Bidik Pasar Global, Pionicon Bawa Jukiverse NFT ke New York

Oleh Gagas Yoga Pratomo pada 29 Jun 2022, 19:14 WIB
Diperbarui 29 Jun 2022, 19:14 WIB
Ilustrasi NFT (Foto: Unsplash/Andrey Metelev)
Perbesar
Ilustrasi NFT (Foto: Unsplash/Andrey Metelev)

Liputan6.com, Jakarta - Pionicon kembali melanjutkan kolaborasi mengibarkan produk lokal untuk menjangkau market global. Setelah sebelumnya berkolaborasi dengan Sarinah dan Rekata Studio, Pionicon bersama Gaspack selaku tim yang membidani lahirnya Jukiverse NFT kini memboyong Si Juki berkolaborasi dengan Warkop NYC.

Warkop NYC didirikan oleh tiga orang diaspora Indonesia, Omar Karim Prawiranegara, Teguh Chandra, dan Cut Lakesiha Salsabila di Kota New York Amerika Serikat.

Kolaborasi Jukiverse NFT dan Warkop NYC ini sendiri sejalan dengan misi Si Juki yang ingin menggapai pasar global, salah satunya dengan mempopulerkan budaya nongkrong di warkop sambil bercerita kepada orang Amerika. 

Aktivitas tersebut sangat erat kaitannya dengan latar belakang Juki yang merupakan anak kosan. Terlebih lagi banyak pemilik atau holder NFT Lost in Jukiverse berdomisili di Amerika Serikat. 

Kreator Si Juki, Faza Meonk menuturkan kerjasama ini merupakan langkah Pionicon untuk membawa Si Juki menapaki tangga internasional. 

“Basis komunitas Jukiverse NFT berkembang dengan pesat dan sekarang sudah memiliki 80 ribu lebih pengikut di Twitter dan lebih dari 9 ribu anggota di channel Discord-nya dari berbagai negara khususnya Amerika serikat, selain didukung juga oleh Italia, Filipina, China, India, dan negara-negara lainnya,” ujar Faza dalam keterangan tertulis, dikutip Rabu (29/6/2022).

Salah satu pengelola Warkop NYC, Omar Prawiranegara mengatakan pihaknya menyambut kolaborasi ini sebagai bentuk promosi karya Indonesia ke pasar dunia. 

 

 

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

 

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Luncurkan Si Juki Cosplay

Ilustrasi NFT (Foto: Unsplash by Pawel Czerwinski)
Perbesar
Ilustrasi NFT (Foto: Unsplash by Pawel Czerwinski)

"Warkop NYC merupakan etalase nusantara. Berbagai produk Indonesia bisa ditemui di warung kami. Bukan hanya Indomie yang telah mendunia namun juga Si Juki yang memang telah dimiliki oleh global citizen,” kata Omar.

“Kami akan terus membuka ruang agar berbagai produk Indonesia bisa turut dipamerkan di Warkop NYC, sebagai salah satu bentuk promosi budaya, pariwisata dan ekonomi kreatif dari Indonesia,” lanjut dia. 

Proyek Jukiverse NFT sebelumnya telah meluncurkan koleksi ‘Si Juki Cosplay’ berjumlah 110 cosplay, lalu kolaborasi proyek NFT ‘Jukiverse X’ yang melibatkan 34 seniman NFT Indonesia antara lain WD Willy, Arya Mularama, Arief Witjaksana dan Darbotz.

Selama masa kolaborasi, Warkop NYC menyediakan menu spesial Juki, dan juga branding Jukiverse NFT yang akan terlihat menghiasi sampai 3 Juli. 

Selain itu pada 21-23 Juni 2022, holder dapat mengklaim Jukiverse NFT yang dimiliki dengan merch spesial Jukiverse. Adapun bagi 20 orang pertama yang registrasi mendapatkan tandatangan dan Juki yang digambar langsung oleh kreator Si Juki, Faza Meonk.


Penjualan NFT Bulanan Turun 65,43 Persen

Ilustrasi NFT (Foto: Unsplash by Pawel Czerwinski)
Perbesar
Ilustrasi NFT (Foto: Unsplash by Pawel Czerwinski)

Sebelumnya, selama dua tahun terakhir, Non Fungible Token (NFT) telah menjadi sangat populer dan menjadi industri bernilai miliaran dolar dalam waktu yang relatif singkat. 

Dilansir dari Bitcoin.com, Selasa (21/6/2022), belakangan ini minat dan penjualan NFT telah menurun secara signifikan, dan metrik penjualan NFT bulanan menunjukkan penurunan bertahap selama beberapa bulan terakhir. 

Statistik penjualan NFT selama 30 hari dari portal web analitik cryptoslam.io mengungkapkan penjualan NFT telah turun 65,43 persen sejak bulan lalu.

Bulan sebelumnya, USD 4,6 miliar atau sekitar Rp 66,4 triliun dalam penjualan NFT tercatat di 17 blockchain yang berbeda, tetapi selama 30 hari terakhir, hanya USD 1,59 miliar dalam penjualan NFT yang diselesaikan.

Penjualan NFT yang berasal dari blockchain ethereum adalah yang paling dominan, meraih USD 1,31 miliar dari USD 1,59 miliar yang diselesaikan. Namun, penjualan NFT berbasis ETH turun 67,99 persen di antara 250.925 pembeli dan 1.047.363 transaksi.

 


Koleksi NFT yang Raih Keuntungan

Ilustrasi NFT
Perbesar
Ilustrasi NFT. Dok: unsplash

Banyak blockchain lain telah mengalami penurunan penjualan NFT besar-besaran selama 30 hari terakhir, seperti penjualan NFT Polygon turun 70,86 persen, penjualan NFT Ronin turun 70,26 persen, penjualan NFT blockchain Wax mengalami penurunan sekitar 43,89 persen, dan NFT Avalanche turun 91,43 persen.

Bored Ape Yacht Club (BAYC) adalah koleksi terbesar kedua dalam hal penjualan NFT dengan USD 119 juta tercatat. Namun penjualan NFT BAYC secara keseluruhan telah turun 62,44 persen lebih rendah dari bulan sebelumnya. 

Dari lima besar, koleksi NFT Azuki dan Goblintown adalah satu-satunya proyek yang memperoleh keuntungan 30 hari.

Data Google Trends (GT) di seluruh dunia menunjukkan minggu ini istilah penelusuran "NFT" telah turun ke titik terendah sejak minggu pertama Oktober 2021. Statistik mingguan untuk 29 Mei hingga 4 Juni menunjukkan istilah penelusuran "NFT" telah turun ke skor 23 dari 100. 

Terakhir kali minat NFT serendah ini, setidaknya menurut metrik kueri GT, adalah selama 3 Oktober hingga 9 Oktober 2021. Istilah penelusuran "NFT" mendapat skor tinggi 100 selama 16 hingga 22 Januari 2022, tetapi minat penelusuran telah turun lebih rendah sejak hari itu.

 

Infografis: 5 NFT termahal di Dunia (Liputan6.com / Abdillah)
Perbesar
Infografis: 5 NFT termahal di Dunia (Liputan6.com / Abdillah)
Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya