Banyak Perusahaan Kripto Nyaris Bangkrut, Ini Dampaknya terhadap Pasar

Oleh Gagas Yoga Pratomo pada 05 Jul 2022, 12:00 WIB
Diperbarui 05 Jul 2022, 12:00 WIB
Ilustrasi Mata Uang Kripto, Mata Uang Digital. Kredit: WorldSpectrum from Pixabay
Perbesar
Ilustrasi Mata Uang Kripto, Mata Uang Digital. Kredit: WorldSpectrum from Pixabay

Liputan6.com, Jakarta - - Belakangan ini banyak berita buruk yang mengelilingi industri kripto yaitu mengenai kasus berbagai perusahaan utama kripto yang terancam bangkrut. Penurunan harga kripto belakangan ini memang telah mengguncang investor baik ritel maupun institusional.

Lantas, dengan banyaknya perusahaan kripto yang bermasalah dan berpotensi bangkrut ini akan berdampak pada pasar kripto dan mengulangi lingkaran yang sama? 

Menanggapi hal ini, Trader Tokocrypto, Afid Sugiono menjelaskan rentetan sentimen negatif, mulai dari musibah 3AC, rumor FTX akuisisi BlockFi hingga broker aset kripto, Voyager Digital Ltd mengumumkan suspensi atas trading, berhasil mengantar nilai kapitalisasi pasar kripto ke kisaran USD 800 miliar (Rp 11.988 triliun), turun drastis dari posisinya awal tahun USD 2 triliun.

"Buntut atas musibah yang menimpa perusahaan kripto akan berdampak negatif bagi market," kata Afid kepada Liputan6.com, Selasa (5/7/2022). 

Menurut Afid, angka kapitalisasi yang rendah itu membuat pasar kripto mencatat salah satu performa terburuknya sepanjang masa di semester I ini. 

Adapun Afid mengatakan kerugian yang dialami pasar kripto sepanjang 2022 ini disebabkan oleh berbagai sentimen. 

"Kerugian Juni lalu datang di tengah kenaikan sentimen ekonomi makro, inflasi yang dipicu oleh COVID-19 dan perang Rusia-Ukraina yang sedang berlangsung hingga kekhawatiran inflasi dan risiko sistemik dari dalam ekosistem kripto,” jelas Afid. 

Di tengah kondisi yang penuh sentimen negatif ini, pergerakan pasar kripto ke depan berdasarkan analisis data on-chain dan sisi teknikal, aset kripto masih berpotensi melemah cukup dalam. 

Meskipun level harga aset kripto saat ini terbilang sideways atau datar. Pergerakan pasar kripto sejatinya mengikuti sentimen investor secara umum yang tengah menghindari risiko, sama seperti yang tercermin dari pelemahan di pasar saham AS,” pungkas Afid. 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

 
 
 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Perusahaan Kripto Three Arrows Capital Ajukan Kebangkrutan

Ilustrasi kripto (Foto: Unsplash/Kanchanara)
Perbesar
Ilustrasi kripto (Foto: Unsplash/Kanchanara)

Sebelumnya, perusahaan dana lindung nilai kripto Three Arrows Capital (3AC) mencari perlindungan dari kreditur di Amerika Serikat di bawah Bab 15 dari Kode Kepailitan di AS. yang memungkinkan debitur asing untuk melindungi aset AS, menurut pengajuan pengadilan pada Jumat, 1 Juli 2022.

Dilansir dari CNBC, Senin (4/7/2022), perusahaan non AS menggunakan Bab 15 untuk memblokir kreditur yang ingin mengajukan tuntutan hukum atau mengikat aset di Amerika Serikat. 

Tujuan utama dari kebangkrutan Bab 15 adalah untuk mempromosikan kerja sama antara pengadilan AS, perwakilan mereka yang ditunjuk, dan pengadilan asing dan untuk membuat proses hukum kebangkrutan internasional lebih dapat diprediksi dan adil bagi debitur dan kreditor.

3AC yang berbasis di Singapura adalah salah satu korban terbesar dari apa yang disebut "crypto winter". Informasi terakhir mengenai perusahaan ini yaitu telah memasuki fase likuidasi. 

Perwakilan untuk 3AC mengajukan petisi di Pengadilan Kepailitan AS untuk Distrik Selatan New York pada Jumat, menurut dokumen pengadilan. Sebelumnya, pada Kamis, regulator keuangan Singapura menuduh 3AC melebihi ambang batas asetnya dan memberikan informasi palsu.

3AC, yang didirikan bersama oleh Zhu Su dan Kyle Davies, adalah salah satu dana lindung nilai kripto yang paling menonjol (yang berfokus pada investasi dalam aset digital seperti mata uang kripto) dan dikenal dengan taruhannya yang sangat leverage. Zhu memiliki pandangan yang sangat bullish tentang bitcoin.

Tetapi penurunan harga mata uang digital, yang telah menyebabkan miliaran dolar terhapus dari pasar dalam beberapa pekan terakhir, telah merugikan 3AC dan mengekspos krisis likuiditas di perusahaan.


Perusahaan Dana Lindung Nilai Kripto Three Arrows Capital Terancam Jual Aset

Ilustrasi Mata Uang Kripto, Mata Uang Digital.
Perbesar
Ilustrasi Mata Uang Kripto, Mata Uang Digital. Kredit: WorldSpectrum from Pixabay

Sebelumnya, perusahaan dana lindung nilai cryptocurrency Three Arrows Capital Ltd sedang menjajaki berbagai opsi atas dampak penurunan pasar kripto saat ini. Berbagai opsi, termasuk penjualan aset dan bailout oleh perusahaan lain. 

Pasar kripto telah mengalami kerugian besar, dengan perusahaan seperti Coinbase, Gemini, Blockfi dan Crypto.com memberhentikan ribuan karyawan, karena investor menjual aset berisiko di lingkungan suku bunga yang meningkat.

Dilansir dari Channel News Asia, Sabtu (18/6/2022), Three Arrows Capital gagal memenuhi panggilan margin akhir pekan lalu. Hedge fund berusia 10 tahun, yang didirikan oleh Su Zhu dan Kyle Davies, telah mempekerjakan penasihat hukum dan keuangan untuk membantu mencari solusi bagi investor dan pemberi pinjaman.

Pasar Cryptocurrency diguncang bulan lalu oleh keruntuhan spektakuler terra USD dan saudaranya token luna setelah stablecoin kehilangan pasaknya terhadap dolar.

"Situasi Terra-Luna membuat kami sangat lengah," menurut laporan Wall Street Journal, menambahkan Three Arrows menginvestasikan sekitar USD 200 juta atau setara Rp 2,9 triliun di Luna.

Keruntuhan pasar kripto secara beruntun ini memang sangat berdampak pada hampir pelaku utama industri kripto. Pada Jumat, Kepala Eksekutif Perdagangan Genesis Michael Moro mentweet broker utama aset digitalnya "mengurangi kerugian kami" dengan rekanan besar yang gagal memenuhi margin call awal minggu ini.


Dampak Koreksi Harga Kripto

Aset Kripto
Perbesar
Perkembangan pasar aset kripto di Indonesia. foto: istimewa

Moro mengatakan, Genesis yang berbasis di New York menjual dan melindungi semua agunan likuid dari rekanan yang tidak memenuhi margin call untuk meminimalkan kerugian, dan tidak ada dana klien yang terpengaruh.

"Kami akan secara aktif mengejar pemulihan pada setiap potensi kerugian sisa melalui segala cara yang tersedia, namun potensi kerugian kami terbatas dan dapat terjaring terhadap neraca kami sendiri sebagai sebuah organisasi," kata Moro. 

Kemudian, pemberi pinjaman kripto yang berbasis di New Jersey, BlockFi, termasuk di antara beberapa kelompok yang melikuidasi setidaknya beberapa posisi Three Arrows, menurut laporan FT pada Kamis, mengutip sumber tak dikenal yang mengetahui masalah tersebut.

CEO BlockFi Zac Prince membuat cuitan pada Kamis, perusahaannya melikuidasi agunan terhadap pinjaman kepada klien besar yang tidak disebutkan namanya. 

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya