Binance Akan Delisting Kontrak LUNA/USDT Imbas Harga Anjlok

Oleh Gagas Yoga Pratomo pada 13 Mei 2022, 13:16 WIB
Diperbarui 13 Mei 2022, 13:16 WIB
Ilustrasi aset kripto, mata uang kripto, Bitcoin, Ethereum, Ripple
Perbesar
Ilustrasi aset kripto, mata uang kripto, Bitcoin, Ethereum, Ripple. Kredit: WorldSpectrum via Pixabay

Liputan6.com, Jakarta - Pertukaran kripto Binance mengumumkan akan menghapus kontrak berjangka Terra (LUNA) dengan margin Tether (USDT) menyusul penurunan harga lebih dari 99 persen.

Dilansir dari Cointelegraph, Jumat (13/5/2022), dalam postingan blog Kamis, Binance mengatakan akan mengambil "tindakan pencegahan" di sekitar kontrak LUNA/USDT, berniat untuk menghapus pasangan jika harga berada di bawah 0,005 USDT. 

Pengumuman tersebut mengikuti pertukaran yang mengubah tingkat leverage dan margin untuk kontrak terikat LUNA pada Rabu, dengan leverage maksimum ditetapkan delapan kali untuk posisi di bawah 50.000.

Selain itu, Binance mengatakan akan meluncurkan kontrak berjangka LUNA dengan margin Binance USD (BUSD) pada Kamis, tampaknya sebagai kendaraan investasi alternatif jika LUNA/USDT dihapus. 

Menurut Binance, pihaknya telah mengalami "kelambatan dan kemacetan" yang menyebabkan sejumlah besar transaksi penarikan jaringan Terra ditandai sebagai tertunda.

Harga LUNA telah turun lebih dari 99 persen dalam 24 jam terakhir, LUNA sempat mencapai USD 0,004 pada Kamis aksi jual massal. 

Volatilitas telah mempengaruhi banyak token di pasar kripto, dengan Bitcoin (BTC) sempat turun di bawah USD 27.000 ke level terendah 16 bulan dan Ether (ETH) di bawah USD 2.000 untuk pertama kalinya sejak Juli 2021.

Pada Selasa, CEO Terra Do Kwon mengisyaratkan "rencana pemulihan" untuk Terra USD (UST), kemudian menambahkan dia mendukung proposal komunitas untuk meningkatkan kapasitas pencetakan stablecoin algoritmik.

Namun, Kwon belum memposting pembaruan apa pun setelah penurunan harga tambahan dari LUNA.

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

 

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.


Harga Kripto Jumat Pagi 13 Mei 2022

Ilustrasi kripto (Foto: Unsplash/Kanchanara)
Perbesar
Ilustrasi kripto (Foto: Unsplash/Kanchanara)

Sebelumnya, harga bitcoin dan kripto jajaran teratas masih bertahan di zona merah. Kripto jajaran teratas masih kompak alami koreksi cukup dalam.

Berdasarkan data dari Coinmarketcap, Jumat pagi, 13 Mei 2022, kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar, Bitcoin (BTC) melemah 2,07 persen dalam 24 jam dan 21,89 persen dalam sepekan.

Saat ini, harga bitcoin berada di level USD 28.450,79 per koin atau setara Rp 416,2 juta (asumsi kurs Rp 14.632 per dolar AS). 

Ethereum (ETH) juga masih melemah. Selama 24 jam terakhir, ETH anjlok 8,38 persen dan 30,02 persen dalam sepekan. Dengan begitu, saat ini ETH berada di level USD 1.917,63 per koin. 

Kripto selanjutnya, Binance coin juga masih melemah. Dalam 24 jam terakhir BNB ambles 2,65 persen dan 30,18 persen sepekan. Hal itu membuat BNB dibanderol dengan harga USD 263,55 per koin. 

Kemudian Cardano (ADA) juga masih berkutat di zona merah. Dalam satu hari terakhir ADA melemah 12,49 persen dan 42,34 persen sepekan. Dengan begitu, ADA berada pada level USD 0,4546 per koin.

Adapun Solana (SOL) masih melemah pagi ini. Sepanjang satu hari terakhir SOL melemah 10,15 persen dan 49,31 persen sepekan. Saat ini, harga SOL berada di level USD 42,65 per koin.

 


Harga Kripto Lainnya

Ilustrasi Mata Uang Kripto, Mata Uang Digital.
Perbesar
Ilustrasi Mata Uang Kripto, Mata Uang Digital. Kredit: WorldSpectrum from Pixabay

XRP juga masih terkoreksi sangat dalam. Dalam satu hari terakhir, XRP turun 9,26 persen dan 37,11 persen dalam sepekan. Dengan begitu, XRP kini dibanderol seharga USD 0,3745 per koin. 

Terra (LUNA) melemah sangat dalam. Terra anjlok 99,14 persen dalam 24 jam terakhir dan 99,99 persen dalam sepekan. Saat ini Terra dihargai USD 0,01064 per koin.

Stablecoin Tether (USDT) dan USD coin (USDC), pada hari ini sama-sama menguat masing-masing 0,08 persen dan 0,05 persen. Dengan begitu, USDT berada di level USD 0,9976 dan USDC di level USD 1,00

Binance USD (BUSD) melemah 0,06 persen dalam 24 jam terakhir. Namun harganya masih bertahan di level USD 1,00 per koinnya. 

Sedangkan Stablecoin Terra, Terra USD (UST) melemah 41,01 persen dalam 24 jam terakhir. Membuat harganya turun di level USD 0,4571.


Tether, Stablecoin Terbesar Dunia Turun di Bawah Rp 14.649

Ilustrasi Mata Uang Kripto, Mata Uang Digital. Kredit: WorldSpectrum from Pixabay
Perbesar
Ilustrasi Mata Uang Kripto, Mata Uang Digital. Kredit: WorldSpectrum from Pixabay

Sebelumnya, Tether, salah satu stablecoin terbesar di dunia, menembus harga di bawah USD 1,00 pada Kamis tepatnya di kisaran USD 0.98 atau sekitar Rp 14.357 (asumsi kurs Rp 14.649 per dolar AS). Penurunan ini terjadi bertepatan dengan kepanikan di pasar kripto.

Stablecoin ini, termasuk Tether (USDT) nilainya dimaksudkan untuk dipatok satu banding satu dengan dolar AS. Namun, saat ini harganya menyentuh USD 0,98 yang pada umumnya jika alami penurunan, USDT hanya berada pada kisara USD 0,99. 

Penurunan pada Tether ini terjadi setelah Stablecoin jaringan Terra, Terra USD (UST) anjlok di bawah USD 0,30 pada Rabu. 

Kepala internasional di pertukaran kripto Luno, Vijay Ayyar mengatakan langkah itu kemungkinan ketakutan yang didorong oleh spekulasi dari fenomena kejatuhan UST. 

“Lingkungan sudah matang untuk peristiwa berita semacam itu yang menyebabkan riak di pasar seperti yang bisa kita lihat,” kata Ayyar dikutip dari CNBC, Kamis, 12 Mei 2022.

Stablecoin mirip dengan rekening bank di dunia kripto, yang dirancang untuk berfungsi sebagai penyimpan nilai yang dapat digunakan investor pada saat volatilitas pasar tinggi. 

Tether dan USDC, adalah dua Stablecoin terbesar, keduanya didukung oleh jumlah uang fiat yang cukup yang disimpan sebagai cadangan untuk memastikan deposan dapat menerima dolar mereka ketika mereka ingin melakukan penarikan.

 

Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya