Investor Kripto di Indonesia Tembus Lebih dari 14 Juta Orang

Oleh Gagas Yoga Pratomo pada 25 Jun 2022, 06:00 WIB
Diperbarui 25 Jun 2022, 06:00 WIB
Aset Kripto
Perbesar
Perkembangan pasar aset kripto di Indonesia. foto: istimewa

Liputan6.com, Jakarta - Investasi aset kripto semakin diminati oleh masyarakat Indonesia, meskipun saat ini kondisi pasar kripto global mengalami tekanan di tengah tren bearish.

Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan merilis laporan terbaru terkait jumlah investor aset kripto di Indonesia dan transaksi perdagangan yang dihimpun sampai Mei 2022. 

Dalam laporan tersebut, Bappebti menyebutkan dari akhir Desember 2021 sampai Mei 2022, terdapat penambahan hampir 3 juta investor dari 11,2 juta sekarang mencapai 14,1 juta investor.

Sementara, untuk jumlah transaksi perdagangan aset kripto di Indonesia, selama periode Januari hingga Mei 2022 sudah mencapai Rp 192 triliun. Jika dibandingkan dengan jumlah transaksi pada 2021 dengan masa periode yang sama, terjadi penurunan. Pada Mei 2021, jumlah transaksi aset kripto mencapai Rp 370 triliun.

VP Marketing Tokocrypto, Adytia Raflein, mengatakan laporan pertumbuhan yang dikeluarkan oleh Bappebti memberikan bukti nyata industri aset kripto di Indonesia masih bergerak ke arah positif, meski dihantam situasi bear market. Meski pertumbuhan tidak terlalu memuaskan, jumlah investor aset kripto masih jauh lebih besar dibanding saham.

"Pertumbuhan jumlah investor aset kripto masih bergerak ke arah positif di saat situasi market yang mengalami banyak tekanan. Dampak dari kondisi market terlihat dari jumlah transaksi perdagangan, namun hal ini sudah diantisipasi sebelumnya, sehingga belum memberikan efek serius untuk pertumbuhan bisnis industri kripto di Indonesia," kata Adytia dalam keterangan tertulis, dikutip Sabtu, (25/6/2022).

Adytia mengatakan industri kripto dalam negeri masih terus bergeliat. Hal ini dilihat dari masih adanya sejumlah project aset kripto dan NFT baru dari pelaku industri lokal yang rilis. Mereka percaya bear market bisa menjadi peluang yang baik untuk menunjukkan project mereka.

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

 

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Pertumbuhan di Tokocrypto

Cryptocurrency
Perbesar
Ilustrasi aplikasi Tokocrypto. Liputan6.com/Jeko Iqbal Reza

Kondisi bear market bisa menjadi seperti seleksi alam di dunia aset kripto dan blockchain, di mana project kripto dan NFT akan diuji untuk bertahan dan mencari peluang. Pasar akan memperlihatkan mana project yang punya fundamental yang baik dan tidak, sehingga membuka potensi untuk yang lebih besar di masa mendatang.

Dari segi bisnis Tokocrypto sendiri masih mengalami pertumbuhan. Perusahaan berhasil mencatatkan pertumbuhan jumlah investor mencapai 2,7 juta investor per Mei 2022. Sementara, transaksi perdagangan atau weekly trading volume mencapai USD 300 juta sampai USD 400 juta.

Demi mendorong pertumbuhan, Tokocrypto juga fokus pada edukasi dan perlindungan investor. Tujuannya agar masyarakat bisa mendapatkan rasa trust dan confidence untuk masuk ke dalam industri aset kripto. 

"Dalam industri investasi dan layanan keuangan, perihal trust menjadi hal utama. Maka dari itu, kita ingin menciptakan rasa trust di masyarakat dalam memandang aset kripto dan blockchain. Kita sejak lama fokus di edukasi dan literasi. Kita ingin menciptakan pertumbuhan industri yang sehat dan menekan investasi ilegal dan stigma negatif dari aset kripto," pungkas Adytia.


Bitcoin Sentuh Rp 313,7 Juta, Analis Pesimistis Lonjakan Pasar Kripto

Ilustrasi Mata Uang Kripto, Mata Uang Digital.
Perbesar
Ilustrasi Mata Uang Kripto, Mata Uang Digital. Kredit: WorldSpectrum from Pixabay

Sebelumnya, bitcoin dan kripto teratas lainnya berhasil menguat pada Jumat (24/6/2022) di tengah banyaknya berita buruk dari industri dan ketidakpastian ekonomi global. Namun, analis masih pesimistis tentang daya tahan lonjakan pasar kripto.

Bitcoin baru-baru ini diperdagangkan pada sekitar USD 21.100 atau sekitar Rp 313,7 juta, peningkatan lebih dari 5 persen selama 24 jam terakhir yang membantu mata uang kripto terbesar mendapatkan kembali sebagian besar penurunan pada hari sebelumnya.

Ethereum kripto terbesar kedua berdasarkan kapitalisasi pasar, berpindah tangan di atas USD 1.140, naik 8 persen. Altcoin utama lainnya juga berhasil menaruh posisi di zona hijau. 

Analis Senior Oanda Americas Edward Moya mengatakan, Bitcoin tetap menjadi aset berisiko dan mungkin tidak akan diperdagangkan pada fundamental kripto sampai dasar yang kuat disepakati untuk saham AS.

Bahkan ketika Moya optimis tentang masa depan bitcoin yang lebih jauh, dia mencatat untuk saat ini tidak ada yang yakin kapan Bitcoin menyentuh dasar dan kapan kembali menguat.

“Bitcoin akan tetap menjadi perdagangan yang fluktuatif dan korelasinya dengan ekuitas sepertinya akan bertahan cukup lama," ujar Moya, dikutip dari CoinDesk, Jumat, 24 Juni 2022.

Sejauh ini, pasar kripto masih menyerap campuran berita baik dan buruk. Di antara peristiwa yang menggembirakan, Solana Labs, pemangku kepentingan utama dalam jaringan blockchain Solana, mengumumkan mereka sedang membangun ponsel Web3 yang disebut "Saga." 

Kemudian, CEO Binance Changpeng Zhao menulis dalam sebuah posting blog perusahaannya akan tetap berkomitmen untuk membantu proyek kripto dengan masalah yang dapat diperbaiki dan potensi yang kuat. 

 


Lagi, Pertukaran Kripto Hentikan Penarikan

Ilustrasi kripto (Foto: Unsplash/Kanchanara)
Perbesar
Ilustrasi kripto (Foto: Unsplash/Kanchanara)

Sedangkan untuk berita buruk, pertukaran kripto berjangka, CoinFLEX, menghentikan penarikan dengan alasan “kondisi pasar ekstrem” yang sama dengan yang dipersalahkan oleh perusahaan lain di ruang kripto, termasuk Celsius atas masalah mereka. 

CEO CoinFLEX Mark Lamb mengatakan dalam sebuah posting blog pada Kamis keputusan itu terkait dengan rekanan tertentu, meskipun ia menambahkan itu bukan dana lindung nilai kripto yang sedang berjuang Three Arrows Capital atau perusahaan pemberi pinjaman mana pun.

Peningkatan yang terjadi di pasar kripto, sesuai dengan keuntungan ekuitas karena investor bersantai setidaknya untuk sementara dari sikap menghindari risiko mereka. 

Nasdaq yang berfokus pada teknologi, yang semakin memprediksi kinerja aset digital, naik 1,6 persen, sedangkan S&P 500, yang berisi komponen teknologi berat, naik hampir persentase poin setelah kesaksian hari kedua oleh ketua bank sentral AS Jerome Powell, yang nada menantangnya tentang inflasi dan pengakuan jujur sikap hawkish moneter Fed dapat menyebabkan resesi menenangkan pasar yang mendambakan kejelasan.

 

 

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya