsi kurs Rp 14.732 per dolar AS). 

Ethereum (ETH) juga masih menguat pagi ini. Selama 24 jam terakhir, ETH melesat 2,32 persen dan 18,89 persen dalam sepekan. Dengan begitu, saat ini ETH berada di level USD 1.894 per koin. 

Kripto selanjutnya, Binance coin (BNB) turut naik. Dalam 24 jam terakhir BNB naik tipis 0,82 persen dan 4,82 persen sepekan. Hal itu membuat BNB dibanderol dengan harga USD 325,82 per koin. 

Kemudian Cardano mengikuti jejak kripto lainnya yang menguat. Dalam satu hari terakhir ADA menguat tipis 0,08 persen dan 7,15 persen sepekan. Dengan begitu, ADA berada pada level USD 0,5344 per koin.

Adapun Solana (SOL) juga meroket pagi ini. Sepanjang satu hari terakhir SOL terbang 2,20 persen dan 12,32 persen sepekan. Saat ini, harga SOL berada di level USD 43,18 per koin.

XRP masih melanjutkan penguatan. XRP menguat 0,24 persen dalam 24 jam terakhir dan 3,03 persen dalam sepekan. Dengan begitu, XRP kini dibanderol seharga USD 0,3804 per koin. 

Stablecoin Tether (USDT) dan USD coin (USDC), pada hari ini sama-sama melemah 0,01 persen. Hal tersebut membuat harga keduanya masih bertahan di level USD 1,00

Sedangkan Binance USD (BUSD) menguat 0,01 persen dalam 24 jam terakhir, membuat harganya kembali ke level USD 1,00.

Adapun untuk keseluruhan kapitalisasi pasar kripto dalam 24 jam masih bertahan di level USD 1,1 triliun.

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

 

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Analis Sebut Kondisi Pasar Kripto Berangsur Pulih, Ini Penyebabnya

Crypto Bitcoin
Perbesar
Bitcoin adalah salah satu dari implementasi pertama dari yang disebut cryptocurrency atau mata uang kripto.

Sebelumnya, pergerakan pasar aset kripto pada pertengahan pekan kedua Agustus 2022, terlihat alami penguatan. Kenaikan di pasar kripto dipicu data inflasi AS pada Juli yang melandai di angka 8,5 persen. 

Berdasarkan pantauan data dari Coinmarketcap, Kamis (11/8/2022) sore, mayoritas kripto jajaran teratas berdasarkan kapitalisasi pasarnya berada di zona hijau dengan penguatan tipis. Misalnya Bitcoin menguat 5,92 persen dalam 24 jam terakhir dan diperdagangkan di kisaran USD 24.522 atau setara Rp 361,8 juta. 

Mengenai pergerakan pasar kripto dan bitcoin pada pekan kedua Agustus 2022, Country Manager, Luno Indonesia, Jay Jayawijayaningtiyas mengatakan kondisi pasar kripto terpantau terus berangsur pulih. 

“Hal ini dapat kita lihat dari nilai Altcoin yang terus meningkat dan Bitcoin yang mulai bergerak stabil di rentang konsolidasinya, yakni antara USD 22,500 hingga USD 24,500 (sekitar Rp 334 juta hingga Rp 363 juta), naik sebesar 2 persen selama seminggu terakhir.

Jay menambahkan hal ini dipicu karena investor semakin terbiasa dengan potensi kerugian, pangsa pasar Bitcoin dan stablecoin terus mengalami penurunan, sedangkan pangsa pasar Altcoin meningkat, misalnya Ethereum (ETH) yang bertumbuh sebesar 8 persen. 

Namun, secara keseluruhan, sentimen pasar telah membaik pada pekan kedua Agustus 2022.

 

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS


Mantan Pejabat AS: Kripto Lebih Mirip Saham Internet Ketimbang Mata Uang

Aset Kripto
Perbesar
Perkembangan pasar aset kripto di Indonesia. foto: istimewa

Mantan Pejabat Pengawas Mata Uang AS selama Pemerintahan Trump, Brian Brooks mengungkapkan pandangannya tentang cryptocurrency. Ia menilai, kripto harus dilihat lebih seperti saham internet daripada mata uang. 

Kesalahpahaman terbesar seputar cryptocurrency adalah jika mereka tidak melakukan pekerjaan yang baik untuk menggantikan dolar AS,kripto gagal dalam misinya,” kata Brooks, dikutip dari CNBC, Senin (8/8/2022). 

Sekarang Brooks adalah CEO penambangan bitcoin dan perusahaan teknologi kripto Bitfury Group. 

“Sebagian besar kripto adalah tentang mengganti sistem perbankan terpusat dengan jaringan yang memungkinkan kontrol pengguna versus kontrol bank. Namun, aset kripto yang memiliki harga lebih seperti saham internet,” ujar Brooks. 

Brooks memaparkan, investasi kripto lebih seperti bertaruh di saham Google. Eethereum atau Ripple atau apa pun yang mencoba menggantikan dolar AS, itu sama saja mencoba mengganti sistem transmisi nilai.

Seperti diketahui, seluruh pasar kripto telah merosot pada 2022, yang menyebabkan kekhawatiran akan “musim dingin kripto” lainnya. 

Beberapa perusahaan kripto dan teknologi dengan cepat membalikkan rencana perekrutan, sementara banyak, termasuk pertukaran terkemuka Coinbase, telah memberhentikan pekerja di tengah penurunan harga dan perdagangan kripto.

Hal Ini juga membuat banyak orang di industri memperkirakan akan ada ribuan token digital berpotensi runtuh, kekhawatiran yang hanya tumbuh setelah keruntuhan baru-baru ini dari apa yang disebut terra USD algoritmik stablecoin dan token digital Luna. 


Studi: Bitcoin dan Stablecoin Jadi Pilihan Terburuk untuk Pembayaran Lintas Batas

Ilustrasi Bitcoin. Liputan6.com/Mochamad Wahyu Hidayat
Perbesar
Ilustrasi Bitcoin. Liputan6.com/Mochamad Wahyu Hidayat

Sebuah studi yang diterbitkan oleh Bank Sentral Eropa pada Senin, 1 Agustus 2022  mengungkapkan Bitcoin dan stablecoin adalah pilihan terburuk dari semua opsi terkait dengan pembayaran lintas batas. 

Menurut studi itu, pembayaran lintas batas adalah solusi yang memungkinkan pembayaran lintas batas menjadi cepat, murah, universal, dan diselesaikan dalam media penyelesaian yang aman. Namun, Bitcoin dan Stablecoin tidak termasuk dalam hal itu. 

“Bitcoin paling tidak kredibel dari visi untuk mencapai itu dan Stablecoin, aset kripto yang berusaha untuk mengikat nilainya dengan aset lain seperti mata uang fiat berada di urutan kedua karena kekhawatiran atas kekuatan pasar mereka,” isi laporan tersebut dikutip dari CoinDesk, Rabu (10/8/2022). 

Laporan itu mengatakan sistem berbasis bitcoin tidak akan berfungsi karena mekanisme konsensus bukti kerja yang “tidak efisien”, dan umumnya penggunaan “meluas” untuk tujuan kriminal dan volatilitas aset. 

Namun, saat ini ada cara alternatif dalam menghubungkan pembayaran lintas batas, misalnya dengan mata uang digital yang diterbitkan bank sentral (CBDC).

ECB saat ini juga sedang mempertimbangkan euro digital, tetapi masih membahas pada tahap yang relatif awal masalah interoperabilitas terkait. Hal ini untuk memastikan mereka dapat bekerja sama dengan zona mata uang lainnya, kata studi tersebut.

Bank for International Settlements, sebuah asosiasi bank sentral utama, sebelumnya mengungkapkan sembilan dari 10 bank sentral sedang mengerjakan CBDC, pada Juli. 

 

Lanjutkan Membaca ↓

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya