Sukses

Tesla Catat Aset Digital Sentuh Rp 17,2 Triliun

Di tengah rekor laba, neraca Tesla menunjukkan aset digital bersih sebesar USD 1,26 miliar.

Liputan6.com, Jakarta - Tesla merilis hasil pendapatannya untuk kuartal pertama 2022 pada Rabu waktu setempat. Perusahaan mobil listrik Elon Musk melaporkan rekor penjualan dan laba kuartal lainnya melebihi perkiraan Wall Street meskipun ada tekanan inflasi.

Pendapatan Tesla naik 81 persen menjadi USD 18,76 miliar atau sekitar Rp 270,4 triliun dari USD 10,39 miliar tahun lalu. Pendapatannya melonjak 658 persen dari USD 438 juta pada tahun sebelumnya menjadi USD 3,32 miliar pada kuartal pertama tahun ini. 

"Saya tidak pernah lebih optimis dan bersemangat dalam hal masa depan daripada saya sekarang," kata Musk selama rilis kinerja keuangan pada Rabu, 27 April 2022.

Di tengah rekor laba, neraca tesla menunjukkan aset digital bersih sebesar USD 1,26 miliar atau sekitar Rp 17,2 triliun. Pernyataan arus kas Tesla masih menunjukkan satu-satunya pembelian aset digital perusahaan terjadi pada kuartal pertama tahun lalu ketika membeli BTC senilai USD 1,5 miliar. Satu-satunya penjualan aset digital juga terjadi di kuartal yang sama.

Pada Januari, Tesla mulai menerima meme coin, dogecoin untuk beberapa barang dagangan. Namun, perusahaan belum mengembalikan Bitcoin sebagai opsi pembayaran.

Musk mengatakan dia melihat Bitcoin sebagai penyimpan nilai sedangkan Dogecoin lebih cocok untuk transaksi. Dia sebelumnya mengungkapkan secara pribadi memiliki bitcoin (BTC), Ether (ETH), dan dogecoin (DOGE) dan tidak akan menjualnya.

Bos Tesla itu baru-baru ini juga resmi membeli twitter seharga USD 44 miliar atau sekitar Rp 634 triliun, Pada saat informasi penawaran pembelian Twitter Musk diterima, harga Dogecoin meroket hingga 27 persen.

 

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

2 dari 4 halaman

Saham Tesla Tersungkur Setelah Elon Musk Resmi Beli Twitter

Sebelumnya, saham Tesla ditutup turun lebih dari 12 persen pada Selasa, 26 April 2022, seiring indeks Nasdaq Composite tergelincir hampir 4 persen. Saham teknologi mega-cap lainnya yaitu Apple, Amazon, Google, dan induk Facebook Meta turun lebih dari 3 persen.

Melansir CNBC, Rabu, 27 April 2022, saham pembuat kendaraan listrik Rivian dan Lucid juga ditutup turun masing-masing 9,5 persen dan 8,7 persen.

Penurunan saham Tesla terjadi hanya sehari usai dewan direksi Twitter menyetujui penawaran akuisisi oleh Elon Musk senilai USD 44 miliar atau sekitar Rp 634,64 triliun (asumsi kurs Rp 14.423 per dolar AS) dari perusahaan, menunjukkan beberapa penurunan mungkin merupakan cerminan dari kekhawatiran investor dengan kesepakatan itu.

Kini, Musk telah mendapatkan USD 25,5 miliar atau sekitar Rp 367,81 triliun dari hutang yang berkomitmen penuh, termasuk USD 12,5 miliar atau sekitar Rp 180,29 triliun pinjaman terhadap saham Tesla-nya. Kesepakatan itu juga mencakup USD 21 miliar atau sekitar Rp 302,87 triliun ekuitas.

Meskipun menjadi orang terkaya di dunia, sebagian besar kekayaan Musk terikat pada saham Tesla, yang berarti ia kemungkinan harus meminjam dari kepemilikannya untuk mendanai kesepakatan tersebut.

Investor Tesla juga mungkin khawatir tentang kemungkinan gangguan yang bisa datang dari memiliki platform seperti Twitter. Musk tampaknya ingin sangat mempengaruhi operasi perusahaan, yang dapat menyebabkan krisis waktu baginya.

Kemudian, dengan asumsi kesepakatan ditutup, Elon Musk akan bertanggung jawab atas Tesla, Twitter, dan SpaceX. Dia juga memiliki dua usaha kecil, Boring Company dan Neuralink.

3 dari 4 halaman

Hadapi Biaya Bahan Baku yang Meningkat

Pembuat mobil, termasuk Tesla, sedang berjuang dengan meningkatnya biaya bahan baku yang masuk ke baterai, dan kekurangan chip semikonduktor yang diperburuk oleh pembatasan COVID-19 di Shanghai.

Tak hanya itu, Tesla juga mengatakan dalam laporan pendapatan kuartal pertama 2022 pada 20 April 2022, sementara pendapatan otomotif naik 87 persen dari periode tahun sebelumnya menjadi USD 16,86 miliar, perusahaan kehilangan sekitar satu bulan volume pembangunan di Shanghai karena penutupan COVID-19.

Tesla menghasilkan sekitar USD 4,65 miliar di China pada kuartal pertama 2022. Pasar China sekarang menyumbang 24,8 persen dari pendapatan Tesla.

Sementara itu, Tesla juga telah ekspor mobil dari China ke pasar Asia dan Eropa yang lebih luas. Meskipun baru-baru ini membuka pabrik baru di Austin, Texas dan satu lagi di Brandenburg, Jerman, perusahaan baru saja mulai meningkatkan produksi di lokasi ini.

"Untuk sebagian besar kendaraan, waktu tunggu pengiriman kami cukup lama. Mobil-mobil yang dikirim pada Q1 umumnya membawa harga yang ditetapkan pada kuartal sebelumnya, dan pada tingkat yang lebih rendah dari mobil yang dipesan hari ini, ”kata CFO Zach Kirkhorn dalam panggilan pendapatan perusahaan.

“Produksi dilanjutkan pada tingkat terbatas, dan kami bekerja untuk kembali ke produksi penuh secepat mungkin,” tambahnya.

Meskipun demikian, Tesla juga tidak berharap untuk menaikkan harga lagi segera. Musk mengatakan pada panggilan yang sama, "Harga saat ini adalah untuk kendaraan yang dikirim di masa depan, seperti enam hingga 12 bulan dari sekarang,"

4 dari 4 halaman

Tambah Portofolio

Musk sekarang menambahkan Twitter ke portofolio perusahaannya yang mengesankan termasuk Tesla, SpaceX, The Boring Company dan Neuralink.

Musk termasuk pengguna Twitter yang produktif, secara teratur meluncurkan berita terkait perusahaannya. Ia memakai Twitter sebagai sarana untuk berurusan dengan politikus dan kritikus.

Pemakaian Twitter juga membuat Elon Musk terlibat masalah hukum pada masa lalu. Salah satu yang terkenal ketika tweet niat untuk menjadikan Tesla go private dengan harga USD 420 per saham yang membuat Musk dapat denda USD 20 juta dari Securities and Exchange Commission (SEC).

Permusuhan Elon Musk terhadap SEC terutama saat klaim di Twitter orang-orang di agensi itu boneka wall street terutama pelaku short selling.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.