Pluang Dukung Perumusan Komunike Y20

Oleh Gagas Yoga Pratomo pada 11 Agu 2022, 21:18 WIB
Diperbarui 11 Agu 2022, 21:18 WIB
Pluang.
Perbesar
Pluang mendukung inklusi keuangan di Indonesia.

Liputan6.com, Jakarta Pluang sebagai official partner Y20 Indonesia 2022 turut memberikan dukungan kepada upaya Y20 Indonesia dengan mengadvokasi pentingnya keterlibatan dan keterwakilan anak muda dalam proses pengambilan keputusan yang inklusif. 

Dukungan ini ditunjukan pada penutupan rangkaian KTT Y20 Indonesia yang ditandai dengan penyerahan dokumen rekomendasi kebijakan (Communiqué) kepada perwakilan Pemerintah RI pada Closing Ceremony di Intercontinental Bandung Dago Pakar, pada Jumat, 22 Juli 2022.

Pada puncak acara penutupan KTT Y20 yang diselenggarakan di Bandung hadir pula sejumlah menteri yang memberikan sambutan yaitu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia Muhadjir Effendy, dan Menteri Pemuda dan Olahraga RI Zainudin Amali. 

Para jajaran menteri mendukung agenda KTT Y20 dan akan memperjuangkannya kepada Presiden Joko Widodo untuk diikutsertakan di dalam Leader's Declaration pada November 2022 mendatang. 

Selain itu, jajaran pemerintahan lainnya yang turut mendukung KTT Y20 yang diselenggarakan di Jakarta dan Bandung antara lain Ketua DPR RI Puan Maharani, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi. 

Director of External Affairs Pluang, Wilson Andrew berterima kasih atas dukungan dari Pemerintah tersebut kepada inisiatif yang konstruktif dari Y20.

“Kami berharap hasil komunike Y20 bisa menjadi acuan para pemimpin G20 dalam mengambil kebijakan yang berorientasi pada masa depan pemuda,” ujar Wilson dalam siaran pers dikutip, Kamis (11/8/2022). 

 

 

 

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Empat Isu Prioritas

Ilustrasi Pluang (Dok: Pluang)
Perbesar
Ilustrasi Pluang (Dok: Pluang)

Tidak hanya memberi dukungan, Pluang juga turut serta berpartisipasi memberikan perspektif baru dalam isu prioritas transformasi digital pada pertemuan Y20. Inklusi keuangan digital, khususnya pada generasi muda Indonesia menjadi prioritas Pluang guna mendukung pemerataan akses sektor keuangan digital.

Co-Chair Y20 Indonesia 2022 Rahayu Saraswati menyerahkan Communiqué yang fokus pada empat isu prioritas meliputi ketenagakerjaan pemuda, transformasi digital, planet berkelanjutan dan layak huni, serta keberagaman dan inklusi kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang diwakili Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy. 

Harapannya Presiden Jokowi dapat menyampaikan aspirasi pemuda ini ke KTT G20 di Bali pada November 2022.

 

 

 

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS


Kontribusi

Investasi di Pluang.
Perbesar
Pluang menawarkan aset emas digital berlisensi Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI).

Saraswati juga menyampaikan pentingnya memberikan pemuda kesempatan berkontribusi untuk perubahan global. 

“Y20 adalah inisiatif yang dimulai oleh pemuda untuk pemuda. Kami merupakan engagement group di G20 yang merepresentasikan keterwakilan suara pemuda, bukan representasi dari pemerintah saja,” kata Saraswati.

Melihat pentingnya upaya bersama pemerintah dan swasta, Pluang juga bekerja sama dengan pemangku kepentingan dan regulator untuk terlibat langsung pada kebijakan-kebijakan kunci terkait layanan keuangan digital. Lewat asosiasi profesional seperti Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH), 

Pluang turut terlibat dalam upaya membangun tata kelola, manajemen risiko dan kepatuhan regulasi digital. 

“Langkah ini menjadi sinergi dalam menjawab kekhawatiran terkait perlindungan konsumen, khususnya pada isu keamanan siber, penipuan dan penyalahgunaan data untuk kegiatan ilegal lainnya," ujar Wilson.

Lanjutkan Membaca ↓

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya