Studi: Orang Bertubuh Tinggi Lebih Berisiko Punya Kondisi Kesehatan Serius

Oleh Sulung Lahitani pada 27 Jun 2022, 12:17 WIB
Diperbarui 27 Jun 2022, 12:17 WIB
TInggi Badan
Perbesar
Ilustrasi Tinggi Badan, Photo by Cookies Studio on Freepik

Liputan6.com, Jakarta Tinggi badan kita adalah salah satu hal yang berada di luar kendali kita - begitu juga dengan faktor risiko yang menyertainya. Tinggi badan biasanya tidak dianggap sebagai faktor risiko penyakit.

Namun, sebuah penelitian telah menunjukkan korelasi antara seberapa tinggi seseorang dan kemungkinan mereka mengalami sejumlah kondisi kesehatan.

Apakah hubungan ini didasarkan pada dasar biologis atau karena faktor lain masih belum diketahui dalam penelitian tersebut.

Menurut sebuah studi baru, tinggi badan Anda bisa menjadi indikator kuat tentang risiko Anda terhadap sejumlah risiko kesehatan yang serius.

Seberapa tinggi atau pendek Anda sebagai orang dewasa sebagian besar disebabkan oleh gen yang diwarisi dari orang tua Anda. Namun, ada sejumlah faktor lain yang dapat memengaruhi tinggi badan Anda.

Dari faktor lingkungan, gizi, status sosial ekonomi dan demografi; sejumlah faktor dapat menentukan tinggi badan Anda.

Untuk alasan ini seringkali sulit bagi para ilmuwan untuk menentukan hubungan antara tubuh tinggi dan risiko penyakit, sampai sekarang.

Dalam studi yang diterbitkan dalam jurnal PLOS Genetics, tinggi badan sebagai faktor yang dikaitkan dengan berbagai kondisi umum diselidiki lebih lanjut.

Para peneliti melihat kemungkinan hubungan antara tinggi badan dan berbagai penyakit. Tim menggunakan data dari VA Million Veteran Program lebih dari 250.000 pria dewasa.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

 


Hasil penelitian

Ilustrasi cara, meninggikan badan
Perbesar
Ilustrasi cara, meninggikan badan. (Photo by Бодьсанал Boogie on Unsplash)

Hasilnya mengonfirmasi temuan sebelumnya bahwa tubuh tinggi terkait dengan risiko yang lebih tinggi dari sejumlah kondisi kesehatan.

Menurut penelitian, kondisi kesehatan ini termasuk varises dan fibrilasi arteri, tetapi orang yang bertubuh tinggi juga memiliki risiko penyakit jantung koroner, tekanan darah tinggi, dan kolesterol tinggi yang lebih rendah.

Penelitian ini juga menemukan hubungan baru antara tinggi badan dan risiko neuropati perifer yang lebih tinggi, yang disebabkan oleh kerusakan saraf pada ekstremitas, serta infeksi kulit dan tulang, seperti ulkus tungkai dan kaki.

Penulis penelitian menyimpulkan bahwa "tinggi badan mungkin merupakan faktor risiko yang tidak diketahui tetapi secara biologis masuk akal untuk beberapa kondisi umum pada orang dewasa."

Studi tersebut juga menunjukkan tinggi badan meningkatkan risiko asma dan gangguan saraf non-spesifik pada wanita tetapi tidak pada pria.

 


Pentingnya evaluasi tinggi badan di masa depan

Ilustrasi Tinggi Badan
Perbesar
Ilustrasi Tinggi Badan

Ini lebih lanjut memperkuat klaim bahwa tinggi badan mungkin merupakan faktor risiko yang tidak diketahui tetapi penting secara biologis dan tidak dapat diubah untuk beberapa kondisi umum, terutama yang mempengaruhi ekstremitas. Demikian menurut para peneliti.

Ini mungkin juga berguna untuk mempertimbangkan tinggi badan seseorang saat menilai risiko dan pengawasan penyakit, kata mereka.

“Saya pikir temuan kami adalah langkah pertama menuju penilaian risiko penyakit karena kami mengidentifikasi kondisi di mana tubuh tinggi mungkin benar-benar menjadi faktor risiko,” jelas Dr Sridharan Raghavan.

Dia menambahkan: "Pekerjaan di masa depan harus mengevaluasi apakah memasukkan tinggi badan ke dalam penilaian risiko penyakit dapat menginformasikan strategi untuk memodifikasi faktor risiko lain untuk kondisi tertentu."

Untungnya, ada sejumlah faktor risiko yang dapat kita kendalikan yang dapat sangat mengurangi risiko hasil kesehatan yang serius.

Ini termasuk mengadopsi cara makan yang lebih sehat, mengurangi minum alkohol, dan berhenti merokok.


5 Manfaat Chia Seed untuk Kesehatan, Bantu Menurunkan Berat Badan

Ilustrasi
Perbesar
Ilustrasi chia seed. (dok. Pexels/Delphine Hourlay)

Chia seed atau biji cia memang berukuran kecil, tapi ini menjadi salah satu item paling bergizi yang ada di dapurmu.

Chia seed penuh dengan antioksidan, serat, asam lemak omega-3 dan sangat serbaguna untuk digunakan. Belum lagi nutrisi lainnya, seperti mangan, kalsium dan protein. Mereka bebas gluten dan mudah dicerna.

Salah satu keuntungan terbaik memasukkan chia seed ke dalam makananmu adalah sangat mudah untuk dimasukkan. Anda tidak perlu menggilingnya agar mudah dicerna.

Chia seed mudah bercampur dengan cairan, dan ini adalah tambahan nutrisi yang sederhana namun cepat untuk berbagai makanan.

Oleh karena itu, ketahui apa saja manfaat chia seed bagi kesehatan tubuh, seperti melansir dari Pinkvilla, Sabtu (25/6/2022).

1. Bergizi tinggi

Chia seed dikemas dengan nutrisi—termasuk serat, protein nabati, mineral, yang bisa mendukung tubuhmu dalam berbagai cara.

Sekitar dua sendok makan menyajikan 138 kalori, 5 gram protein, 8 gram lemak, 12 gam karbohidrat dan 10 gram serat.

2. Kaya akan anti oksidan

Antioksidan melawan radikal bebas yang menyebabkan kerusakan sel, protein dan DNA. Dengan biji chia yang tinggi antioksidan, ada baiknya menambahkannya ke makanan sebanyak yang Anda bisa.

Sebagai tambahan, makanan yang mengandung radikal bebas tinggi adalah makanan yang kekurangan antioksidan—daging olahan dan makanan yang banyak diproses atau penuh gula adalah contohnya.


3. Membantu mengurangi peradangan dalam tubuh

makanan
Perbesar
ilustrasi chia seed/copyright unsplash/Ana Azevedo

Peradangan menjadi kondisi kesehatan tersembunyi yang menyebabkan masalah dalam tubuh. Ini bisa meningkatkan kolesterol, nyeri sendi dan menyebabkan ketidakseimbangan hormon.

Chia seed bersifat anti-inflamasi, jadi menambahkannya ke dalam makananmu membantu mengurangi tingkat peradangan yang bisa diukur melalui CRP dan ESR dalam tes darah.

4. Membantu mengatur kadar gula darah

Chia seed bisa menstabilkan gula darah dan meningkatkan sensitivitas insulin. Ini mengurangi kemungkinan lonjakan dan benturan yang terkadang dialami setelah makan.

Ini sangat membantu pengidap diabetes atau yang mengalami resistensi insulin pada PCOS, khususnya.

Anda bisa menambahkan chia seed ke smoothies, saus salad atau tambahkan ke oatmeal Anda.

5. Mendukung penurunan berat badan

Karena chia seed menjaga tingkat rasa kenyangmu. Ini mmbantu menurunkan nafsu makan, mencegah Anda makan berlebihan.

Ini mendukung penurunan berat badanmu karena Anda tidak mengonsumsi kalori yang tidak perlu melalui sumber makanan lain.

Infografis Gejala dan Pencegahan Covid-19 Subvarian Omicron BA.4 dan BA.5. (Liputan6.com/Abdillah)
Perbesar
Infografis Gejala dan Pencegahan Covid-19 Subvarian Omicron BA.4 dan BA.5. (Liputan6.com/Abdillah)
Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya