Studi: Bitcoin dan Stablecoin Jadi Pilihan Terburuk untuk Pembayaran Lintas Batas

Oleh Gagas Yoga Pratomo pada 10 Agu 2022, 08:19 WIB
Diperbarui 10 Agu 2022, 08:19 WIB
Ilustrasi Mata Uang Kripto, Mata Uang Digital.
Perbesar
Ilustrasi Mata Uang Kripto, Mata Uang Digital. Kredit: WorldSpectrum from Pixabay

Liputan6.com, Jakarta - Sebuah studi yang diterbitkan oleh Bank Sentral Eropa pada Senin, 1 Agustus 2022  mengungkapkan Bitcoin dan stablecoin adalah pilihan terburuk dari semua opsi terkait dengan pembayaran lintas batas. 

Menurut studi itu, pembayaran lintas batas adalah solusi yang memungkinkan pembayaran lintas batas menjadi cepat, murah, universal, dan diselesaikan dalam media penyelesaian yang aman. Namun, Bitcoin dan Stablecoin tidak termasuk dalam hal itu. 

“Bitcoin paling tidak kredibel dari visi untuk mencapai itu dan Stablecoin, aset kripto yang berusaha untuk mengikat nilainya dengan aset lain seperti mata uang fiat berada di urutan kedua karena kekhawatiran atas kekuatan pasar mereka,” isi laporan tersebut dikutip dari CoinDesk, Rabu (10/8/2022). 

Laporan itu mengatakan sistem berbasis bitcoin tidak akan berfungsi karena mekanisme konsensus bukti kerja yang “tidak efisien”, dan umumnya penggunaan “meluas” untuk tujuan kriminal dan volatilitas aset. 

Namun, saat ini ada cara alternatif dalam menghubungkan pembayaran lintas batas, misalnya dengan mata uang digital yang diterbitkan bank sentral (CBDC).

ECB saat ini juga sedang mempertimbangkan euro digital, tetapi masih membahas pada tahap yang relatif awal masalah interoperabilitas terkait. Hal ini untuk memastikan mereka dapat bekerja sama dengan zona mata uang lainnya, kata studi tersebut.

Bank for International Settlements, sebuah asosiasi bank sentral utama, sebelumnya mengungkapkan sembilan dari 10 bank sentral sedang mengerjakan CBDC, pada Juli. 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

 

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Mantan Pejabat AS: Kripto Lebih Mirip Saham Internet Ketimbang Mata Uang

Aset Kripto
Perbesar
Perkembangan pasar aset kripto di Indonesia. foto: istimewa

Sebelumnya, mantan Pejabat Pengawas Mata Uang AS selama Pemerintahan Trump, Brian Brooks mengungkapkan pandangannya tentang cryptocurrency. Ia menilai, kripto harus dilihat lebih seperti saham internet daripada mata uang. 

Kesalahpahaman terbesar seputar cryptocurrency adalah jika mereka tidak melakukan pekerjaan yang baik untuk menggantikan dolar AS,kripto gagal dalam misinya,” kata Brooks, dikutip dari CNBC, Senin (8/8/2022). 

Sekarang Brooks adalah CEO penambangan bitcoin dan perusahaan teknologi kripto Bitfury Group. 

“Sebagian besar kripto adalah tentang mengganti sistem perbankan terpusat dengan jaringan yang memungkinkan kontrol pengguna versus kontrol bank. Namun, aset kripto yang memiliki harga lebih seperti saham internet,” ujar Brooks. 

Brooks memaparkan, investasi kripto lebih seperti bertaruh di saham Google. Eethereum atau Ripple atau apa pun yang mencoba menggantikan dolar AS, itu sama saja mencoba mengganti sistem transmisi nilai.

Seperti diketahui, seluruh pasar kripto telah merosot pada 2022, yang menyebabkan kekhawatiran akan “musim dingin kripto” lainnya. 

Beberapa perusahaan kripto dan teknologi dengan cepat membalikkan rencana perekrutan, sementara banyak, termasuk pertukaran terkemuka Coinbase, telah memberhentikan pekerja di tengah penurunan harga dan perdagangan kripto.

Hal Ini juga membuat banyak orang di industri memperkirakan akan ada ribuan token digital berpotensi runtuh, kekhawatiran yang hanya tumbuh setelah keruntuhan baru-baru ini dari apa yang disebut terra USD algoritmik stablecoin dan token digital Luna. 

 

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS


Harga Kripto Rabu Pagi 10 Agustus 2022

Ilustrasi kripto (Foto: Unsplash/Kanchanara)
Perbesar
Ilustrasi kripto (Foto: Unsplash/Kanchanara)

Sebelumnya, harga bitcoin dan kripto teratas lainnya terpantau alami pergerakan yang beragam pada perdagangan Rabu, 10 Agustus 2022. Mayoritas kripto kembali melemah setelah alami reli singkat satu hari terakhir.

Berdasarkan data dari Coinmarketcap, Rabu pagi (10/8/2022), kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar, Bitcoin (BTC) melemah 2,74 persen dalam 24 jam terakhir. Namun, harga bitcoin masih menguat 0,92 persen sepekan.

Saat ini, harga bitcoin berada di level USD 23.207 per koin atau setara Rp 344,8 juta (asumsi kurs Rp 14.860 per dolar AS). 

Ethereum (ETH) juga kembali melemah pagi ini. Selama 24 jam terakhir, ETH turun 3,92 persen, tetapi masih menguat 4,09 persen dalam sepekan. Dengan begitu, saat ini ETH berada di level USD 1.706 per koin. 

Kripto selanjutnya, Binance coin (BNB) turut melemah. Dalam 24 jam terakhir BNB melemah tipis 0,19 persen, tetapi masih meroket 14,42 persen sepekan. Hal itu membuat BNB dibanderol dengan harga USD 324,64 per koin. 

 


Harga Kripto Lainnya

Ilustrasi Mata Uang Kripto, Mata Uang Digital. Kredit: WorldSpectrum from Pixabay
Perbesar
Ilustrasi Mata Uang Kripto, Mata Uang Digital. Kredit: WorldSpectrum from Pixabay

Kemudian Cardano mengikuti jejak kripto lainnya yang melemah. Dalam satu hari terakhir ADA turun 3,85 persen. Namun ADA masih menguat 3,35 persen sepekan. Dengan begitu, ADA berada pada level USD 0,5153 per koin.

Adapun Solana (SOL) juga ambles pagi ini. Sepanjang satu hari terakhir SOL merosot 4,46 persen dan 1,45 persen sepekan. Saat ini, harga SOL berada di level USD 40,53 per koin.

XRP turut ambles pada perdagangan pagi ini. XRP anjlok 2,93 persen dalam 24 jam terakhir dan 1,09 persen dalam sepekan. Dengan begitu, XRP kini dibanderol seharga USD 0,3692 per koin. 

Stablecoin Tether (USDT) dan USD coin (USDC), pada hari ini sama-sama melemah 0,01 persen. Hal tersebut membuat harga keduanya masih bertahan di level USD 1,00

Sedangkan Binance USD (BUSD) menguat 0,01 persen dalam 24 jam terakhir, membuat harganya kembali ke level USD 1,00.

Adapun untuk keseluruhan kapitalisasi pasar kripto dalam 24 jam sedikit turun dari level USD 1,1 triliun menjadi USD 1 triliun.

INFOGRAFIS: 10 Mata Uang Kripto dengan Valuasi Terbesar (Liputan6.com / Abdillah)
Perbesar
INFOGRAFIS: 10 Mata Uang Kripto dengan Valuasi Terbesar (Liputan6.com / Abdillah)
Lanjutkan Membaca ↓

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya