Perluas Literasi Kripto, Tokocrypto Gelar TokoInvasion di Surabaya

Oleh Gagas Yoga Pratomo pada 24 Jun 2022, 17:40 WIB
Diperbarui 24 Jun 2022, 17:40 WIB
Tokocrypto Gelar Edukasi Blockchain dan Kripto di Surabaya
Perbesar
Tokocrypto gelar TokoInvasion (edukasi blockchain dan kripto) di Surabaya. Dok: Tokocrypto

Liputan6.com, Jakarta - Tokocrypto kembali menyelenggarakan TokoInvasion, sebuah kegiatan yang bertujuan untuk memberikan edukasi dan literasi terkait blockchain dan aset kripto secara langsung kepada masyarakat. 

TokoInvasion kali ini digelar secara offline di Atrium Tunjungan Plaza 3, Surabaya mulai 23 hingga 26 Juni 2022. TokoInvasion merupakan kegiatan yang diselenggarakan secara rutin oleh Tokocrypto sejak 2021 untuk memperkenalkan aset kripto dan teknologi blockchain kepada seluruh lapisan masyarakat. 

TokoInvasion telah digelar secara offline maupun online di beberapa kota di Indonesia; Yogyakarta, Bandung, Lampung, Palangkaraya, Semarang, Palembang, Malang dan Lombok.

VP Marketing Tokocrypto, Adytia Raflein mengatakan, dipilihnya Surabaya sebagai destinasi selanjutnya dari TokoInvasion bukan tanpa alasan. Dari data internal Tokocrypto, jumlah investor aset kripto di Jawa Timur dan Surabaya mengalami pertumbuhan yang signifikan. Kegiatan ini bisa menjadi wadah bagi masyarakat dan investor pemula untuk lebih memahami blockchain dan aset kripto. 

Tokocrypto mencatat jumlah investor aset kripto di Jawa Timur pada 2021 lebih dari 144 ribu pengguna, kemudian meningkat sangat pesat sampai Mei 2022, di mana lebih dari 211 ribu pengguna yang berinvestasi di Tokocrypto. 

 

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

 

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Pengguna Meningkat di Surabaya

Ilustrasi Blockchain
Perbesar
Ilustrasi Blockchain. Kredit: mmi9 via Pixabay

Sementara, jumlah pengguna Tokocrypto khususnya di Surabaya juga meningkat pesat dari 20 ribu pengguna di tahun 2021, menjadi lebih dari 42 ribu pengguna sampai Mei 2022.

"Edukasi dan literasi sudah menjadi fokus utama dari Tokocrypto sejak lama. Melalui TokoInvasion, kami berharap dapat mengakselerasi adopsi dan memberikan pemahaman lebih terkait manfaat dari teknologi blockchain, serta cara berinvestasi aset kripto dan mengelola keuangan secara bijak dan cerdas," kata Adytia dalam keterangan tertulis, Jumat (24/6/2022).

TokoInvasion di Surabaya dimeriahkan oleh berbagai rangkaian acara. Secara khusus Tokocrypto akan memberikan edukasi dan literasi terkait pemanfaatan teknologi blockchain, metaverse, industri aset kripto secara umum, tips dan trik investasi maupun trading kripto.

Selain itu, akan ada pengenalan ekosistem blockchain dari Tokocrypto yaitu TokoVerse, seperti TokoMall, TokoCare, TokoLabs, TokoScholars, Kriptoversity dan lainnya. Sesi talkshow akan dibuat sangat insightful dengan para pembicara yang menarik.

 


Pengenalan Ekosistem Blockchain

Blockchain
Perbesar
Ilustrasi Blockchain. Dok: catalysts.cc

Tidak hanya sesi talkshow seputar aset kripto dan industri blockchain, ada juga booth interaktif dan beragam program aktivitas lainnya dengan total hadiah jutaan rupiah. 

Para pengunjung TokoInvasion Surabaya bisa lebih memahami tentang Tokocrypto dan ekosistem blockchain yang dibangun melalui booth Milestones, TokoMall Exhibition dan langsung bergabung serta verifikasi KYC (Know Your Customer) di booth Tokocrypto untuk mendapatkan hadiah menarik.

Ada juga berbagai aktivitas lain seperti Cash Cubes, VR Games, hingga Lucky Draw dengan total hadiah puluhan juta rupiah. Pengunjung TokoInvasion dapat menikmati beragam aktivitas hiburan menarik, seperti pertunjukan musik dari penyanyi dan grup band ternama yaitu Jaz Hayat, Silampukau, 501 dan Incase Band.

“Tokocrypto ke depannya akan terus berkomitmen dalam mendorong edukasi dan literasi aset kripto dan blockchain kepada masyarakat di Indonesia. Kami juga akan terus berkolaborasi dengan berbagai mitra strategis lainnya demi menciptakan adopsi kripto yang secara lebih luas dan terus membuka peluang menciptakan dampak positif bagi masyarakat,” pungkas Adytia.


Tokocrypto Ungkap Dampak Penurunan Kripto terhadap Exchanger

Ketua Umum Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (Aspakrindo) & COO Tokocrypto, Teguh Kurniawan Harmanda (Foto: Tokocrypto)
Perbesar
Ketua Umum Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (Aspakrindo) & COO Tokocrypto, Teguh Kurniawan Harmanda (Foto: Tokocrypto)

Sebelumnya, pasar kripto beberapa hari ini tengah mengalami koreksi cukup dalam akibat tersengat berbagai sentimen, mulai dari makro ekonomi hingga sentimen dari industri sendiri. 

Berdasarkan data dari Coinmarketcap, Jumat (17/6/2022) siang harga Bitcoin masih berada di zona merah dan diperdagangkan di kisaran USD 21.000 atau sekitar Rp 311,3 juta. 

Melihat penurunan harga yang cukup ekstrem, lantas apa dampaknya bagi pelaku industri khususnya pertukaran kripto di Indonesia?

Chief Operating Officer (COO) Tokocrypto, Teguh Kurniawan Harmanda mengungkapkan, saat ini pasar tengah berada pada sentimen negatif yang membuat volume perdagangan menurun.

“Di Tokocrypto kami juga merasakan dampak penurunan volume bahkan beberapa hari lalu berada di angka terendah yaitu USD 15 juta per hari. Jika dibandingkan volume transaksi ketika sentimen pasar sedang normal, Tokocrypto bisa mencapai USD 50 sampai USD 70 juta,” ujar pria yang akrab disapa Manda di Jakarta, Jumat (17/6/2022). 

“Namun sekitar 2 sampai 3 hari kebelakang volume perdagangan Tokocrypto mulai alami pemulihan di angka USD 25 sampai USD 30 juta,” lanjut Manda.

Selain itu, Manda menjelaskan meskipun harga Bitcoin sedang anjlok, tetapi tidak mengurangi niat trader untuk tetap melakukan trading aset kripto. 

“Walaupun market sedang jelek, jika melihat volume perdagangan di angka USD 15 juta saja berarti ada sekitar Rp 220 miliar uang yang transaksi di aset kripto,” ujar Manda. 

COO Tokocrypto itu juga mengakui dirinya berinvestasi pada Bitcoin dan Ethereum yang merupakan kripto terbesar pertama dan kedua berdasarkan kapitalisasi pasarnya. 

“Bitcoin adalah mother of coin sedangkan Ethereum protokolnya banyak menjadi acuan dan diadopsi jaringan lain. Jadi saya percaya utilitas dari kedua koin tersebut. Hal itu terbukti dengan kedua koin yang menjadi top volume perdagangan dan market cap,” pungkas Manda.

 

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya