Harga Kripto Hari Ini 9 Agustus 2022: Bitcoin dkk Kompak Menghijau

Oleh Gagas Yoga Pratomo pada 09 Agu 2022, 06:00 WIB
Diperbarui 09 Agu 2022, 06:00 WIB
Ilustrasi aset kripto, mata uang kripto, Bitcoin, Ethereum, Ripple
Perbesar
Ilustrasi aset kripto, mata uang kripto, Bitcoin, Ethereum, Ripple. Kredit: WorldSpectrum via Pixabay

Liputan6.com, Jakarta - Harga Bitcoin dan kripto teratas lainnya terpantau alami pergerakan yang beragam pada perdagangan Selasa (9/8/2022). Mayoritas kripto berhasil mengalami reli yang cukup signifikan.

Berdasarkan data dari Coinmarketcap, Selasa (9/8/2022) pagi, kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar, Bitcoin (BTC) menguat 2,41 persen dan 3,49 persen sepekan.

Saat ini, harga bitcoin berada di level USD 23.829 per koin atau setara Rp 353,4 juta (asumsi kurs Rp 14.831 per dolar AS). 

Ethereum (ETH) juga kembali menguat pagi ini. Selama 24 jam terakhir, ETH naik 3,26 persen dan 9,30 persen dalam sepekan. Dengan begitu, saat ini ETH berada di level USD 1.771 per koin. 

Kripto selanjutnya, Binance coin (BNB) masih melanjutkan penguatan. Dalam 24 jam terakhir BNB menguat tipis 0,30 persen dan 15,23 persen sepekan. Hal itu membuat BNB dibanderol dengan harga USD 323,95 per koin. 

Kemudian Cardano masih menguat sejak kemarin. Dalam satu hari terakhir ADA naik tipis 0,10 persen dan 5,16 persen sepekan. Dengan begitu, ADA berada pada level USD 0,5345 per koin.

Adapun Solana (SOL) juga meroket pagi ini. Sepanjang satu hari terakhir SOL terbang 2,95 persen dan 3 persen sepekan. Saat ini, harga SOL berada di level USD 42,29 per koin.

XRP turut menguat pada perdagangan pagi ini. XRP naik 1,38 persen dalam 24 jam terakhir dan 0,93 persen dalam sepekan. Dengan begitu, XRP kini dibanderol seharga USD 0,3803 per koin. 

Stablecoin Tether (USDT) dan USD coin (USDC), pada hari ini sama-sama melemah 0,01 persen. Hal tersebut membuat harga keduanya masih bertahan di level USD 1,00

Sedangkan Binance USD (BUSD) melemah 0,03 persen dalam 24 jam terakhir, membuat harganya turun sedikit ke level USD 0,9998.

Adapun untuk keseluruhan kapitalisasi pasar kripto dalam 24 jam terakhir masih bertahan di level USD 1,1 triliun.

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

 

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Jangan Keliru, Ini Perbedaan Bitcoin dan Stablecoin

Bitcoin - Image by mohamed Hassan from Pixabay
Perbesar
Bitcoin - Image by mohamed Hassan from Pixabay

Sebelumnya, saat ini ada banyak token atau koin kripto yang beredar dan dapat diperdagangkan. Data dari Coinmarketcap menunjukkan ada sekitar 20 ribu kripto yang tercatat. 

Dari sekian banyak kripto di dunia ini, Bitcoin dan Stablecoin menjadi yang sering disebut dan dibahas. Bahkan saat ini banyak regulator dunia yang fokus dalam mengatur stablecoin dampak runtuhnya salah satu stablecoin terbesar yaitu Terra USD (UST). 

Lantas apa perbedaan antara kedua aset kripto tersebut? Namun, sebelum memahami perbedaan keduanya, perlu diketahui dulu sebelumnya tentan apa itu Bitcoin dan stablecoin. 

Apa Itu Bitcoin?

Dilansir dari Bitdeal, Senin (8/8/2022), Bitcoin adalah mata uang digital pertama yang dikembangkan oleh Satoshi Nakamoto pada 2008. Bitcoin dan ethereum adalah mata uang kripto yang paling populer digunakan. Pertukaran jenis mata uang virtual ini dienkripsi dan didesentralisasi. 

Dari sekitar 20 ribu kripto yang beredar, Bitcoin menempati peringkat satu berdasarkan kapitalisasi pasarnya. Semenjak Bitcoin muncul, banyak sekali kripto lain yang dikembangkan untuk menyaingi atau memperbarui fitur yang sebelumnya belum ada dalam Bitcoin. 

Apa Itu Stablecoin?

Stablecoin juga merupakan mata uang digital yang dikembangkan untuk meminimalkan volatilitas harga. Ini adalah cryptocurrency yang dipatok dengan nilai aset lain, baik itu sesama cryptocurrency, mata uang fiat, atau komoditas perdagangan atau komoditas lainnya.

Beberapa bulan lalu Stablecoin menjadi topik pembicaraan utama dalam industri kripto. Hal ini terjadi setelah salah satu Stablecoin terbesar yaitu Terra USD (UST) jatuh dari nilai pasaknya. 

UST merupakan salah satu Stablecoin yang dipatok nilainya dengan aset lainnya yaitu kripto Luna Coin dan koin kripto lainnya. 

 

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS


Perbedaan

Ilustrasi Bitcoin. Liputan6.com/Mochamad Wahyu Hidayat
Perbesar
Ilustrasi Bitcoin. Liputan6.com/Mochamad Wahyu Hidayat

Perbedaan Bitcoin dan Stablecoin

Setelah mengetahui pengertian dari kedua kripto tersebut, bisa terlihat jelas perbedaan antara keduanya yaitu Perbedaan pertama yaitu Bitcoin adalah aset kripto terbesar berdasarkan kapitalisasi pasarnya.

Sedangkan Stablecoin bukan aset kripto terbesar, tetapi nilainya dipatok dengan aset lainnya seperti mata uang fiat, emas, dan komoditas lainnya. 

Kemudian perbedaan kedua, Stablecoin adalah cryptocurrency yang memiliki harga non-volatilitas dan Bitcoin adalah cryptocurrency yang harganya fluktuatif. Konsep stablecoin diperkenalkan hanya untuk meminimalkan volatilitas harga Bitcoin. 

Ketiga, Bitcoin adalah salah satu cryptocurrency paling populer yang harganya naik dan turun secara bersamaan yang membuat para pedagang menunggu waktu yang tepat untuk menukarkan Bitcoin mereka.

Sedangkan Stablecoin yang nilainya hanya sama dengan mata uang fiat apa pun dan tidak berubah, membantu pertukarannya kapan saja oleh stablecoin.


Bitcoin Bertahan di Atas Rp 343,2 Juta, Kehilangan 50 Persen Nilai Sejak Awal 2022

Ilustrasi Bitcoin. Liputan6.com/Mochamad Wahyu Hidayat
Perbesar
Ilustrasi Bitcoin. Liputan6.com/Mochamad Wahyu Hidayat

Bitcoin berhasil bertahan di atas USD 23.000 atau sekitar Rp 343,2 juta sepanjang akhir pekan. Hal ini diduga karena sebagian besar investor mulai mencerna dengan baik laporan Departemen Tenaga Kerja AS yang sangat kuat pada Jumat, 5 Agustus 2022.

Cryptocurrency terbesar berdasarkan kapitalisasi pasar baru-baru ini diperdagangkan sekitar USD 23.300 (Rp 347,7 juta), naik sedikit selama 24 jam terakhir dan kira-kira di mana ia memulai akhir pekan. 

Bitcoin sempat turun sejenak di bawah USD 23.000 pada Jumat menyusul laporan Departemen Tenaga Kerja AS. Sejauh ini, Bitcoin telah kehilangan lebih dari 50 persen nilainya sejak awal tahun, anjlok dengan saham, karena investor khawatir tentang ancaman inflasi dan kontraksi ekonomi. 

Namun, aset digital telah menguat bersama dengan saham selama tiga minggu terakhir, di tengah tanda-tanda harapan ekonomi yang mulai sedikit membaik. 

Analis Pasar Senior Oanda America, Edward Moya mengatakan jika Bitcoin dapat bertahan di level USd 23.000, itu bisa sangat menjanjikan untuk prospek jangka menengah.

"Bitcoin telah stabil di sini dan bisa melihat momentum bullish lebih lanjut pada penembusan level USD 25.000,” ujar Moya dikutip dari CoinDesk, Senin (8/8/2022). 

Ethereum, kripto terbesar kedua berdasarkan kapitalisasi pasar, baru-baru ini diperdagangkan sekitar USD 1.700. Kripto besar lainnya beragam dengan Theta dan ATOM masing-masing naik lebih dari 7 persen dan 6 persen pada satu titik.


Korelasi Kripto dan Saham

Bitcoin - Image by Benjamin Nelan from Pixabay
Perbesar
Bitcoin - Image by Benjamin Nelan from Pixabay

Korelasi Kripto dan Saham

Kripto kembali selaras dengan pasar ekuitas utama pada Jumat, yang turun mengikuti angka pekerjaan sebelum mendapatkan kembali kekuatan di sore hari untuk berakhir datar. 

Nasdaq yang berbasis teknologi turun 0,5 persen pada Jumat sementara S&P 500, yang memiliki komponen teknologi kuat, turun 0,2 persen. Namun demikian, kedua indeks menguat untuk minggu ketiga berturut-turut, tidak hanya didukung oleh tanda-tanda pertumbuhan yang lambat tetapi juga prakiraan optimis dari sejumlah merek teknologi dan jasa keuangan global.

Berita di Industri Kripto

Sementara itu, industri kripto mengalami campuran berita baik dan buruk. Pada Senin pekan lalu, eksploitasi protokol pesan lintas rantai Nomad alami peretasan senilai USD 200 juta. 

Di sisi lain, berita baik muncul dari inisiatif terbaru yang melibatkan investor institusi besar. Manajer aset Brevan Howard telah menyelesaikan peluncuran dana lindung nilai kripto terbesar yang pernah ada, dengan lebih dari USD 1 miliar aset yang dikelola.

Kemudian, BlackRock membentuk kemitraan dengan pertukaran kripto Coinbase untuk membuat kripto tersedia langsung bagi investor institusi. 

 

 

INFOGRAFIS: 10 Mata Uang Kripto dengan Valuasi Terbesar (Liputan6.com / Abdillah)
Perbesar
INFOGRAFIS: 10 Mata Uang Kripto dengan Valuasi Terbesar (Liputan6.com / Abdillah)
Lanjutkan Membaca ↓

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya