Jangan Dianggap Sepele, Ini Dampak Negatif Tidur dengan Kipas Angin

Oleh Camelia pada 31 Jul 2022, 18:01 WIB
Diperbarui 31 Jul 2022, 18:01 WIB
Jenis Kipas Angin dan Masing-masing Fungsinya
Perbesar
Kipas Angin / Sumber: Pixabay

Liputan6.com, Jakarta Bukan rahasia lagi bahwa bumi semakin panas. Gelombang panas bahkan telah terjadi di beberapa negara di dunia. Bagi sebagian orang, ini berarti tidur menjadi kurang nyaman. Godaannya, kemudian, adalah untuk mendapatkan udara sejuk, dengan menggunakan kipas angin. Namun, bagi sebagian kecil masyarakat, hal ini bisa menimbulkan masalah baru.

Mengapa beberapa orang tidak boleh tidur dengan kipas angin? Menurut The Sleep Advisor, kipas angin memang mengedarkan udara untuk membuat ruangan Anda lebih sejuk dan segar, namun juga bisa mengedarkan serbuk sari dan debu. Tidak bagus jika Anda menderita alergi, asma atau demam. 

Perhatikan kipas Anda dari dekat,” saran The Sleep Advisor. “Jika sudah mengumpulkan debu di bilahnya, partikel-partikel itu terbang di udara setiap kali Anda menyalakannya.”

Alasan lain Anda tidak boleh tidur dengan kipas angin termasuk fakta bahwa itu dapat mengeringkan kulit Anda, serta saluran hidung Anda. Jika saluran hidung Anda menjadi terlalu kering, The Sleep Advisor memperingatkan bahwa tubuh dapat memproduksi lendir berlebih, membuat Anda merasa sesak. Dan kemudian, jika itu tidak cukup, ada kram otot.

Orang yang tidur dengan kipas angin langsung di atasnya mungkin terbangun dengan otot kaku atau sakit. Ini karena udara dingin yang terkonsentrasi dapat membuat otot tegang dan kram,” para ahli menjelaskan.

Masalah ini sangat umum bagi orang-orang yang tidur dengannya di dekat wajah dan leher mereka. Jika Anda terbangun dengan leher kaku di pagi hari, mungkin karena angin yang terus-menerus.

Jadi saat tidur dengan kipas angin mungkin tampak seperti satu-satunya cara untuk melawan panas yang terus-menerus, ada baiknya mencoba hal-hal lain seperti kain flanel dingin di semangkuk air di dekat tempat tidur Anda, atau tidur di atas selimut dengan jendela lebar.

Selama Anda memastikan bahwa kipas angin Anda tidak terlalu dekat dengan tempat tidur Anda dan udara dingin tidak bertiup langsung ke tubuh Anda dan mungkin berpikir untuk membeli filter udara, untuk membersihkan partikel debu tambahan Anda akan baik-baik saja.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Jangan Menyalakan Kipas Angin Semalaman, Sangat Berbahaya!

Kipas Angin - Vania
Perbesar
Ilustrasi Kipas Angin/https://unsplash.com/Andrew George

Selain air conditioner (AC), kipas angin menjadi alternatif bagi sebagian orang untuk menyejukkan kamar tidur guna menepis hawa panas.

Namun banyak orang yang menyalakan kipas angin semalaman suntuk agar suhu di dalam ruangan tetap stabil, dan hal ini dianggap berbahaya oleh sejumlah ahli. Salah satunya adalah risiko kebakaran. 

Tidak ada data pasti soal kebakaran yang terkait dengan kipas angin pada khususnya, tetapi listrik tetap menjadi penyebab terbesar dari semua kebakaran rumah rumah yang tidak disengaja di Inggris.

"Dalam kondisi terik, kemungkinan besar orang Inggris akan beralih ke kipas angin untuk menyejukkan tubuh, tetapi kami menyarankan agar tidak tergoda untuk membiarkannya menyala sepanjang malam saat Anda tidur," kata Giuseppe Capanna, Product Safety Engineer dari Electrical Safety First.

Jika kipas angin mulai menunjukkan tanda-tanda ada sesuatu yang aneh, seperti bau terbakar, percikan api, atau suara dengung yang tidak biasa, waktu respons pengguna saat tidur akan sangat lambat.

"Akibatnya, mungkin ada peningkatan risiko kebakaran jika Anda tidak dapat merespons situasi ini dengan cukup cepat," katanya sebagaimana dikutip dari The Sun, Sabtu (30/7/2022).

"Motor di dalam kipas dapat dengan mudah berada di bawah tekanan yang tak diinginkan (overheat), seperti jika kipas jatuh atau terhalang dengan sesuatu sehingga Anda wajib mengawasi kipas angin saat menyala," sambungnya.

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS


Tips Beli Kipas Angin Bekas

Kipas Angin - Vania
Perbesar
Ilustrasi Kipas Angin/https://unsplash.com/Valery Fedotov

Para ahli juga mendesak para pengguna untuk berhati-hati dengan jenis kipas yang mereka beli, dan dari mana mereka membelinya. Pikirkan dua kali sebelum membeli kipas bekas karena umurnya bisa lebih tua dan kemungkinan besar kondisinya buruk.

Kipas angin bekas juga mungkin memiliki masalah tersembunyi yang tidak Anda ketahui, seperti motor tua atau rusak yang mungkin lebih rentan terhadap panas berlebih.

Tetapi jika Anda terpaksa membeli kipas bekas, periksa apakah ada kerusakan yang terlihat, terutama di sekitar kabel dan steker. Jika Anda menyimpan kipas angin di gudang atau tempat yang lembab, penting untuk memeriksa jamur atau lumut di dalam perangkat. Namun, alangkah baiknya jika kamu membeli kipas baru dari penjual terpercaya daripada penjual pihak ketiga di pasar online.

Lanjutkan Membaca ↓

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya