Harga Bitcoin Lesu Diprediksi Tak Bertahan Lama

Oleh Gagas Yoga Pratomo pada 29 Jan 2022, 06:00 WIB
Diperbarui 29 Jan 2022, 06:00 WIB
Ilustrasi bitcoin dan ethereum (Foto: Unsplash/Thought Catalog)
Perbesar
Ilustrasi bitcoin dan ethereum (Foto: Unsplash/Thought Catalog)

Liputan6.com, Jakarta - Anthony Scaramucci dari SkyBridge Capital mengutarakan pendapatnya mengenai penurunan harga Bitcoin yang tidak akan bertahan lama.

Ia menuturkan, pembeli harus menenangkan diri pada masalah cryptocurrency dan melakukan beberapa investasi jangka panjang sebagai gantinya.

Beberapa orang berpikiran bahwa Bitcoin adalah "racun tikus", seperti yang pernah dijelaskan oleh investor miliarder Warren Buffett. Hal tersebut membuat orang lain berpikir itu adalah hal terburuk yang pernah terjadi pada peradaban. 

"Semua orang adalah investor jangka panjang sampai Anda mengalami kerugian jangka pendek, dan kemudian Anda mulai panik," kata Scaramucci seperti dikutip dari CNBC, ditulis Sabtu (29/1/2022).

“Ambil pil dingin, pertahankan Bitcoin dalam jangka panjang, cryptocurrency lain seperti Algorand dan Ethereum, dan saya pikir Anda akan mendapatkan hasil sangat baik dalam jangka panjang dalam investasi tersebut,” lanjut Scaramucci. 

Pada Selasa, Bitcoin kembali di atas USD 37.000 atau sekitar Rp 530,8 juta (asumsi kurs Rp 14.345 per dolar AS), satu hari setelah turun sebentar di bawah USD 33.000. 

Akibat pantulan harga yang sempat terjadi, koin digital terbesar di dunia sempat diperdagangkan jauh di bawah level tertinggi sepanjang masa sekitar USD 69.000 yang dicapai pada bulan November.

Beberapa analis kripto takut akan permulaan "musim dingin kripto," seperti pasar bearish yang terlihat pada 2017 dan 2018 lalu ketika Bitcoin jatuh sekitar 80 persen dari rekor level tertinggi saat itu.

Meskipun begitu, Scaramucci percaya pembeli perlu melihat gambaran besar tentang Bitcoin, daripada menanyakan nilai Bitcoin saat ini. 

“Kami mendahului diri kami sendiri. Kalau 2025, dan ada satu miliar dompet Bitcoin, sebut saja itu mata uang. Dolar tetaplah dolar. Bagi saya, ini adalah teknologi baru yang pada akhirnya akan berkembang menjadi nilai toko karena semakin banyak orang bergabung dengan jaringan,” jelasnya. 

Scaramucci menyarankan kliennya sendiri untuk berinvestasi dalam cryptocurrency, tetapi jangan terlalu bersemangat. 

“Saya tidak ingin klien saya melewatkan ini. Saya memberi tahu mereka untuk mengukurnya dengan tepat, itu adalah alokasi 1 persen hingga 3 persen, biaya 1 persen hingga 4 persen.” ujar Scaramucci 

"Anda bisa membiarkannya berjalan, tetapi ukurlah dengan tepat kemudian sadari bahwa ini akan menjadi bagian dari masa depan kita,” pungkasnya. 

 

 

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Harga Kripto pada Jumat Pagi, 28 Januari 2022

Ilustrasi Mata Uang Kripto, Mata Uang Digital. Kredit: WorldSpectrum from Pixabay
Perbesar
Ilustrasi Mata Uang Kripto, Mata Uang Digital. Kredit: WorldSpectrum from Pixabay

Sebelumnya, harga Bitcoin, Ethereum dan jajaran kripto teratas terlihat masih melemah pada Jumat pagi, 28 Januari 2022. Mayoritas kripto teratas menunjukkan grafik merah dalam satu hari terakhir.

Berdasarkan data dari Coinmarketcap, Jumat pagi, kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar, Bitcoin (BTC) melemah dalam satu hari terakhir sebesar 1,16 persen dan 12,75 persen dalam sepekan.

Saat ini, harga BTC berada di level USD 36.018,18 per koin atau setara Rp 517,7 juta (asumsi kurs Rp 14.375 per dolar AS). 

Ethereum (ETH) sebagai kripto terbesar kedua yang sebelumnya terapresiasi, hari ini harus melemah sebesar 3,23 persen dalam satu hari terakhir dan 23,67 persen dalam sepekan. Dengan begitu, saat ini ETH berada di level USD 2.348,30 per koin. 

Stablecoin seperti Tether (USDT) dan USD coin (USDC), meskipun sedikit turun, tetapi masing-masing harganya masih stabil. USDT masih berada di level USD 1,00. USDC yang sempat menurun, hari ini kembali ke harga stabilnya yaitu USD 1,00

Selanjutnya, Binance coin (BNB) yang sempat melemah kemarin, hari ini berhasil menguat. Dalam 24 jam terakhir BNB menguat sebesar 5,81 persen. Namun, dalam sepekan BNB masih melemah sebesar 13,09 persen. Hal itu membuat BNB berada di level USD 390,69 per koin. 

Sedangkan, Solana (SOL) masih melemah dalam satu hari terakhir sebesar 3,30 persen dan dalam sepekan meradang sebesar 34,03 persen. Saat ini harga SOL berada di level USD 87,03 per koin.

Adapun, Cardano (ADA) yang sempat menguat, kini kembali meradang sebesar 0,98 persen dalam 24 jam terakhir dan 20,03 persen dalam sepekan. Dengan begitu, ADA berada pada level USD 1,03 per koin.

 

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya