Sate Kambing Blotongan Kesukaan Rhoma Irama

Oleh Liputan6 pada 26 Des 2013, 12:18 WIB
Diperbarui 26 Des 2013, 12:18 WIB
26122013-blotongan.jpg
Perbesar

Citizen6, Salatiga: Blotongan adalah nama suatu kelurahan di kota Salatiga. Kota yang berada di tengah - tengah antara Semarang dan Solo. Jika kita melewati gapura selamat datang kota Salatiga di perbatasan antara kabupaten Semarang dan kota tersebut, maka akan kita lihat banyak rumah makan yang menjajakan sate kambing muda.

Dari sekian banyak jejeran rumah makan, ada satu yang sudah berdiri sejak tahun 1979 yang menjadi rumah makan favorit pelantun lagu dangdut "judi" itu. Rumah makan tersebut pun mempunyai nuansa jawa yang cukup kental. Dinding-dinding terbuat dari anyaman rotan kuat, indah dan rapi. Rumah makan tersebut terpajang foto-foto 'jadul' Rhoma Irama di rumah makan tersebut bersama pendirinya. Pendirinya adalah Pak Masyudi dan Bu Qori yang berhasil meracik hidangan sate kambing yang lezat nan gurih.

Sate 20 tusuk di sajikan dengan piring besi panas atau hot plate. Penggunaan hot plate atau piring saji dari plat besi yang dipanaskan ini dimaksudkan untuk membuat sajian sate kambing terus hangat dan membuat tekstur dagingnya terasa lembut hingga suapan terakhir. Dan sejak saat itu terus bertahan hingga sekarang di Jl. Fatmawati yang kemudian muncul beberapa warung sate lainnya yang meramaikan jalan lintas propinsi tersebut.

Resep rahasia kelezatan sate Blotongan ini terletak pada daging kambing yang digunakan, yaitu dengan menggunakan daging kambing muda atau yang berumur dibawah satu tahun. Kemudian dibakar dalam durasi waktu yang pas sekitar lima menit, hingga dagingnya tidak terlalu gosong. Bumbu yang digunakan untuk membakarpun cukup sederhana, celupan kecap asin, garam dan bawang putputih yang dihaluskan memberikan rasa gurih khas daging kambing dengan tekstur dagingnya yang lembut saat dikunyah dalam mulut.

Cara menyajikan dengan plat besi panas menjaga daging kambing selalu dalam suhu hangat yang membuat lemak kambingnya tidak beku, hingga rasa gurihnya terasa memenuhi rongga mulut saat mengunyahnya. Dan daging kambing yang dibakar sempurna tersebut rasanya tidak rusak oleh siraman bumbu tambahan seperti kecap dan sambel kacang, karena bumbu tambahan tersebut disajikan terpisah dengan acar dan sayuran.

Satu porsi dengan dua puluh tusuk sate dalam satu plat panas membutuhkan daging kambing sekitar 300 gramĀ  dan 100 gram lemak, kemudian dibumbui dengan dua sendok teh kecap manis, setengah sendok teh kecap asin, setengah sendok teh merica dan dua siung bawang putih yang dihaluskan.

Di warung sate kambing pak Masyudi Blotongan tersebut, satu porsi dengan sepuluh tusuk sate dibandrol dengan harga Rp.22.000. Tapi bagi penggemar berat menu kambing, satu hot plate di warung sate pak Masyudi yang bisa memuat duapuluh tusuk daging kambing ini akan terasa pas, karena kelezatan rasanya susah untuk ditolak. (kw)

Penulis:
Muhammad Aldien Priambodo

Baca Juga:
Getuk Goreng Khas Purwokerto Ini, Populer Sejak 1918
Gudeg Yu Djum, Kenikmatan Kuliner Khas Yogya
Rujak Kuah Pindang, Kuliner `Nyentrik` Khas Bali

Disclaimer:

Citizen6 adalah media publik untuk warga. Artikel di Citizen6 merupakan opini pribadi dan tidak boleh menyinggung SARA. Isi artikel menjadi tanggung jawab si penulisnya.

Anda juga bisa mengirimkan artikel disertai foto seputar kegiatan komunitas atauopini Anda tentang politik, kesehatan, keuangan, wisata, social media dan lainnya ke Citizen6@liputan6.com

Mulai 16 Desember sampai 3 Januari 2014 Citizen6 mengadakan program menulis bertopik dengan tema "Resolusi 2014". Ada kado akhir tahun dari Liputan6.com, Dyslexis Cloth, dan penerbit dari Gramedia bagi 6 artikel terpilih. Syarat dan ketentuan bisa disimak di sini.