Perusahaan Kripto Ini Masuki Tahap Likuidasi Akibat Anjloknya Pasar

Oleh Gagas Yoga Pratomo pada 30 Jun 2022, 19:08 WIB
Diperbarui 30 Jun 2022, 19:08 WIB
Ilustrasi Mata Uang Kripto, Mata Uang Digital.
Perbesar
Ilustrasi Mata Uang Kripto, Mata Uang Digital. Kredit: WorldSpectrum from Pixabay

Liputan6.com, Jakarta - Dana lindung nilai cryptocurrency, Three Arrows Capital (3AC) telah memasuki ke tahap likuidasi, berdasarkan informasi dari seseorang yang mengetahui masalah tersebut mengatakan. Hal ini semakin memastikan 3AC sebagai salah satu korban besar dari penurunan pasar kripto baru-baru ini. 

Dilansir dari CNBC, Kamis (30/6/2022), berita soal likuidasi 3AC pertama kali dilaporkan oleh penyiar Sky pada Rabu, 30 Mei 2022. Namun, rumor soal likuidasi ini telah muncul beberapa waktu lalu. Sebelumnya, pada 15 Juni 2022, salah satu pendiri 3AC berusaha untuk mengatasi rumor likuidasi dalam sebuah cuitan di Twitter, dengan mengatakan perusahaan "berkomitmen penuh untuk menyelesaikan ini".

Pada pekan ini, pialang kripto Voyager Digital menyebut 3AC dalam sebuah pemberitahuan karena gagal melakukan pembayaran pinjaman 15.250 bitcoin (USD 324 juta) atau sekitar Rp 4,8 triliun dan USDC senilai USD 350 juta atau sekitar Rp 5,2 triliun. 

Adapun, perintah dari pengadilan British Virgin Islands pada Senin juga memerintahkan likuidasi untuk 3AC. Dalam hal ini, perusahaan konsultan Teneo telah ditunjuk sebagai likuidator.

3AC, yang didirikan bersama oleh Zhu Su dan Kyle Davies, adalah salah satu dana lindung nilai kripto yang paling menonjol dan dikenal dengan taruhannya yang sangat leverage. Zhu sendiri memiliki pandangan yang sangat bullish kepada bitcoin.

Akan tetapi, penurunan harga mata uang digital yang telah menyebabkan miliaran dolar terhapus dari pasar dalam beberapa pekan terakhir, merugikan 3AC dan mengekspos krisis likuiditas di perusahaan.

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

 

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Masalah Likuiditas

Crypto Bitcoin
Perbesar
Bitcoin adalah salah satu dari implementasi pertama dari yang disebut cryptocurrency atau mata uang kripto.

The Financial Times melaporkan awal bulan ini pemberi pinjaman kripto yang berbasis di AS BlockFi dan Genesis melikuidasi beberapa posisi di 3AC. 3AC telah meminjam dari BlockFi tetapi tidak dapat memenuhi margin call.

Margin call adalah situasi di mana investor harus mengeluarkan lebih banyak dana untuk menghindari kerugian pada perdagangan yang dilakukan dengan uang pinjaman.

Pelepasan 3AC telah memicu ketakutan penularan ke bagian pasar yang berpotensi terkena perusahaan.

Perusahaan cryptocurrency lainnya juga menghadapi masalah likuiditas. Perusahaan pemberi pinjaman Celsius dan pertukaran cryptocurrency CoinFlex terpaksa menghentikan penarikan untuk pelanggan dengan alasan “kondisi pasar yang ekstrem.”

Namun, CoinFlex memiliki masalah lain dengan pelanggan yang gagal membayar utang USD 47 juta, menciptakan masalah likuiditas bagi perusahaan.


Pasar Kripto Lanjutkan Koreksi Dampak Sentimen Negatif dari Industri

Ilustrasi kripto (Foto: Unsplash/Kanchanara)
Perbesar
Ilustrasi kripto (Foto: Unsplash/Kanchanara)

Sebelumnya, Bitcoin selama 10 hari terakhir, berhasil bertengger di atas USD 20.000 atau sekitar Rp 297,2 juta. Namun, pada Kamis (30/6/2022) dini hari, Bitcoin sempat turun ke level USD 19.954 menurut data dari Coinmarketcap. 

Akan tetapi, penurunan tak terjadi lama, Bitcoin kembali naik di kisaran USD 20.000. Kripto terbesar itu masih bertahan di sekitar USD 20.200, bahkan di tengah berbagai sentimen negatif berita industri terbaru yang memicu kecemasan. Salah satunya laporan perintah oleh pengadilan Kepulauan Virgin Inggris untuk likuidasi dana lindung nilai kripto Three Arrows Capital. 

Analis senior Oanda, Edward Moya mengatakan banyak sekali berita buruk di industri kripto belakangan ini.

"Kekhawatiran berkembang bahwa runtuhnya Three Arrows Capital dapat memicu penularan pasar lebih lanjut,” kata Moya dikutip dari CoinDesk, Kamis, 30 Juni 2022.

Sedikit perubahan dari polanya sepanjang tahun, kripto menyimpang dari indeks saham utama AS, yang datar selama Rabu setelah Powell mengatakan inflasi dapat terus meningkat, akibat dampak mengganggu dari pandemi COVID-19, dan menegaskan kembali Komitmen Fed untuk mengatasi tekanan harga bahkan dengan mengorbankan resesi.


Bencana Three Arrow Capital Berlanjut

Ilustrasi Mata Uang Kripto, Mata Uang Digital. Kredit: WorldSpectrum from Pixabay
Perbesar
Ilustrasi Mata Uang Kripto, Mata Uang Digital. Kredit: WorldSpectrum from Pixabay

Komentar Powell menawarkan sedikit kenyamanan bagi investor kripto yang sudah bergulat dengan bencana Three Arrows yang sedang berlangsung. 

Perusahaan telah menderita kerugian besar dalam penurunan tajam baru-baru ini dan menghadapi kemungkinan kebangkrutan setelah mengeluarkan setidaknya USD 400 juta dalam likuidasi. 

Pialang kripto Voyager Digital mengeluarkan pemberitahuan ke 3AC minggu ini setelah dana tersebut gagal melakukan pembayaran yang diperlukan atas pinjaman sebesar 15.250 bitcoin dan USD 350 juta dalam USDC. Saham Voyager jatuh setelah mengungkapkan eksposurnya ke 3AC.

3AC telah menjadi investor aktif dalam industri aset digital dalam beberapa tahun terakhir dengan investasi di seluruh NFT, keuangan terdesentralisasi, perusahaan blockchain layer 1 dan perusahaan kripto.

Di tengah kasus 3AC yang terjadi, Moya pesimis tentang potensi bitcoin ke depan untuk mempertahankan harganya di level USD 20.000. 

 

INFOGRAFIS: 10 Mata Uang Kripto dengan Valuasi Terbesar (Liputan6.com / Abdillah)
Perbesar
INFOGRAFIS: 10 Mata Uang Kripto dengan Valuasi Terbesar (Liputan6.com / Abdillah)
Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya