CEO Indodax Sebut Teknologi Blockchain Dapat Majukan Industri di Indonesia

Oleh Gagas Yoga Pratomo pada 22 Mei 2022, 11:00 WIB
Diperbarui 22 Mei 2022, 11:00 WIB
Ilustrasi Blockchain
Perbesar
Ilustrasi Blockchain. Kredit: mmi9 via Pixabay

Liputan6.com, Jakarta - Saat ini telah banyak developer lokal di Indonesia yang membangun proyek yang didasari oleh teknologi blockchain. Hal ini untuk menyambut kesiapan perekonomian terutama di sektor industri digital. 

Blockchain pada prinsipnya diciptakan untuk melengkapi sistem perekonomian sehingga industry bisa lebih efisien, lebih mudah digunakan dan juga lebih transparan. 

Ini juga ditandai dengan minat masyarakat Indonesia pada pertumbuhan investasi aset kripto yang meningkat dengan pesat belakangan ini. Tetapi, nyatanya masih banyak orang yang belum mengenal teknologi di belakangnya yang mensupport transaksi aset kripto, yaitu teknologi blockchain. 

Padahal, sudah ada program studi seputar blockchain. Bahkan menurut data dari Linkedn pada 2020, blockchain menduduki puncak daftar hard skill yang paling dibutuhkan sekarang ini. 

CEO Indodax, Oscar Darmawan mengatakan teknologi blockchain memiliki penerapan yang luas dan peran yang sangat penting khususnya di masa industri 4.0 seperti ini. Menurutnya, era industri 4.0 adalah era yang didirikan melalui integrasi antar teknologi dan sangat mengedepankan transparansi.

“Blockchain merupakan sebuah buku besar yang mana didalamnya terdapat catatan historis sebuah data dan bersifat transparan. Dengan adanya teknologi blockchain bukan tidak mungkin ini bisa turut memajukan industri di Indonesia,” ujar Oscar dalam keterangan tertulis, dikutip Minggu (22/5/2022).

“Sifat nya yang bisa diterapkan di banyak sektor, aman karena memiliki proteksi yang tinggi dan sistem yang immutable (tetap dan tidak bisa diubah), efisien karena sistemnya yang terdesentralisasi, transparan, serta traceable dapat memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat,” lanjut Oscar.

 

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

 

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Penggunaan Blockchain

Ilustrasi Mata Uang Kripto, Mata Uang Digital.
Perbesar
Ilustrasi Mata Uang Kripto, Mata Uang Digital. Kredit: WorldSpectrum from Pixabay

Teknologi blockchain memiliki beberapa use case yang bisa digunakan di berbagai macam industri. Misalnya dalam industri perbankan yang bisa diterapkan untuk transaksi perbankan antar negara sehingga bisa lebih efisien dan murah, sektor pemerintahan untuk digitalisasi pencatatan dokumen kependudukan atau pencatatan bukti kepemilikan tanah dan properti.

“Tidak hanya itu, blockchain juga bisa diterapkan untuk sektor IoT (Internet of things) seperti mobil self driving, sektor kesehatan untuk pencatatan rekam medis pasien sehingga ketika pasien berobat di rumah sakit yang berbeda, datanya bisa tercatat karena sistem blockchain yang terdesentralisasi ataupun sektor seni dalam bentuk NFT,” ujar Oscar.

Melihat sifat teknologi blockchain yang terdesentralisasi, konsep web 3.0 pun sama sama mengedepankan transparansi dan desentralisasi. 

"Web 3.0 sendiri merupakan kemajuan internet dimana di masa yang akan datang situs web dapat memproses informasi dengan lebih mandiri, dan transparan juga terintegrasi antar satu dengan yang lainnya," kata Oscar. 

 


Pemakaian Web 3

Aset Kripto
Perbesar
Perkembangan pasar aset kripto di Indonesia. foto: istimewa

Oscar pun menambahkan Web 3.0 ini sering disebut sebagai era read, write, and own dimana para pengguna dapat terlibat secara langsung dalam kepemilikan suatu aset, serta dapat memiliki kontrol yang lebih besar. 

Hal ini tentu berbeda dengan sistem Web 2.0 (yang disebut sebagai era read and write) dimana orang hanya dapat mengonsumsi, memproduksi, dan membagikan suatu konten pada suatu platform. 

Meskipun teknologi blockchain ini merupakan teknologi yang dirasa sangat memberikan manfaat, namun masih ada beberapa hambatan yang dirasa harus diselesaikan terlebih dahulu. Evaluasi utama bagi pelaku industri yang berkecimpung di blockchain adalah permasalahan edukasi dan literasi.

“Orang orang masih lebih sering mendengar kripto dibanding blockchain. Kedua istilah tersebut memang sangat berhubungan satu dengan yang lain, namun jelas berbeda. Ini merupakan tantangan bagaimana kami bisa mengedukasi hal ini kepada khalayak dengan bahasa yang sesederhana mungkin dan sesering mungkin,” ungkap Oscar.

“Karena jika masyarakat makin mengenal teknologi blockchain, saya yakin masyarakat akan semakin terbuka terhadap teknologi ini karena melihat sifat serta kelebihannya yang banyak memberikan benefit,” pungkasnya.


Harga Kripto Sabtu Pagi 21 Mei 2022

Ilustrasi kripto (Foto: Unsplash/Kanchanara)
Perbesar
Ilustrasi kripto (Foto: Unsplash/Kanchanara)

Sebelumnya, memasuki akhir pekan ketiga Mei 2022, harga Bitcoin dan kripto jajaran teratas terpantau kembali memasuki zona merah pada Sabtu (21/5/2022). Mayoritas kripto jajaran teratas yang sebelumnya menguat, kini kembali melemah.

Berdasarkan data dari Coinmarketcap, Sabtu (21/5/2022) pagi, kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar, Bitcoin (BTC) melemah 2,99 persen dalam 24 jam dan 2,37 persen dalam sepekan.

Saat ini, harga bitcoin berada di level USD 29.237,62 per koin atau setara Rp 428,9 juta (asumsi kurs Rp 14.672 per dolar AS). 

Ethereum (ETH) juga kembali melemah hari ini. Selama 24 jam terakhir, ETH turun 1,94 persen dan 4,99 persen dalam sepekan. Dengan begitu, saat ini ETH berada di level USD 1.965,28 per koin. 

Kripto selanjutnya, Binance coin berhasil menguat di tengah kripto teratas yang melemah. Dalam 24 jam terakhir BNB meroket tipis 0,16 persen dan 2,17 persen sepekan. Hal itu membuat BNB dibanderol dengan harga USD 303,93 per koin. 

Kemudian Cardano (ADA) sayangnya masih melemah pagi ini. Dalam satu hari terakhir ADA anjlok 0,70 persen dan 5,33 persen sepekan. Dengan begitu, ADA berada pada level USD 0,5199 per koin.

Adapun Solana (SOL) juga harus kembali ke zona merah. Sepanjang satu hari terakhir SOL melemah 1,43 persen dan 1,17 persen sepekan. Saat ini, harga SOL berada di level USD 50,19 per koin.

XRP turut kembali melemah hari ini. Dalam satu hari terakhir, XRP ambels 0,69 persen dan 5,28 persen dalam sepekan. Dengan begitu, XRP kini dibanderol seharga USD 0,4128 per koin. 

Nasib Terra (LUNA) masih cukup mengkhawatirkan. Terra anjlok 10,76 persen dalam 24 jam terakhir dan 98,66 persen dalam sepekan. Saat ini Terra dihargai USD 0,0001421 per koin.

Stablecoin Tether (USDT) dan USD coin (USDC), pada hari ini sama-sama menguat 0,01 persen. Dengan begitu membuat USDT berada di level USD 0,9989 dan USDC di level USD 1,00.

Binance USD (BUSD) menguat 0,06 persen dalam 24 jam terakhir. Saat ini harga BUSD masih bertahan di level USD 1,00 per koinnya. 

Sedangkan Stablecoin Terra, Terra USD (UST) melemah 18,58 persen dalam 24 jam terakhir. Membuat harganya berada di level USD 0,06802.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya