Cadangan Bitcoin Rp 43,8 Triliun Dijual demi Selamatkan Terra USD

Oleh Gagas Yoga Pratomo pada 17 Mei 2022, 10:25 WIB
Diperbarui 17 Mei 2022, 10:25 WIB
Ilustrasi Mata Uang Kripto, Mata Uang Digital. Kredit: WorldSpectrum from Pixabay
Perbesar
Ilustrasi Mata Uang Kripto, Mata Uang Digital. Kredit: WorldSpectrum from Pixabay

Liputan6.com, Jakarta - Investor sangat ingin mengetahui apa yang terjadi pada simpanan Bitcoin senilai USD 3 miliar atau sekitar Rp 43,8 triliun yang dibeli oleh perusahaan kripto Terra untuk mendukung stablecoin yang saat ini telah gagal.

Luna Foundation Guard (LFG), perusahaan yang dibentuk oleh pencipta Terra Do Kwon, mengatakan pada Senin mereka menghabiskan hampir semua Bitcoin dalam cadangannya dalam upaya untuk menyelamatkan Terra USD (UST). 

Yayasan tersebut telah mengumpulkan total lebih dari 80.000 bitcoin, yang bernilai hampir USD 3 miliar minggu lalu, serta token lainnya termasuk BNB, tether, USDC, dan Avalanche. Kwon telah berjanji untuk menggunakan Bitcoin jika terjadi penurunan dramatis dalam nilai UST.

Dalam serangkaian tweet, Luna Foundation Guard mengatakan telah mentransfer 52.189 Bitcoin untuk “berdagang dengan rekanan” karena UST turun di bawah target USD 1,00 yang dimaksudkan. Adapun 33.206 bitcoin dijual oleh Terra secara langsung dalam upaya terakhir untuk mempertahankan pasak, kata yayasan itu.

Pada Senin, Luna Foundation Guard hanya memiliki 313 Bitcoin tersisa dalam cadangannya, senilai sekitar USD 9,3 juta. Perusahaan itu mengatakan akan menggunakan sisa aset kripto senilai USD 85 juta termasuk beberapa BNB dan Avalanche untuk mengkompensasi pengguna yang tersisa dari UST.

“Kami masih berdebat melalui berbagai metode distribusi, pembaruan akan segera menyusul,” kata Luna Foundation Guard, dikutip dari CNBC, Selasa (17/5/2022). 

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

 

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Apa Itu UST?

Ilustrasi Terra (Foto: tangkapan layar terra.money)
Perbesar
Ilustrasi Terra (Foto: tangkapan layar terra.money)

UST adalah apa yang dikenal sebagai stablecoin “algoritmik”. Tidak seperti tether dan USDC, yang menyimpan aset fiat sebagai cadangan untuk mendukung token mereka, UST mengandalkan serangkaian kode yang kompleks, ditambah dengan token cadangan yang disebut luna, untuk menyeimbangkan penawaran dan permintaan serta menstabilkan harga.

Ketika UST mulai turun di bawah USD 1,00 minggu lalu, Luna juga mulai menjual, menghasilkan lingkaran setan yang menyebabkan UST terjun ke kurang dari 30 sen sementara luna menjadi tidak berharga. UST sekarang bernilai hanya 9 sen, menurut data CoinGecko.

Seorang ekonom independen, Frances Coppola mengatakan menjadi masalah besar ketika berurusan dengan stablecoin seperti UST.

"Masalah besar ketika Anda berurusan dengan stablecoin yang sebagian dijaminkan seperti UST adalah jaminan keras Anda Bitcoin, dalam hal ini akan jauh lebih berharga bagi investor daripada token tata kelolanya atau Luna,” ujar Coppola.

Bencana yang melanda pasar kripto, memusnahkan lebih dari USD 200 miliar kekayaan dalam satu hari. Bitcoin pada Kamis lalu sempat turun di bawah USD 26.000, level terendah sejak Desember 2020. 


Harga Kripto Selasa Pagi 17 Mei 2022

Ilustrasi kripto (Foto: Unsplash/Kanchanara)
Perbesar
Ilustrasi kripto (Foto: Unsplash/Kanchanara)

Sebelumnya, harga bitcoin dan kripto jajaran teratas masih bertahan di zona merah pada pekan ketiga Mei 2022. Kripto jajaran teratas masih kompak alami koreksi namun dari sisi harga ada sedikit peningkatan dari pekan lalu.

Berdasarkan data dari Coinmarketcap, Selasa (17/5/2022) pagi, kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar, Bitcoin (BTC) melemah 3,62 persen dalam 24 jam dan 2,97 persen dalam sepekan.

Saat ini, harga bitcoin berada di level USD 30.156,2 per koin atau setara Rp 441,7 juta (asumsi kurs Rp 14.647 per dolar AS). 

Ethereum (ETH) juga masih melemah. Selama 24 jam terakhir, ETH anjlok 4,61 persen dan 10,93 persen dalam sepekan. Dengan begitu, saat ini ETH berada di level USD 2.045,85 per koin. 

Kripto selanjutnya, Binance coin juga masih melemah. Dalam 24 jam terakhir BNB ambles 2,97 persen dan 2,98 persen sepekan. Hal itu membuat BNB dibanderol dengan harga USD 300,86 per koin. 

Kemudian Cardano (ADA) juga masih berkutat di zona merah. Dalam satu hari terakhir ADA melemah 3,84 persen dan 10,39 persen sepekan. Dengan begitu, ADA berada pada level USD 0,5713 per koin.

 

 

 


Harga Kripto Lainnya

Ilustrasi Mata Uang Kripto, Mata Uang Digital.
Perbesar
Ilustrasi Mata Uang Kripto, Mata Uang Digital. Kredit: WorldSpectrum from Pixabay

Adapun Solana (SOL) masih melemah pagi ini. Sepanjang satu hari terakhir SOL melemah 3,16 persen dan 17,16 persen sepekan. Saat ini, harga SOL berada di level USD 55,30 per koin.

XRP juga masih terkoreksi. Dalam satu hari terakhir, XRP turun 3,53 persen dan 15,55 persen dalam sepekan. Dengan begitu, XRP kini dibanderol seharga USD 0,4301 per koin. 

Nasib Terra (LUNA) masih cukup mengkhawatirkan karena kejadian de-pegging pada pekan lalu. Terra anjlok 9,92 persen dalam 24 jam terakhir dan 100 persen dalam sepekan. Saat ini Terra dihargai USD 0,0001993 per koin.

Stablecoin Tether (USDT) dan USD coin (USDC), pada hari ini sama-sama melemah 0,01 persen dan 0,04 persen. Dengan begitu membuat USDT berada di level USD 0,9989 dan USDC di level USD 1,00

Binance USD (BUSD) menguat 0,03 persen dalam 24 jam terakhir. Saat ini harga BUSD masih bertahan di level USD 1,00 per koinnya. 

Sedangkan Stablecoin Terra, Terra USD (UST) melemah 35,52 persen dalam 24 jam terakhir. Membuat harganya turun di level USD 0,1139.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya