Harga Kripto Hari Ini Sabtu 28 Mei 2022: Bitcoin dan Ethereum Betah di Zona Merah

Oleh Agustina Melani pada 28 Mei 2022, 09:15 WIB
Diperbarui 28 Mei 2022, 10:27 WIB
Crypto Bitcoin
Perbesar
Bitcoin adalah salah satu dari implementasi pertama dari yang disebut cryptocurrency atau mata uang kripto.

Liputan6.com, Jakarta - Harga bitcoin dan kripto jajaran teratas lainnya kembali berada di zona merah pada Sabtu pagi (28/5/2022). Harga bitcoin dan ethereum masih lesu jelang akhir pekan ini.

Berdasarkan data dari Coinmarketcap, Sabtu pagi, 28 Mei 2022, kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar, bitcoin  (BTC) merosot 0,66 persen dalam 24 jam terakhir. Dalam sepekan, harga bitcoin masih berada di zona merah dengan susut 1,39 persen. Saat ini, harga bitcoin ditransaksikan di posisi USD 28.787,54 atau setara Rp 418,41 juta (asumsi kurs Rp 14.534 per dolar AS).

Selain bitcoin, ethereum (ETH) juga bergerak di zona merah. Harga ethereum melemah 1,01 persen dalam 24 jam terakhir. Selama sepekan, harga ethereum anjlok 10,63 persen. Harga ethereum kini di posisi USD 1.747,15 atau sekitar Rp 25,39 juta.

Kemudian harga BNB menguat 0,72 persen dalam 24 jam terakhir. Dalam sepekan terakhir, harga BNB naik 0,52 persen. Saat ini, harga BNB di posisi USD 303,59.

Di sisi lain, harga Cardano (ADA) merosot 2,48 persen dalam 24 jam terakhir. Harga Cardano susut 10,32 persen. Harga Cardano berada di posisi USD 0,4613.

Sementara itu, Solana juga berada di zona merah. Harga Solana turun 2,24 persen dalam 24 jam terakhir. Selama sepekan, harga Solana terperosok 14,07 persen. Harga solana kini ditransaksikan di posisi USD 42,29.

Sedangkan harga dogecoin berada di zona hijau dalam 24 jam terakhir. Harga dogecoin melambung 5,57 persen. Dalam sepekan, harga dogecoin merosot 1,09 persen. Kini harga dogecoin ditransaksikan di posisi USD 0,08271.

Di sisi lain, harga XRP berada di zona merah dengan susut 0,83 persen dalam 24 jam terakhir. Selama sepekan, harga XRP merosot 5,17 persen. Harga XRP kini ditransaksikan di posisi USD 0,3861.

Harga Binance USD (BUSD) melemah tipis 0,13 persen dalam 24 jam terakhir.Dalam sepekan, harga BUSD turun 0,15 persen. Kini harga BUSD berada di posisi USD 0,9991.

Selain itu, harga Tether melemah tipis 0,01 persen dalam 24 jam terakhir. Selama sepekan, harga tether turun 0,01 persen. Saat ini harga tether ditransaksikan di posisi USD 0,9988.

Harga USD Coin menguat 0,03 persen dalam 24 jam terakhir. Dalam sepekan, harga USD Coin naik 0,04 persen. Saat ini, harga USD Coin berada di posisi USD 1.

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

 

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Industri Kripto dan Blockchain Jadi Perhatian di Pertemuan Tahunan WEB 2022

Ilustrasi Mata Uang Kripto, Mata Uang Digital.
Perbesar
Ilustrasi Mata Uang Kripto, Mata Uang Digital. Kredit: WorldSpectrum from Pixabay

Sebelumnya, kripto dan blockchain semakin mendapat tempat pada pertemuan tahunan Forum Ekonomi Dunia (World Economic Forum/WEF). Pada agenda tahunan WEF yang digelar 22-26 Mei 2022 di Davos, Swiss, dihadiri para pemimpin ekonomi global membahas soal aset kripto dan pemanfaatan blockchain.

Aset kripto, blockchain dan digitalisasi layanan keuangan serta dampaknya pada berbagai sektor global menjadi topik utama selama pertemuan tahunan WEF 2022.

Ada beragam agenda yang digelar meliputi diskusi mengenai peran dari market keuangan terdesentralisasi (DeFi), peran mata uang digital bank sentral (CBDC), hingga bagaimana blockchain dapat diterapkan untuk memberantas kemiskinan dunia.

Ketua Umum Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (Aspakrindo), Teguh Kurniawan Harmanda, mengatakan masuknya aset kripto dan blockchain dalam pembahasan utama di agenda WEF 2022 menjadi hal yang baik untuk perkembangannya secara global, termasuk di Indonesia.

"Saya melihat ini adalah pencapaian sekaligus peluang. Aset kripto dan blockchain sudah tidak dipandang sebelah mata oleh para pemimpin ekonomi global. Kesempatan ini merupakan peluang untuk menciptakan nilai tambah yang baik.” kata pria yang akrab disapa Manda dalam keterangan tertulis, Jumat, 27 Mei 2022.

“Pokok pembahasan tersebut bisa menjadi acuan bagi perkembangan kripto dan blockchain ke depannya, termasuk di Indonesia,” lanjut Manda.

Manda juga menjelaskan kehadiran aset kripto tetap tumbuh, walau saat ini market secara keseluruhan sedang mengalami crash. Dia menuturkan, kripto semakin terintegrasi dengan perekonomian global, maka risiko-risiko seperti itu bisa jadi memiliki beberapa justifikasi.

Manda menuturkan, aset kripto bisa menjadi instrumen pelindung nilai yang baik, guna melawan risiko dari pasar lainnya. Dengan demikian, masih memungkinkan kripto dan teknologi blockchain berfungsi dengan berbagai cara dan melangkah lebih jauh lagi.


Potensi Pertumbuhan Kripto

Aset Kripto
Perbesar
Perkembangan pasar aset kripto di Indonesia. foto: istimewa

"Fase adopsi kripto saat ini layaknya seperti hari-hari awal adopsi internet. Di tengah tren negatif makroekonomi, sejumlah pihak yang tetap mengakui market akan kembali bullish atau optimis dengan prospek jangka panjang industri kripto," tutur Manda.

"Pemerintah melihat pertumbuhan perdagangan aset kripto baik di Indonesia maupun di dunia sangat dinamis. Hal ini menimbulkan optimisme perkembangan aset kripto yang semakin baik ke depannya,” lanjut dia.

Meskipun begitu, ada sejumlah tantangan yang harus diatasi sebelum kripto dan blockchain menjadi arus utama. Kurangnya pemahaman manajemen risiko hingga stigma negatif masih membayangi pertumbuhan industri kripto. 

Para pelaku industri kripto akan terus berkolaborasi untuk menguatkan edukasi dan literasi aset kripto dan ekosistem blockchain kepada masyarakat Indonesia.

"Kita harapkan fokus utama kami bersama ini, bisa membuahkan hasil yang baik dan trust kepada masyarakat. Selain itu, semua stakeholder bersinergi untuk mempercepat kelengkapan ekosistem kelembagaan aset kripto di Indonesia agar maksimal menggali potensi industri kripto dalam negeri," tandas Manda.

 


Pengembang Terra USD Resmi Pilih Bikin Blockchain Baru

Ilustrasi Terra (Foto: tangkapan layar terra.money)
Perbesar
Ilustrasi Terra (Foto: tangkapan layar terra.money)

Sebelumnya, pengembang di balik stablecoin Terra USD (UST) yang gagal telah memilih untuk meninggalkan token demi menciptakan blockchain baru dan aset digital beberapa minggu setelah cryptocurrency runtuh, menurut tweet dari protokol blockchain Terra.

Tidak seperti kebanyakan stablecoin utama lainnya yang didukung oleh aset lain, nilai Terra USD diturunkan oleh proses algoritmik yang kompleks, yang ditautkan ke token berpasangan lain yang disebut Luna. 

Kedua token telah kehilangan hampir semua nilainya sejak Terra USD, yang dikenal sebagai UST, tergelincir di bawah patokan 1:1 terhadap dolar awal bulan ini.

Di bawah rencana pemulihan untuk ekosistem Terra, pengembang akan membuat blockchain Terra baru dengan token Luna yang dihidupkan kembali. Blockchain asli akan dinamai Terra Classic, sedangkan token Luna asli akan disebut Luna Classic. 

Pendukung Terra akan mendistribusikan token Luna baru ke pemegang Luna Classic dan UST. Dalam sebuah tweet, Terra mengatakan proses ini akan bekerja sama dengan pertukaran kripto Binance dan Bybit untuk mendistribusikan aset baru kepada orang-orang yang memegang Luna Classic dan UST di bursa.

"Kekuatan kami akan selalu ada di komunitas kami, dan hari ini adalah tanda paling jelas dari ketahanan kami. Kami tidak sabar untuk melanjutkan kerja sama kami membangun masa depan uang," kata Terra dalam tweet, dikutip dari Channel News Asia, Jumat (27/5/2022). 

Sebelum runtuh pada 9 Mei, Terra USD memiliki kapitalisasi pasar lebih dari USD 18,5 miliar atau sekitar Rp 270,2 triliun dan merupakan cryptocurrency terbesar kesepuluh. Kapitalisasi pasarnya sekarang berkisar di sekitar USD 1 miliar.

 

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya