Fakta-Fakta Cacar Monyet yang Patut Kamu Ketahui

Oleh Azizah Savira pada 01 Okt 2022, 14:04 WIB
Diperbarui 01 Okt 2022, 14:04 WIB
Monkeypox
Perbesar
Ilustrasi penyakit cacar monyet atau monkeypox. Credits: pixabay.com by TheDigitalArtist

Liputan6.com, Jakarta - Cacar monyet adalah penyakit zoonosis langka yang disebabkan oleh infeksi virus monkeypox. Virus cacar monyet termasuk genus Orthopoxvirus dalam family Poxviridae. Cacar monyet di temukan pertama kali pada tahun 1958.

Pada saat itu ditemukan wabah penyakit mirip cacar yang menyerang koloni monyet yang di pelihara untuk penelitian, hal ini menyebabkan penyakit ini disebut cacar monyet atau monkeypox. Cara penularan cacar monyet adalah ketika seseorang bersentuahan dengan virus dari hewan yang terinfeksi, orang yang terinfeksi, atau bahan yang terkontaminasi virus.

Virus juga dapat melewati plasenta dari ibu hamil ke janin. Virus cacar monyet dapat menyebar dari hewan ke manusia melalui gigitan atau cakaran hewan yang terinfeksi, ketika menangani atau memproses hewan buruan, atau melalui penggunaan produk yang terbuat dari hewan yang terinfeksi.

Cacar monyet ditularkan pula dari manusia ke manusia melalui kontak langsung dengan luka infeksi, koreng, atau cairang tubuh penderita. Penyakit ini juga dapat menyebar melalui droplet pernapasan ketika melakukan kontak dengan penderita secara berkepanjangan

Berikut ini adalah gejala cacar monyet yang harus diwaspadai adalah :

1. Demam akut

Demam adalah gejala awal cacar monyet. Demam dapat muncul ketika penderita pertama kali terpapar virus penyebab cacar monyet sampai sekitar lima hari .

 

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.


Gejala Cacar Monyet

Virus Cacar Monyet
Perbesar
Ilustrasi virus cacar monyet. Credits: pixabay.com by Alexandra_Koch

2. Sakit kepala serius

Selain demam , penderita yang terpapar virus cacar monyet juga akan merasakan sakit kepala yang serius.

3. Limfadenopati (Pembesaran Kelenjar Getah bening)

Ciri – ciri cacar monyet yang mencirikan berbeda dari cacar lainnya adalah adanya pembengkakan pada kelenjar getah bening. Kelenjar getah bening ini dapat dirasakan di bagian leher, ketiak atau selangkangan.

4. Lemas

Gejala ini sama seperti terinfeksi virus dan kuman lainnya, yaitu penderita cacar monyet juga merasakan tubuh lemas.

5. Ruam

Ciri – ciri cacar monyet yang berbeda dari penyakit lainnya adalah ruam. Ruam gejala cacar monyet berlangsung sekitar tiga minggu. Ruam ini pada awalnya berupa lesi, bercak, atau bintik kemerahan yang muncul selama 24 jam. Selama empat hari kemudian, ruam akan berkembang menjadi bintik – bintik yang berisikan nanah. 

Selang waktu enam hari kemudian, ruam akan mengering. Setelah itu ruam akan menjadi keropeng setelah sembilan hari. Bagian bagian tubuh yang biasanya muncul ruam yaitu dekat anus, kaki, dada, wajah, mulut, dekat alat kelamin, dan dekat mata


Gejala Cacar Monyet

Ilustrasi Monkeypox atau cacar monyet (brgfx/Freepik)
Perbesar
Ilustrasi Monkeypox atau cacar monyet (brgfx/Freepik)

6. nyeri otot dan sakit punggung

Penderita penyakit cacar monyet juga bisa merasakan gejala yang dialami cacar pada umumnya yaitu nyeri otot dan nyeri punggung.

7. kelelahan

Penderita yang terkena virus , termasuk cacar monyet juga merasakan badan kelelahan. Hal ini dirasakan karena badan sedang lemah

8. gangguan pernafasan

Dari penelitian beberapa kasus, penderita cacar monyet mengalami gangguan pernapasan yakni sakit tenggorokan, hidung tersumbat, dan batuk. Penyakit ini biasanya berlangsung selama 2-4 minggu. 

Cacar monyet dapat dicegah dengan cara berikut ini:

  • Hindari kontak dengan hewan yang dapat menjadi reservoir virus ( termasuk hewan yang sakit atau yang ditemukan mati di daerah mana cacar monyet terjadi).
  • Pisahkan pasien yang terinfeksi dari orang lain yang mungkin beresiko terinfeksi.
  • Hindari kontak dengan bahan apa pun, seperti tempat tidur , yang pernah bersentuhan dengan hewan yang sakit. 
  • Menggunakan alat pelindung diri (APD) saat merawat pasien yang terinfeksi.
  • Lakukan cuci tangan yang baik dan benar setelah kontak dengan hewan atau manusia yang terinfeksi.

  • Memasak daging dengan matang dan benar.

     


Pengobatan Cacar Monyet

Gejala Cacar Monyet
Perbesar
Ilustrasi orang yang sedang mengalami gejala cacar monyet, yaitu demam. Credits: pexels.com by Pavel Danilyuk

Lalu bagaimana cara mengobati cacar monyet?

Dilansir dari lama Fact Check , tidak ada pengobatan khusus untuk infeksi virus cacar monyet. Namun virus cacar monyet dan cacar genetik serupa, yang berarti bahwa obat antivirus dan vaksi yang dikembangkan untuk melindungi cacar dapat digunakan untuk mecegah dan mengobati infesi virus cacar monyet.

Hal serupa juga dijelaskan oleh WHO melalui laman reminya bahwa orang dengan cacar monyet harus mengikuti saran dari penyedia layanan kesehatan mereka. Gejala cacar monyet biasanya sembuh dengan sendirinya tanpa perlu pengobatan. Namun jika diperlukan obat untuk nyeri (analgesik) dan demam (antipiretik) dapat digunakan untuk meredakan beberapa gejala.

Selain itu penting untuk siapapun yang menderita cacar monyet untuk tetap terhidrasi, makan dengan baik, dan cukup tidur. 

Infografis Gejala dan Pencegahan Cacar Monyet
Perbesar
Infografis Gejala dan Pencegahan Cacar Monyet (Liputan6.com/Triyasni)
Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya