SALACA Hadirkan Marketplace NFT Berbasis Media Sosial

Oleh Gagas Yoga Pratomo pada 10 Agu 2022, 18:49 WIB
Diperbarui 10 Agu 2022, 18:49 WIB
Ilustrasi NFT (Foto: Unsplash by Pawel Czerwinski)
Perbesar
Ilustrasi NFT (Foto: Unsplash by Pawel Czerwinski)

Liputan6.com, Jakarta - Perkembangan teknologi Web3 di Indonesia semakin pesat. Salah satu perkembangan itu ditandai dengan munculnya marketplace NFT berbasis media sosial yang siap menjaring komunitas seniman di Indonesia lewat SALACA. 

Tujuan utama SALACA yang utama adalah menjadi tempat berkumpulnya para musisi, pembuat film dan komunitas seniman di Indonesia untuk memperdagangkan karyanya dan juga bersosialisasi dengan penggemar dan masyarakat lainnya.

CEO SALACA, Arief W Kurniawan memaparkan tak hanya para musisi, para pengguna SALACA secara umum juga bisa mendapatkan cuan dari postingan mereka.

"Bisa dibilang SALACA menjadi platform media sosial pertama di dunia yang menjadi marketplace NFT juga,” ujar Arief dalam keterangan tertulis, dikutip Rabu (10/8/2022). 

Community Developer, Sheila Anastasia, turut menjelaskan teknis dari SALACA. Nantinya para pengguna platform SALACA itu akan memposting dalam bentuk semua dari mulai foto, video, kemudian segala konten digital itu akan langsung dijadikan NFT. 

“Misalkan foto akan langsung jadi NFT,  terus kemudian video akan langsung jadi NFT, seperti itu. Itu akan jadi digital aset yang mereka akan simpan dan nantinya bisa difungsikan diperjualbelikan juga,” ujar Sheila.

SALACA sendiri menawarkan media sosial dengan konsep hybird. Perpaduan antara komunitas yang memang sudah familiar dengan teknologi Web3 dengan komunitas yang belum familiar dengan Web3. 

“Perbedaan dengan sosial media lain adalah semua pihak yang berkontribusi di platform kami itu mendapatkan manfaat. Mulai dari konten kreatornya juga mendapatkan manfaat, dari sisi user/followers juga mendapatkan manfaat karena kita juga mengeluarkan program-program seperti watch to earn, online to earn, jadi benar-benar semua yang berinteraksi di dalam sosial media platform kami itu mendapatkan manfaat,” ujar Arief.

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

 

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Fitur yang Ditawarkan

Ilustrasi kripto (Foto: Unsplash/Kanchanara)
Perbesar
Ilustrasi kripto (Foto: Unsplash/Kanchanara)

Kemudian juga fitur-fitur yang ditawarkan bukan sesuatu yang membingungkan, artinya begitu pengguna register di platform mereka bisa langsung beraktivitas di dalamnya.

Sebagai langkah awal, SALACA telah menjalin kerja sama dengan ARENA. ARENA merupakan sebuah perusahaan Global Entertainment Amerika yang biasa menggelar perhelatan konser musik dunia.

Kerja sama keduanya akan dimulai pada Oktober dengan menggelar festival short movie yang pendaftaran dan hasil karyanya bisa di lihat di platform SALACA. 

"Kebanggan kami dari SALACA sendiri, ARENA ini akan membuat studio movie di Bali. Nah rangkaian acara sampai November itu adalah kita mulai dari Oktober kita akan memulai short movie festival dan itu semua akan dilakukan di platform kita itu yang pertama,” terang Arief.

Web platform ini sedang masa pengujian yang akan diluncurkan secara resmi pada pertengahan Agustus 2022. Nantinya akan diikuti oleh peluncuran aplikasi yang bisa diunduh di Google Playstore.

 

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS


Pasar Kripto Kembali Loyo, Investor Bersiap Hadapi Data Inflasi AS

Ilustrasi Mata Uang Kripto, Mata Uang Digital. Kredit: WorldSpectrum from Pixabay
Perbesar
Ilustrasi Mata Uang Kripto, Mata Uang Digital. Kredit: WorldSpectrum from Pixabay

Sebelumnya, Cryptocurrency terbesar berdasarkan kapitalisasi pasar baru-baru ini diperdagangkan tepat di atas USD 23.200 atau sekitar Rp 344,8 juta, turun lebih dari 2 persen selama 24 jam terakhir. 

Secara keseluruhan, harga kripto jajaran teratas berdasarkan kapitalisasi pasarnya kompak melemah dengan penurunan harga yang beragam. Sementara ini beberapa kripto lainnya secara mingguan masih bertahan dalam penguatan.

Investor sampai saat ini tampaknya masih berjaga-jaga sembari menunggu rilis Indeks Harga Konsumen (CPI) Juli di AS. Para analis secara luas memperkirakan CPI turun ke 8,7 persen yang masih lumayan setelah mencapai tertinggi empat dekade 9,1 persen pada Juni. 

Salah satu pendiri TheoTrade, Don Kaufman mengatakan kripto telah melewati sedikit stabilitas belakangan ini yang menyebabkan terjadi reli-reli kecil. Meskipun begitu, Kaufman juga menyoroti penurunan volatilitas tersirat, pertanda buruk untuk harga jangka pendek.

 


Kecemasan Pasar

Ilustrasi Mata Uang Kripto, Mata Uang Digital.
Perbesar
Ilustrasi Mata Uang Kripto, Mata Uang Digital. Kredit: WorldSpectrum from Pixabay

"Meskipun ada sedikit pemisahan antara Nasdaq dan pasar kripto, ironi yang menarik dari hal itu adalah hal itu akan muncul kembali, dan katalis yang memicu itu? Mungkin rilis data CPI," kata Kaufman dikutip dari CoinDesk, Rabu, 10 Agustus 2022.

Pasar telah mengalami kegelisahan minggu ini di tengah pendapatan yang mengecewakan dari sejumlah raksasa teknologi, termasuk pembuat chip Nvidia (NVDA) dan Micron Technology (MU). 

Kemudian pada, Coinbase mengatakan aktivitas perdagangan untuk kuartal kedua telah jatuh hampir 30 persen dari kuartal pertama dan pendapatan telah meleset dari perkiraan analis rata-rata. 

Di sisi lain, Pertukaran kripto telah diterpa oleh hambatan yang sama yang menimpa industri aset digital lainnya, mendorong perusahaan untuk memberhentikan beberapa persen tenaga kerjanya sebagai bagian dari inisiatif pemotongan biaya. 

Lanjutkan Membaca ↓

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya