Sewa Pembunuh Bayaran Pakai Bitcoin, Wanita di Mississippi Dijerat 10 Tahun Penjara

Oleh Gagas Yoga Pratomo pada 09 Agu 2022, 07:00 WIB
Diperbarui 09 Agu 2022, 07:00 WIB
Crypto Bitcoin
Perbesar
Bitcoin adalah salah satu dari implementasi pertama dari yang disebut cryptocurrency atau mata uang kripto.

Liputan6.com, Jakarta - Departemen Kehakiman AS menghukum seorang wanita di Mississippi berusia 40 tahun yaitu Jessica Sledge. Sledge dihukum dengan undang-undang maksimum 10 tahun di Penjara Federal. 

Dilansir dari Cryptopotato, Senin, 8 Agustus 2022, hukuman ini atas perbuatan Sledge yang pada 2021, menyewa seorang "pembunuh bayaran" dan membayarnya senilai USD 10.000 atau sekitar Rp 148,9 juta dalam bentuk bitcoin untuk membunuh suaminya.

Pada September 2021, agen penegak hukum Amerika menerima informasi, Jessica Sledge telah menyewa seorang pembunuh melalui Dark Web. Sebulan kemudian, dia membayar bitcoin senilai USD 10.000 sehingga dia bisa membunuh suaminya.

Sadar akan niat Sledge, seorang petugas polisi yang menyamar menghubunginya, mengidentifikasi dirinya sebagai "pembunuh bayaran" yang dia tunjuk untuk tugas itu. Setelah serangkaian percakapan yang direkam, dia mengkonfirmasi transaksi kripto dan tujuannya.

Pada November 2021, Sledge setuju untuk bertemu dengan agen FBI yang dia pikir adalah pembunuhnya, memberinya pembayaran tunai tambahan, dan sekali lagi membuktikan rencana pembunuhannya.

Akibatnya, pihak berwenang memiliki cukup bukti untuk menangkapnya. Menurut pengumuman baru-baru ini, Hakim Distrik Amerika Serikat Carlton W. Reeves menghukumnya dengan hukuman maksimum 120 bulan penjara. 

Dia juga harus membayar denda USD 1.000, sementara agen penegak hukum akan secara ketat memantau tindakannya untuk jangka waktu tiga tahun setelah dia dibebaskan. 

Berkat operasi akurat dari pihak berwenang Amerika, korban yang adalah suami Sledge berhasil selamat dan tidak terluka. 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

 

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Ingin Fokus pada Bitcoin, Michael Saylor Tinggalkan Posisi CEO MicroStrategy

Bitcoin - Image by Benjamin Nelan from Pixabay
Perbesar
Bitcoin - Image by Benjamin Nelan from Pixabay

Sebelumnya, Michael Saylor dari MicroStrategy meninggalkan perannya sebagai CEO untuk menjadi Ketua Eksekutif perusahaan, menurut sebuah pernyataan yang dirilis oleh perusahaan pada Selasa, 2 Agustus 2022 Nantinya, Presiden perusahaan, Phong Le, akan mengambil alih kendali dari Saylor.

Sebagai Ketua Eksekutif Saylor akan dapat lebih fokus pada strategi akuisisi bitcoin dan inisiatif advokasi bitcoin terkait, sementara Phong akan diberdayakan sebagai CEO untuk mengelola operasi perusahaan secara keseluruhan.

Saylor telah berperan sebagai kepala eksekutif sejak meluncurkan perusahaan pada 1989. MicroStrategy go public pada 1998. Saham MicroStrategy telah turun lebih dari 48 persen pada 2022. Bitcoin turun lebih dari 51 persen selama periode waktu yang sama. 

Hal ini tentunya memengaruhi perusahaan karena jumlah eksposure pada Bitcoin yang cukup banyak.

“Saya percaya bahwa pemisahan peran Ketua dan CEO akan memungkinkan kami untuk lebih mengejar dua strategi perusahaan kami untuk memperoleh dan memegang bitcoin dan mengembangkan bisnis perangkat lunak analitik perusahaan kami,” kata Saylor dalam keterangan tertulis, dikutip dari CNBC, Rabu, 3 Agustus 2022.

 

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS


Tambah Bitcoin ke Neraca Perusahaan

Ilustrasi Bitcoin. Liputan6.com/Mochamad Wahyu Hidayat
Perbesar
Ilustrasi Bitcoin. Liputan6.com/Mochamad Wahyu Hidayat

Pengumuman itu muncul saat perusahaan mengumumkan pendapatan kuartal kedua, di mana total pendapatannya turun 2,6 persen dibandingkan tahun lalu. Perusahaan juga melaporkan biaya penurunan nilai sebesar USD 918 juta atau sekitar Rp 13,6 triliun pada nilai aset digitalnya, mungkin terutama bitcoin.

MicroStrategy telah menambahkan bitcoin ke neraca perusahaannya selama dua tahun terakhir. Perusahaan sekarang telah menghabiskan hampir USD 4 miliar untuk memperoleh bitcoin dengan harga rata-rata USD 30.700.

MicroStrategy telah menggunakan utang perusahaan untuk membeli bitcoin, dan pada Maret, Saylor memutuskan untuk mengambil langkah lain menuju normalisasi keuangan yang didukung bitcoin ketika ia meminjam USD 205 juta menggunakan bitcoinnya sebagai jaminan untuk membeli lebih banyak cryptocurrency.


Harga Bitcoin Meningkat 9 Persen dalam 7 Hari Terakhir

Ilustrasi Bitcoin. Liputan6.com/Mochamad Wahyu Hidayat
Perbesar
Ilustrasi Bitcoin. Liputan6.com/Mochamad Wahyu Hidayat

Sebelumnya, pergerakan pasar aset kripto menjelang akhir pekan pertama Agustus 2022, terlihat terjadi sedikit penguatan. Sepanjang pekan ini, pasar kripto mengalami pergerakan harga yang cukup berombak. Penguatan di pasar kripto pun tak sekuat seperti pekan lalu. 

Berdasarkan pantauan data dari Coinmarketcap, Jumat sore, 5 Agustus 2022, mayoritas kripto jajaran teratas berdasarkan kapitalisasi pasarnya berada di zona hijau dengan penguatan tipis. Misalnya Bitcoin menguat 0,48 persen dan diperdagangkan di kisaran USD 23.176 atau setara Rp 345 juta. 

Mengenai pergerakan pasar kripto dan bitcoin pada pekan pertama Agustus 2022, Country Manager, Luno Indonesia, Jay Jayawijayaningtiyas mengatakan, Juli menjadi bulan terbaik tahun ini untuk pasar aset kripto. Hal ini karena Indeks Kapitalisasi Menengah, Kecil, dan Besar masing-masing telah tumbuh sebesar 40 persen, 30 persen, dan 26 persen.

“Harga Bitcoin juga meningkat 9 persen dalam tujuh hari terakhir dan diperdagangkan di rentang USD 18,000 atau sekitar Rp 68 juta hingga USD 24,000 (Rp 356 juta), di mana investor telah kembali berinvestasi Bitcoin di rentang harga tersebut,” jelas Jay dalam keterangan tertulis, dikutip Jumat, 5 Agustus 2022.

Adapun Jay menambahkan, tren positif di pasar aset kripto belakangan ini didorong oleh meningkatnya optimisme pasar setelah pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) minggu lalu saat Bank Sentral AS (The Fed) diprediksi akan memangkas suku bunga lebih cepat dari yang diperkirakan.

 

INFOGRAFIS: 10 Mata Uang Kripto dengan Valuasi Terbesar (Liputan6.com / Abdillah)
Perbesar
INFOGRAFIS: 10 Mata Uang Kripto dengan Valuasi Terbesar (Liputan6.com / Abdillah)
Lanjutkan Membaca ↓

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya