Tekanan Terus Meningkat, Harga Bitcoin Sempat Jatuh di Bawah Rp 297,4 Juta

Oleh Gagas Yoga Pratomo pada 30 Jun 2022, 10:32 WIB
Diperbarui 30 Jun 2022, 10:32 WIB
Crypto Bitcoin
Perbesar
Bitcoin adalah salah satu dari implementasi pertama dari yang disebut cryptocurrency atau mata uang kripto.

Liputan6.com, Jakarta - Bitcoin sempat turun di bawah USD 20.000 atau sekitar Rp 297,4 juta pada Kamis (30/6/2022) dini hari karena sejumlah faktor dari kekhawatiran makroekonomi hingga masalah dengan perusahaan cryptocurrency terus membebani pasar.

Cryptocurrency terbesar di dunia terakhir diperdagangkan naik kurang dari 1 persen pada USD 20.359,25, menurut data CoinMetrics. Sebelumnya pada Kamis dini hari, bitcoin turun ke level USD 19.841.

Bitcoin telah diperdagangkan dalam kisaran yang ketat dalam dua minggu terakhir tidak mampu membuat pergerakan besar jauh di atas USD 22.000.

Analis di bursa cryptocurrency Bitfinex mengatakan hal yang dapat membuat harga bitcoin jatuh ke depannya adalah resesi yang menjulang dan tingkat inflasi yang menjamur.

Wakil presiden pengembangan perusahaan dan internasional di pertukaran kripto Luno, Vijay Ayyar mengatakan, bitcoin kemungkinan akan diperdagangkan antara USD 17.000 dan USD 22.000 untuk sementara waktu.

Hal ini mengingat sentimen pasar saat ini. Selain itu kenaikan suku bunga yang diharapkan dari Federal Reserve AS pada Juli mendatang terus membebani semua aset berisiko.

“Sebagian besar pemantulan dijual selama beberapa minggu terakhir, biasanya dikategorikan sebagai pemantulan pasar beruang, bertujuan untuk menjebak pembeli yang terlambat, hanya untuk membuat mereka menjual posisi lebih rendah,” kata Ayyar, dikutip dari CNBC, Kamis (30/6/2022). 

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

 

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Masalah Likuiditas Kripto

Ilustrasi kripto (Foto: Unsplash/Kanchanara)
Perbesar
Ilustrasi kripto (Foto: Unsplash/Kanchanara)

Jatuhnya harga selama beberapa minggu terakhir, yang telah menghapus nilai miliaran dolar dari pasar cryptocurrency telah mengekspos masalah likuiditas utama di perusahaan-perusahaan di seluruh industri. 

Bulan ini, pemberi pinjaman kripto Celsius menghentikan penarikan untuk pengguna dengan alasan “kondisi pasar yang ekstrem.” Pertukaran kripto CoinFlex juga menghentikan penarikan untuk pelanggan setelah satu klien gagal membayar hutang kepada perusahaan.

Sementara itu, dana lindung nilai kripto terkemuka Three Arrows Capital gagal membayar lebih dari USD 670 juta pinjaman dari Voyager Digital. 

Di sisi lain miliarder kripto sekaligus CEO pertukaran cryptocurrency FTX, Sam Bankman-Fried, telah turun tangan untuk menyelamatkan perusahaan-perusahaan yang kesulitan termasuk BlockFi dan Voyager Digital dengan menawarkan jalur kredit.


Harga Kripto Kamis Pagi 30 Juni 2022

Aset Kripto
Perbesar
Perkembangan pasar aset kripto di Indonesia. foto: istimewa

Sebelumnya, menjelang akhir Juni 2022, harga Bitcoin dan kripto jajaran teratas terpantau alami pergerakan harga yang kompak pada Kamis (30/6/2022) pagi. Mayoritas kripto jajaran teratas masih terjebak di zona merah.

Berdasarkan data dari Coinmarketcap, Kamis (30/6/2022) pagi, kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar, Bitcoin (BTC) melemah 0,60 persen persen dalam 24 jam, tetapi masih menguat 1,41 persen dalam sepekan.

Saat ini, harga bitcoin berada di level USD 20.253 per koin atau setara Rp 301,1 juta (asumsi kurs Rp 14.868 per dolar AS). 

Ethereum (ETH) juga masih ambles pagi ini. Selama 24 jam terakhir, ETH turun 4,16 persen, tetapi masih menguat 5,39 persen dalam sepekan. Dengan begitu, saat ini ETH berada di level USD 1.114 per koin. 

Kripto selanjutnya, Binance coin (BNB) juga tertahan di zona merah. Dalam 24 jam terakhir BNB melemah 4,21 persen. Namun BNB masih menguat 3,18 persen sepekan. Hal itu membuat BNB dibanderol dengan harga USD 221,60 per koin. 

 

 


Harga Kripto Lainnya

Ilustrasi aset kripto, mata uang kripto, Bitcoin, Ethereum, Ripple
Perbesar
Ilustrasi aset kripto, mata uang kripto, Bitcoin, Ethereum, Ripple. Kredit: WorldSpectrum via Pixabay

Kemudian Cardano (ADA) pagi ini juga harus masih terkoreksi. Dalam satu hari terakhir ADA terkoreksi 1,35 persen, tetapi masih menguat tipis 1,82 persen sepekan. Dengan begitu, ADA berada pada level USD 0,4698 per koin.

Adapun Solana (SOL) juga masih terpuruk. Sepanjang satu hari terakhir SOL melemah 4,91 persen dan 1,32 persen sepekan. Saat ini, harga SOL berada di level USD 34,25 per koin.

XRP tetap melemah pagi ini. XRP turun 3,03 persen dalam 24 jam terakhir, tetapi masih menguat 2,72 persen dalam sepekan. Dengan begitu, XRP kini dibanderol seharga USD 0,3324 per koin. 

Stablecoin Tether (USDT) dan USD coin (USDC), pada hari ini sama-sama menguat 0,01 persen. Dengan begitu membuat USDT berada di level USD 0,9989 dan USDC dihargai USD 1,00.

Sedangkan Binance USD (BUSD) melemah 0,01 persen dalam 24 jam terakhir, tetapi harganya masih bertahan di level USD 1,00.

Adapun untuk keseluruhan kapitalisasi pasar kripto kembali melemah cukup besar pada hari ini yaitu di level USD 904,1 miliar dari hari sebelumnya di level USD 917,1 miliar. 

INFOGRAFIS: 10 Mata Uang Kripto dengan Valuasi Terbesar (Liputan6.com / Abdillah)
Perbesar
INFOGRAFIS: 10 Mata Uang Kripto dengan Valuasi Terbesar (Liputan6.com / Abdillah)
Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya