Harga Kripto Hari Ini Selasa 5 Juli 2022: Bitcoin Menghijau, Solana Pimpin Penguatan

Oleh Gagas Yoga Pratomo pada 05 Jul 2022, 06:08 WIB
Diperbarui 05 Jul 2022, 06:08 WIB
Ilustrasi aset kripto, mata uang kripto, Bitcoin, Ethereum, Ripple
Perbesar
Ilustrasi aset kripto, mata uang kripto, Bitcoin, Ethereum, Ripple. Kredit: WorldSpectrum via Pixabay

Liputan6.com, Jakarta - Harga Bitcoin dan kripto teratas lainnya terpantau kompak menguat pada perdagangan Selasa, 5 Juli 2022. Kripto yang sebelumnya melemah, pagi ini berhasil menguat.

Berdasarkan data dari Coinmarketcap, Selasa (5/7/2022) pagi, kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar, Bitcoin (BTC) menguat tipis 2,84 persen dalam 24 jam, tetapi masih melemah  4,82 persen sepekan.

Saat ini, harga bitcoin berada di level USD 19.883 per koin atau setara Rp 298,1 juta (asumsi kurs Rp 14.994 per dolar AS). 

Ethereum(ETH) juga berhasil menguat pagi ini. Selama 24 jam terakhir, ETH naik 5,12 persen, tetapi masih melemah 6,45 persen dalam sepekan. Dengan begitu, saat ini ETH berada di level USD 1.131 per koin. 

Kripto selanjutnya, Binance coin (BNB) kembali merangkak naik ke zona hijau. Dalam 24 jam terakhir BNB menguat 4,04 persen. Namun masih loyo 3,01 persen sepekan. Hal itu membuat BNB dibanderol dengan harga USD 228,29 per koin. 

Kemudian Cardano (ADA) pagi ini juga berhasil pulih. Dalam satu hari terakhir ADA menguat 1,16 persen, tetapi masih ambles 5,89 persen sepekan. Dengan begitu, ADA berada pada level USD 0,4633 per koin.

Adapun Solana (SOL) kembali menguat pagi ini Sepanjang satu hari terakhir SOL naik 7,78 persen, tetapi masih terkoreksi 7,39 persen sepekan. Saat ini, harga SOL berada di level USD 36,06 per koin.

XRP masih menguat sejak kemarin. XRP naik tipis 1,36 persen dalam 24 jam terakhir, tetapi masih melemah 8,58 persen dalam sepekan. Dengan begitu, XRP kini dibanderol seharga USD 0,3255 per koin. 

Stablecoin Tether (USDT) dan USD coin (USDC), pada hari ini sama-sama melemah 0,03 persen. Dengan begitu membuat USDT berada di level USD 0,9991 dan USDC dihargai USD 1,00.

Sedangkan Binance USD (BUSD) menguat 0,11 persen dalam 24 jam terakhir yang membuat harganya kembali naik ke level USD 1,00

Adapun untuk keseluruhan kapitalisasi pasar kripto kembali menguat cukup besar pada hari ini yaitu di level USD 899 miliar dari sebelumnya di level USD 875,2 miliar.

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

 

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Jutawan Bitcoin Turun Hampir 70 Persen sepanjang 2022

Bitcoin - Image by Benjamin Nelan from Pixabay
Perbesar
Bitcoin - Image by Benjamin Nelan from Pixabay

Sebelumnya, sejak awal tahun, pasar cryptocurrency telah kehilangan nilai lebih dari USD 1 triliun atau sekitar Rp 14.953 triliun dari kapitalisasi pasarnya karena banyaknya tekanan menimpa aset digital itu. Akibatnya krisis melanda seluruh sektor aset digital dalam skala global.

Sebagai konsekuensi langsung dari ini, pemegang mata uang digital unggulan, Bitcoin (BTC) telah terkena dampak keras dari kehancuran pasar, sebagaimana dibuktikan oleh fakta jumlah jutawan BTC menurun secara signifikan hampir 70 persen di paruh pertama 2022.

Dilansir dari Finbold, Senin (4/7/2022) menunjukkan pada 29 Juni 2022, jumlah jutawan Bitcoin mencapai 30.626. Secara khusus, alamat dengan saldo BTC lebih dari USD 1 juta adalah 26.284, menurut statistik BitInfoCharts.com. Sementara itu, ada 4.342 alamat dompet yang memiliki saldo gabungan sekitar USD 10 juta atau lebih. 

Ketika menggunakan alat arsip web Wayback Machine, pada 5 Januari 2022, 99.092 alamat BTC dengan Bitcoin senilai lebih dari USD 1 juta dilaporkan, turun 69,09 persen sejak awal tahun.

Jutawan Bitcoin turun drastis

Sejak awal Januari, jumlah jutawan Bitcoin telah turun drastis, tetapi penurunan itu lebih mengesankan jika kita mengambil tanggal lebih jauh ke belakang ke Oktober 2021, ketika BTC diperdagangkan mendekati level tertinggi sepanjang masa, kerugiannya lebih spektakuler.

Faktanya, ketika 116.139 alamat Bitcoin dikonfirmasi menjadi jutawan pada 28 Oktober 2021, itu akan menunjukkan penurunan 73,62 persen antara saat itu hingga 29 Juni 2022.

Kinerja aset terus dipengaruhi secara negatif oleh sejumlah masalah, beberapa di antaranya termasuk peningkatan pengawasan regulasi, kondisi pasar yang bergejolak, gejolak geopolitik, kenaikan inflasi dan kenaikan suku bunga.

Dengan ketidakpastian pasar seperti itu, lebih banyak pedagang kripto mencari Bitcoin untuk jangka pendek. 

 

 


Miliarder Ini Sebut Banyak Pertukaran Kripto Bakal Bangkrut

Ilustrasi Bitcoin. Liputan6.com/Mochamad Wahyu Hidayat
Perbesar
Ilustrasi Bitcoin. Liputan6.com/Mochamad Wahyu Hidayat

Sebelumnya, miliarder dan pendiri pertukaran kripto FTX Sam Bankman-Fried mengungkapkan apa yang disebut musim dingin kripto belum berakhir dan sejumlah pertukaran cryptocurrency telah kehabisan uang tunai. Hal itu membuat beberapa perusahaan kripto lain terancam bangkrut.

"Ada beberapa bursa tingkat ketiga yang diam-diam sudah bangkrut,” ungkap Bankman-Fried kepada Forbes, dikutip dari CNBC, Minggu, 2 Juli 2022.

Kekayaan pria berusia 30 tahun itu sendiri telah mengalami penurunan yang signifikan pada 2022 karena kripto telah jatuh, tetapi masih berada di USD 8,1 miliar atau sekitar Rp 121,81 triliun (asumsi kurs Rp 14.961 per dolar AS) menurut Bloomberg.

Perusahaan kripto milik Bankman-Fried, FTX saat ini telah menjadi pemberi pinjaman terakhir bagi beberapa perusahaan kripto yang terancam bangkrut. Pinjaman yang terbaru, FTX hampir sepakat untuk membeli perusahaan pinjaman kripto BlockFi sekitar USD 25 juta.


Seperti Gelembung Dot Com pada 2000

Ilustrasi Bitcoin. Liputan6.com/Mochamad Wahyu Hidayat
Perbesar
Ilustrasi Bitcoin. Liputan6.com/Mochamad Wahyu Hidayat

Namun, Bankman-Fried mengatakan ada lebih banyak perusahaan kripto yang kemungkinan akan bangkrut.

“Ada perusahaan yang pada dasarnya terlalu jauh dan tidak praktis untuk mendukung mereka karena alasan seperti lubang besar di neraca, masalah peraturan atau tidak banyak bisnis yang tersisa untuk diselamatkan,” ujar Bankman-Fried. 

Rekan miliarder dan pemilik Dallas Mavericks, Mark Cuban sebelumnya menggambarkan penurunan kripto saat ini mirip dengan gelembung dotcom awal 2000-an, ketika investasi spekulatif menggelembungkan penilaian perusahaan berbasis internet selama rentang 5 tahun sebelum jatuh tajam pada 2001 dan 2002.

"Kripto sedang mengalami jeda yang dialami internet awal. Ruang saat ini terjebak dalam fase imitasi di mana ada terlalu banyak perusahaan dengan utilitas baru yang terlalu sedikit. Seperti Bankman-Fried, dia memperkirakan lebih banyak perusahaan akan gagal,” kata Cuban. 

Adapun Cuban memiliki pandangan yang sama dengan Bankman-Fried di mana akan banyak perusahaan kripto yang tidak kuat bertahan. 

 

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya