Duka Warganet Atas Meninggalnya Pelawak Senior Eddy Gombloh

Oleh Camelia pada 05 Agu 2022, 10:28 WIB
Diperbarui 05 Agu 2022, 11:05 WIB
Komedian Eddy Gombloh
Perbesar
Potret komedian Eddy Gombloh yang berkarier pada dekade 1970-an hingga 1980-an, meninggal dunia pada Kamis (4/8/2022). (Foto: Dok. IST)

Liputan6.com, Jakarta - Pelawak senior Eddy Gombloh dikabarkan meninggal dunia pada hari ini, Kamis (4/8/2022). Eddy Gombloh meninggal dunia di usianya yang ke-80 tahun. Kabar ini datang melalui sebuah pengumuman dari Ketua Humas Persatuan Artis Film Indonesia (PARFI), Evry Joe, disampaikan kepada wartawan.

Disampaikan oleh Evry Joe, Eddy Gombloh meninggal dunia di Rumah Sakit Sarjito, Yogyakarta, pada pukul 12.30 WIB. Rencananya, jenazah almarhum akan dimakamkan pada Jumat (5/8/2022) siang besok. Kini jenazah sedang disemayamkan di rumah duka di Yogyakarta.

"Betul sekali, beliau meninggal di Yogyakarta. Beliau lumayan cukup panjang umur, ya. Beliau adalah komedian populer, bersama Ateng, saat itu kita masih kecil," ujar Evry Joe saat mengonfirmasi kabar duka ini kepada wartawan, Kamis (4/8/2022).

"Semoga almarhum berpulang dengan khusnul khotimah. Karya beliau akan jadi ladang amal di kemudian hari. Pembelajaran untuk para seniman budayawan komedian Indonesia, betapa mereka itu memiliki karakter yang sangat kuat," lanjutnya.

Jenazah Eddy Gombloh akan dimakamkan di Tegal Alur, Cengkareng, Jakarta Barat, pada hari ini Jumat (5/8/2022). Kabar meninggalnya Eddy Gombloh sontak membawa duka tak hanya bagi kerabat, tapi juga penggemar. 

Martina Lubalu, istri Eddy Gombloh, menjelaskan bahwa suaminya punya riwayat penyakit jantung. Lantaran hal itu, Eddy Gombloh harus keluar masuk rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif. Berawal dari penyakit jantung lalu menyebar ke organ tubuh lainnya. Sehingga produktivitasnya pun semakin menurun.

"Sakitnya sudah lama sakit jantung. Dari jantung menyebar ke paru-paru, ginjal, dan hati," kata Martina Lubalu dalam video yang diunggah di kanal YouTube Macul Channel dikutip Kamis (4/8/2022).

Penyakit yang diidap Eddy Gombloh semakin parah ketika dirinya terpapar Covid-19. Meski tidak menjelaskan kapan pastinya terpapar COVID-19, namun sejak saat itu Eddy Gombloh sudah tidak bisa berjalan lagi.

"Lebih parah pas kena COVID. Dari COVID, enggak bisa jalan sampai sekarang," jelas Martina Lubalu.

Tak sedikit yang merasa kehilangan atas kepergian pelawak senior yang wajahnya sering nongol dalam film komedi di era 80-an ini. Melalui Twitter, tak sedikit warganet yang lantas memberikan ucapan duka hingga doa untuk Eddy Gombloh. Berikut deretan duka warganet atas kepergian pelawak senior Eddy Gombloh.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Mengenang Film-Film Eddy Gombloh Bareng Pelawak Legendaris, Super Kocak

Selain Laila Sari, 4 Artis Zaman Dulu Ini Juga Kondisinya Memprihatinkan
Perbesar
Eddy Gombloh (Sumber: Brilio)

Berikut adalah film-film yang pernah Eddy Gombloh perankan pada tahun 70an.

Benyamin Tukang Ngibul

Salah satu filmnya bersama Benyamin Sueb adalah film 'Benyamin Tukang Ngibul'. Film tahun 70an dengan cerita komedi Indonesia ini disutradari oleh Nawi Ismail.

Film ini mengisahkan tentang Benny (Benyamin S) yang pergi ke kota untuk bisa mengadu nasib, namun nasib yang ia dapati pertama adalah nasib buruk. Ia kalah berjudi sehingga uangnya hampir habis dengan sisa uangnya yang sedikit ia pun mempunyai tekad untuk menggandakannya dengan berbagai cara apapun.

Cara yang ia lakukan pada akhirnya adalah berjualan obat palsu. Namun dari keberhasilan tersebut tidak berlanjut karena setelah uang terkumpul ia ribut dengan teman-temannya. Dan dari kejadian tersebut sampai ke tangan polisi. Nasib sial dari Benny di kota terus terjadi.

Inem Pelayan Seksi

Film besar lainnya yang pernah ia bintangi adalah Inem Pelayan Sexy. Film yang rilis pada 1976 ini sangat sukses sampai ada remake-nya di tahun berbeda. Film ini dibintangi oleh aktor dan aktris legendaris lainnya seperti Titiek Puspa dan Doris Callebaut.

Mengisahkan tentang Brontoyudo seorang direktur perusahaan yang usaha awalnya dari jualan sate. Ia jatuh cinta kepada seorang pelayan yang bekerja pada keluarga Cokro bernama Inem. Banyak istri-istri dari pegawai bergunjing. Namun Inem juga jadi serba salah, banyak kejadian suasana lucu di dalamnya.

Manusia 6.000.000 Dollar

Film ini merupakan film yang bercerita kisah Dono, Kasino, Indro dan Dorman Borisman yang merupakan para anggota kepolisian. Namun Dono mengalami kecelakaan dan diubah menjadi manusia robot dengan biaya 6.000.000 dollar. Ia menjadi petugas kepolisian tugas mereka harus mengusut kejahatan di masyarakat seperti pornografi, penculikan anak dan lain-lain.

Namun sebuah sindikat penculikan profesional menculik anak serta seorang penyanyi bernama Rita Aduhai Merdu Banget. Masih ada banyak sekali film-film yang diperankan oleh Eddy Gombloh seperti Samson Betawi, Warung Pojok Tarsan Kota dan lain sebagainya. Melalui karya-karya yang pernah ia perani tersebut kita bisa mengingat bagaimana karir dari sang pelawak legendaris.

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS


Jejak Karier

Eddy Gombloh
Perbesar
Eddy Gombloh (YouTube/women.net)

Lahir pada 17 Agustus 1941, Eddy Gombloh merupakan satu dari sekian komedian legendaris di Tanah Air yang memiliki karier cemerlang semasa hidupnya. Selama berkiprah di dunia hiburan Tanah Air, Eddy Gombloh sempat bermain di puluhan film layar lebar pada dekade 1970-an hingga awal 1990-an.

Eddy Gombloh juga terlihat beberapa kali tampil bersama sejumlah komedian Betawi ternama masa itu termasuk Benyamin Sueb. Mereka tampil dalam film Biang Kerok, Tiga Janggo, hingga Tarsan Kota. Ia juga sempat tampil di beberapa film Warkop DKI.

Lanjutkan Membaca ↓

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya