Pasar Kripto Kembali Loyo, Investor Bersiap Hadapi Data Inflasi AS

Oleh Gagas Yoga Pratomo pada 10 Agu 2022, 11:43 WIB
Diperbarui 10 Agu 2022, 11:43 WIB
Ilustrasi Mata Uang Kripto, Mata Uang Digital. Kredit: WorldSpectrum from Pixabay
Perbesar
Ilustrasi Mata Uang Kripto, Mata Uang Digital. Kredit: WorldSpectrum from Pixabay

Liputan6.com, Jakarta - Cryptocurrency terbesar berdasarkan kapitalisasi pasar baru-baru ini diperdagangkan tepat di atas USD 23.200 atau sekitar Rp 344,8 juta, turun lebih dari 2 persen selama 24 jam terakhir. 

Secara keseluruhan, harga kripto jajaran teratas berdasarkan kapitalisasi pasarnya kompak melemah dengan penurunan harga yang beragam. Sementara ini beberapa kripto lainnya secara mingguan masih bertahan dalam penguatan.

Investor sampai saat ini tampaknya masih berjaga-jaga sembari menunggu rilis Indeks Harga Konsumen (CPI) Juli di AS. Para analis secara luas memperkirakan CPI turun ke 8,7 persen yang masih lumayan setelah mencapai tertinggi empat dekade 9,1 persen pada Juni. 

Salah satu pendiri TheoTrade, Don Kaufman mengatakan kripto telah melewati sedikit stabilitas belakangan ini yang menyebabkan terjadi reli-reli kecil. Meskipun begitu, Kaufman juga menyoroti penurunan volatilitas tersirat, pertanda buruk untuk harga jangka pendek.

"Meskipun ada sedikit pemisahan antara Nasdaq dan pasar kripto, ironi yang menarik dari hal itu adalah hal itu akan muncul kembali, dan katalis yang memicu itu? Mungkin rilis data CPI," kata Kaufman dikutip dari CoinDesk, Rabu (10/8/2022).

Kecemasan Pasar

Pasar telah mengalami kegelisahan minggu ini di tengah pendapatan yang mengecewakan dari sejumlah raksasa teknologi, termasuk pembuat chip Nvidia (NVDA) dan Micron Technology (MU). 

Kemudian pada, Coinbase mengatakan aktivitas perdagangan untuk kuartal kedua telah jatuh hampir 30 persen dari kuartal pertama dan pendapatan telah meleset dari perkiraan analis rata-rata. 

Di sisi lain, Pertukaran kripto telah diterpa oleh hambatan yang sama yang menimpa industri aset digital lainnya, mendorong perusahaan untuk memberhentikan beberapa persen tenaga kerjanya sebagai bagian dari inisiatif pemotongan biaya. 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

 

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Harga Kripto Rabu Pagi 10 Agustus 2022

Crypto Bitcoin
Perbesar
Bitcoin adalah salah satu dari implementasi pertama dari yang disebut cryptocurrency atau mata uang kripto.

Sebelumnya, harga bitcoin dan kripto teratas lainnya terpantau alami pergerakan yang beragam pada perdagangan Rabu, 10 Agustus 2022. Mayoritas kripto kembali melemah setelah alami reli singkat satu hari terakhir.

Berdasarkan data dari Coinmarketcap, Rabu pagi (10/8/2022), kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar, Bitcoin (BTC) melemah 2,74 persen dalam 24 jam terakhir. Namun, harga bitcoin masih menguat 0,92 persen sepekan.

Saat ini, harga bitcoin berada di level USD 23.207 per koin atau setara Rp 344,8 juta (asumsi kurs Rp 14.860 per dolar AS). 

Ethereum (ETH) juga kembali melemah pagi ini. Selama 24 jam terakhir, ETH turun 3,92 persen, tetapi masih menguat 4,09 persen dalam sepekan. Dengan begitu, saat ini ETH berada di level USD 1.706 per koin. 

Kripto selanjutnya, Binance coin (BNB) turut melemah. Dalam 24 jam terakhir BNB melemah tipis 0,19 persen, tetapi masih meroket 14,42 persen sepekan. Hal itu membuat BNB dibanderol dengan harga USD 324,64 per koin. 

 

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS


Harga Kripto Lainnya

Crypto Bitcoin
Perbesar
Bitcoin adalah salah satu dari implementasi pertama dari yang disebut cryptocurrency atau mata uang kripto.

Kemudian Cardano mengikuti jejak kripto lainnya yang melemah. Dalam satu hari terakhir ADA turun 3,85 persen. Namun ADA masih menguat 3,35 persen sepekan. Dengan begitu, ADA berada pada level USD 0,5153 per koin.

Adapun Solana (SOL) juga ambles pagi ini. Sepanjang satu hari terakhir SOL merosot 4,46 persen dan 1,45 persen sepekan. Saat ini, harga SOL berada di level USD 40,53 per koin.

XRP turut ambles pada perdagangan pagi ini. XRP anjlok 2,93 persen dalam 24 jam terakhir dan 1,09 persen dalam sepekan. Dengan begitu, XRP kini dibanderol seharga USD 0,3692 per koin. 

Stablecoin Tether (USDT) dan USD coin (USDC), pada hari ini sama-sama melemah 0,01 persen. Hal tersebut membuat harga keduanya masih bertahan di level USD 1,00

Sedangkan Binance USD (BUSD) menguat 0,01 persen dalam 24 jam terakhir, membuat harganya kembali ke level USD 1,00.

Adapun untuk keseluruhan kapitalisasi pasar kripto dalam 24 jam sedikit turun dari level USD 1,1 triliun menjadi USD 1 triliun.


Mantan Pejabat AS: Kripto Lebih Mirip Saham Internet Ketimbang Mata Uang

Ilustrasi kripto (Foto: Unsplash/Kanchanara)
Perbesar
Ilustrasi kripto (Foto: Unsplash/Kanchanara)

Sebelumnya, mantan Pejabat Pengawas Mata Uang AS selama Pemerintahan Trump, Brian Brooks mengungkapkan pandangannya tentang cryptocurrency. Ia menilai, kripto harus dilihat lebih seperti saham internet daripada mata uang. 

Kesalahpahaman terbesar seputar cryptocurrency adalah jika mereka tidak melakukan pekerjaan yang baik untuk menggantikan dolar AS,kripto gagal dalam misinya,” kata Brooks, dikutip dari CNBC, Senin (8/8/2022). 

Sekarang Brooks adalah CEO penambangan bitcoin dan perusahaan teknologi kripto Bitfury Group. 

“Sebagian besar kripto adalah tentang mengganti sistem perbankan terpusat dengan jaringan yang memungkinkan kontrol pengguna versus kontrol bank. Namun, aset kripto yang memiliki harga lebih seperti saham internet,” ujar Brooks. 

Brooks memaparkan, investasi kripto lebih seperti bertaruh di saham Google. Eethereum atau Ripple atau apa pun yang mencoba menggantikan dolar AS, itu sama saja mencoba mengganti sistem transmisi nilai.

Seperti diketahui, seluruh pasar kripto telah merosot pada 2022, yang menyebabkan kekhawatiran akan “musim dingin kripto” lainnya. 

Beberapa perusahaan kripto dan teknologi dengan cepat membalikkan rencana perekrutan, sementara banyak, termasuk pertukaran terkemuka Coinbase, telah memberhentikan pekerja di tengah penurunan harga dan perdagangan kripto.

Hal Ini juga membuat banyak orang di industri memperkirakan akan ada ribuan token digital berpotensi runtuh, kekhawatiran yang hanya tumbuh setelah keruntuhan baru-baru ini dari apa yang disebut terra USD algoritmik stablecoin dan token digital Luna. 

 

Lanjutkan Membaca ↓

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya