Binance Gandeng Cristiano Ronaldo Luncurkan Koleksi NFT

Oleh Gagas Yoga Pratomo pada 24 Jun 2022, 12:02 WIB
Diperbarui 24 Jun 2022, 12:02 WIB
Ilustrasi NFT (Foto: Unsplash/Andrey Metelev)
Perbesar
Ilustrasi NFT (Foto: Unsplash/Andrey Metelev)

Liputan6.com, Jakarta - Binance, pertukaran cryptocurrency terbesar di dunia berdasarkan volume perdagangan, mengumumkan pada Kamis (23/6/2022) telah menandatangani kemitraan dengan Cristiano Ronaldo untuk promosi NFT. 

Dilansir dari Channel News Asia, Jumat (24/6/2022), sebagai bagian dari perjanjian multi-tahun, bintang sepak bola Portugal itu dan Binance akan membuat serangkaian koleksi NFT untuk dijual di platform perusahaan. Perusahaan menambahkan koleksi pertama akan dirilis akhir tahun ini.

NFT adalah aset digital yang ada di blockchain, catatan transaksi yang disimpan di komputer jaringan, dan blockchain berfungsi sebagai buku besar publik, memungkinkan siapa pun untuk memverifikasi keaslian NFT dan memeriksa siapa pemiliknya.

Sentimen investor yang memburuk terhadap aset berisiko telah menyebabkan anjloknya mata uang kripto, termasuk bitcoin, dan juga meluas ke NFT, yang popularitasnya meledak tahun lalu.

Kolaborasi antara industri kripto dan olahraga bukan hal baru lagi saat ini. Banyak sekali tim olahraga besar dari berbagai cabang telah memasuki dunia kripto dengan berbagai pendekatan. 

Mulai dari menerbitkan token penggemar (Fan Token) hingga merilis koleksi NFT terbatas dengan target sasaran para penggemar klub olahraga. Kripto juga digunakan sebagai cara klub olahraga berinteraksi lebih dekat dengan para penggemar. 

Misalnya token penggemar yang memungkinkan pemilik token memberikan kontribusi terhadap beberapa keputusan yang akan diambil oleh klub tersebut. Klub-klub besar yang telah meluncurkan token penggemar di antaranya klub sepak bola PSG, FC Barcelona, Manchester City, dan masih banyak lagi. 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

 

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.


Penjualan NFT Bulanan Turun 65,43 Persen

Ilustrasi NFT (Foto: Unsplash by Pawel Czerwinski)
Perbesar
Ilustrasi NFT (Foto: Unsplash by Pawel Czerwinski)

Sebelumnya, selama dua tahun terakhir, Non Fungible Token (NFT) telah menjadi sangat populer dan menjadi industri bernilai miliaran dolar dalam waktu yang relatif singkat. 

Dilansir dari Bitcoin.com, Selasa (21/6/2022), belakangan ini minat dan penjualan NFT telah menurun secara signifikan, dan metrik penjualan NFT bulanan menunjukkan penurunan bertahap selama beberapa bulan terakhir. 

Statistik penjualan NFT selama 30 hari dari portal web analitik cryptoslam.io mengungkapkan penjualan NFT telah turun 65,43 persen sejak bulan lalu.

Bulan sebelumnya, USD 4,6 miliar atau sekitar Rp 66,4 triliun dalam penjualan NFT tercatat di 17 blockchain yang berbeda, tetapi selama 30 hari terakhir, hanya USD 1,59 miliar dalam penjualan NFT yang diselesaikan.

Penjualan NFT yang berasal dari blockchain ethereum adalah yang paling dominan, meraih USD 1,31 miliar dari USD 1,59 miliar yang diselesaikan. Namun, penjualan NFT berbasis ETH turun 67,99 persen di antara 250.925 pembeli dan 1.047.363 transaksi.

 


Blockchain Alami Penurunan Penjualan NFT

Ilustrasi NFT (Foto: Unsplash by Pawel Czerwinski)
Perbesar
Ilustrasi NFT (Foto: Unsplash by Pawel Czerwinski)

Banyak blockchain lain telah mengalami penurunan penjualan NFT besar-besaran selama 30 hari terakhir, seperti penjualan NFT Polygon turun 70,86 persen, penjualan NFT Ronin turun 70,26 persen, penjualan NFT blockchain Wax mengalami penurunan sekitar 43,89 persen, dan NFT Avalanche turun 91,43 persen.

Bored Ape Yacht Club (BAYC) adalah koleksi terbesar kedua dalam hal penjualan NFT dengan USD 119 juta tercatat. Namun penjualan NFT BAYC secara keseluruhan telah turun 62,44 persen lebih rendah dari bulan sebelumnya. 

Dari lima besar, koleksi NFT Azuki dan Goblintown adalah satu-satunya proyek yang memperoleh keuntungan 30 hari.

Data Google Trends (GT) di seluruh dunia menunjukkan minggu ini istilah penelusuran "NFT" telah turun ke titik terendah sejak minggu pertama Oktober 2021. Statistik mingguan untuk 29 Mei hingga 4 Juni menunjukkan istilah penelusuran "NFT" telah turun ke skor 23 dari 100. 

Terakhir kali minat NFT serendah ini, setidaknya menurut metrik kueri GT, adalah selama 3 Oktober hingga 9 Oktober 2021. Istilah penelusuran "NFT" mendapat skor tinggi 100 selama 16 hingga 22 Januari 2022, tetapi minat penelusuran telah turun lebih rendah sejak hari itu.


Cegah Pencurian Musik NFT, Platform Korea Selatan Daftarkan Paten

Ilustrasi NFT
Perbesar
Ilustrasi NFT. Dok: unsplash

Sebelumnya, platform berbagi musik Korea Selatan, Koong World, belum lama ini mengumumkan pendaftaran paten pencegahan pencurian musik berbasis Non Fungible Token (NFT). 

Menggunakan paten ini, platform berbagi musik bertujuan untuk menyelesaikan masalah perlindungan hak cipta di pasar musik yang berkembang pesat.

Sejak diluncurkan pada 2021, platform ini sekarang memiliki lebih dari 2 juta anggota dan lebih dari 40.000 lagu terdaftar. 

Menurut sebuah laporan oleh Forkast, Koong World dianugerahi pendaftaran paten oleh Kantor Kekayaan Intelektual Korea pada 14 April 2022. Laporan lain oleh FN News mengatakan paten tersebut adalah untuk “metode penyediaan layanan yang dilakukan pada server platform musik menggunakan NFT berbasis blockchain.”

Dalam komentarnya setelah pendaftaran paten, ketua Koong World, Kim Han-jo, menjelaskan bagaimana paten membantu seniman melindungi kekayaan intelektual mereka. 

“Berdasarkan paten ini, kami memberikan kesempatan untuk memecahkan masalah perlindungan hak cipta di pasar musik yang berkembang pesat, dan pada saat yang sama menerapkan sertifikat digital untuk semua produk di e-commerce,” ujar Han-jo, dikutip dari Bitcoin.com, Rabu, 15 Juni 2022.

Hal ini telah menjadi masalah dalam transaksi produk online. Kami berencana untuk segera merilis teknologi untuk menyelesaikan kontroversi pemalsuan,” lanjut dia.

Laporan itu juga mengatakan paten NFT Koong World, yang telah digambarkan sebagai yang pertama dari jenisnya, diharapkan dapat membantu "menjamin" keuntungan yang diperoleh pencipta musik.

Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya