Bitcoin Kembali Menguat, Analis Peringatkan Tren Masih Lesu

Oleh Gagas Yoga Pratomo pada 20 Jun 2022, 08:20 WIB
Diperbarui 20 Jun 2022, 08:20 WIB
Ilustrasi bitcoin dan ethereum (Foto: Unsplash/Thought Catalog)
Perbesar
Ilustrasi bitcoin dan ethereum (Foto: Unsplash/Thought Catalog)

Liputan6.com, Jakarta - Reli yang terjadi pada Minggu, 19 Juni 2022 berhasil membawa bitcoin kembali di atas ambang USD 20.000 atau sekitar Rp 296.4 juta yang telah didudukinya selama sebagian besar bulan lalu, tetapi para analis skeptis lonjakan itu akan bertahan lama. 

Pada Senin (20/6/2022) pagi, Bitcoin ini diperdagangkan sekitar USD 20.500, naik lebih dari 8 persen selama 24 jam sebelumnya. Pada satu titik pada hari sebelumnya, cryptocurrency terbesar berdasarkan kapitalisasi pasar telah jatuh di bawah USD 19.000, level terendah sejak pertengahan Desember 2017 ketika Bitcoin mendekati puncak kenaikan. 

Ethereum, kripto terbesar kedua berdasarkan kapitalisasi pasar, mengikuti pola harga yang sama, jatuh ke level terendah hampir lima tahun di bawah USD 1.000 sebelum naik di akhir akhir pekan. ETH baru-baru ini berpindah tangan sekitar USD 1.120, naik lebih dari 13 persen dari hari sebelumnya. 

CEO manajer dana kripto BitBull, Joe DiPasquale mengingatkan, tren makro kemungkinan akan tetap bearish sampai Federal Reserve mengubah atau setidaknya melonggarkan kebijakannya dalam pertemuan FOMC Juli mendatang.

“Kami telah menandai USD 19.000 sampai USD 20.000 dan USD 16.000 hingga USD 17.000  sebagai bidang minat, dan Bitcoin memantul dari yang terakhir. Namun, kecuali jika berhasil mempertahankan USD 20.000 dengan volume dan penawaran tinggi, kami tidak akan mengharapkan reli berlanjut,” jelas DiPasquale dikutip dari CoinDesk, Senin (20/6/2022). 

Investor tetap cemas tentang inflasi yang tinggi, yang mencapai level tertinggi 40 tahun pada Mei, berlanjutnya kejatuhan ekonomi dari invasi Rusia ke Ukraina dan kemungkinan meningkatnya resesi global. 

 

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

 

 

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Sentimen Negatif yang Bayangi Kripto

Ilustrasi kripto (Foto: Unsplash/Kanchanara)
Perbesar
Ilustrasi kripto (Foto: Unsplash/Kanchanara)

Rabu lalu, bank sentral AS menaikkan suku bunga dengan kenaikan tertinggi dalam lebih dari seperempat abad sebagai langkah terbaru untuk membendung kenaikan harga. Bank sentral lain juga baru-baru ini menaikkan suku bunga di tengah kenaikan harga energi yang sedang berlangsung.

Sementara itu, pasar kripto juga harus mencerna serangkaian bencana yang membentang hingga awal Mei ketika stablecoin Terra USD (UST) runtuh. 

Pekan lalu, platform pinjaman cryptocurrency Celsius mengumumkan akan menghentikan penarikan dan dana lindung nilai kripto Three Arrows Capital menghadapi kemungkinan kebangkrutan setelah mengeluarkan setidaknya USD 400 juta dalam likuidasi.. 

Coinbase dan sejumlah bursa aset digital utama lainnya juga telah mengumumkan pemutusan hubungan kerja yang tajam.

Di sisi lain, indeks saham AS, seperti Nasdaq yang padat teknologi menutup minggu yang sebaliknya mengerikan untuk saham dengan kenaikan moderat 1,4 persen pada Jumat, sementara S&P 500 naik sepersekian poin persentase. 

S&P, yang mencakup komponen teknologi yang cukup besar, jatuh 5,8 persen untuk minggu ini dan memasuki wilayah pasar bearish, yang berarti turun setidaknya 20 persen dari level tertinggi sebelumnya. Dow Jones Industrial Average juga alami penurunan tipis.


Harga Kripto Senin Pagi 20 Juni 2022

Ilustrasi Mata Uang Kripto, Mata Uang Digital.
Perbesar
Ilustrasi Mata Uang Kripto, Mata Uang Digital. Kredit: WorldSpectrum from Pixabay

Sebelumnya, mengawali pekan keempat Juni 2022, harga Bitcoin dan kripto jajaran teratas terpantau alami pergerakan harga yang seragam pada Senin pagi (20/6/2022). Mayoritas kripto jajaran teratas berhasil menguat tipis.

Berdasarkan data dari Coinmarketcap, Senin pagi, 20 Juni 2022, kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar, Bitcoin (BTC) menguat 9,42 persen persen dalam 24 jam, tetapi masih melemah 25,43 persen dalam sepekan.

Saat ini, harga bitcoin berada di level USD 20.413 per koin atau setara Rp 302.9 juta (asumsi kurs Rp 14.838 per dolar AS). 

Ethereum (ETH) jugas berhasil menguat hari ini. Selama 24 jam terakhir, ETH naik 19,11 persen, tetapi masih melemah 23,09 persen dalam sepekan. Dengan begitu, saat ini ETH berada di level USD 1.131 per koin. 

Kripto selanjutnya, Binance coin (BNB) juga berhasil menguat sejak kemarin. Dalam 24 jam terakhir BNB menguat 9,70 persen, tetapi masih melemah 18,24 persen sepekan. Hal itu membuat BNB dibanderol dengan harga USD 213,80 per koin. 

 

 


Harga Kripto Lainnya

Ilustrasi Mata Uang Kripto, Mata Uang Digital. Kredit: WorldSpectrum from Pixabay
Perbesar
Ilustrasi Mata Uang Kripto, Mata Uang Digital. Kredit: WorldSpectrum from Pixabay

Kemudian Cardano (ADA) pagi ini masih menguat tipis. Dalam satu hari terakhir ADA naik 7,14 persen. Namun masih melemah 6,89 persen sepekan. Dengan begitu, ADA berada pada level USD 0,4797 per koin.

Adapun Solana (SOL) juga berhasil menguat. Sepanjang satu hari terakhir SOL menguat 16,11 persen dan 7,84 persen sepekan. Saat ini, harga SOL berada di level USD 34,55 per koin.

XRP juga turut menguat pagi ini. XRP naik 6,62 persen dalam 24 jam terakhir, tetapi melemah 7,68 persen dalam sepekan. Dengan begitu, XRP kini dibanderol seharga USD 0,3267 per koin. 

Stablecoin Tether (USDT) dan USD coin (USDC), pada hari ini sama-sama menguat 0,03 persen. Dengan begitu membuat USDT berada di level USD 0,9988 dan USDC dihargai USD 1,00.

Sedangkan Binance USD (BUSD) meemah 0,30 persen dalam 24 jam terakhir, tetapi harganya masih berada di level USD 1,00.

Adapun untuk keseluruhan kapitalisasi pasar kripo berada di level USD 898,5 miliar. Masih melemah jika dibandingkan beberapa hari lalu yang berada di atas USD 1 triliun.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya