Definisi Abrasi Pantai, Serta Penyebab dan Penanggulangan yang Bisa Dilakukan

Oleh Camelia pada 16 Jun 2022, 17:39 WIB
Diperbarui 17 Jun 2022, 08:52 WIB
Ilustrasi pantai (sumber: Pixabay)
Perbesar
Ilustrasi pantai (sumber: Pixabay)

Liputan6.com, Jakarta Bencana akibat abrasi diketahui telah melanda pesisir Pantai Amurang, Kabupaten Minahasa Selatan, Sulawesi Utara pada Rabu (15/6/2022). Meskipun tidak ada korban jiwa karena abrasi tersebut, namun 31 rumah warga, sebuah jembatan serta penginapan dilaporkan ikut terdampak. Bangunan tersebut amblas akibat terkena abrasi pantai hingga memaksa 266 kepala keluarga kini pergi mengungsi. 

"Bencana alam terjadi di pesisir pantai atau boulevard di Kelurahan Bitung, dan Kelurahan Uwuran Satu, Kecamatan Amurang, Kabupaten Minahasa Selatan," ungkap Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Minahasa Selatan Thorie Joseph.

Dikutip dari laman resmi Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), secara umum, abrasi adalah suatu proses alam berupa pengikisan tanah pada daerah pesisir pantai yang diakibatkan oleh ombak dan arus laut yang sifatnya merusak atau yang terkadang juga disebut dengan erosi pantai.  

Salah satu kerusakan garis pantai ini dapat dipicu karena terganggunya keseimbangan alam di daerah pantai tersebut. Meskipun pada umumnya abrasi diakibatkan oleh gejala alam, namun cukup banyak perilaku manusia yang juga ikut menjadi penyebab abrasi pantai. 

Sederhananya abrasi adalah pengikisan di daerah pantai akibat gelombang dan arus laut yang sifatnya destruktif atau merusak. Karena adanya pengikisan tersebut sehingga menyebabkan berkurangnya daerah pantai di mana wilayah yang paling dekat dengan air laut menjadi sasaran pengikisan.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

 


Penyebab Abrasi

Abrasi yang terjadi di pesisir Pantai Amurang, Kabupaten Minahasa Selatan.
Perbesar
Abrasi yang terjadi di pesisir Pantai Amurang, Kabupaten Minahasa Selatan.

Penyebab terjadinya abrasi ada dua faktor yaitu faktor alam dan faktor manusia. Faktor alam yang dapat menyebabkan terjadinya abrasi antara lain seperti pasang surut air laut, angin di atas lautan, gelombang laut serta arus laut yang sifatnya merusak.  

Tentunya faktor alam yang menyebabkan abrasi ini tidak dapat dihindari karena laut memiliki siklusnya tersendiri. Karena pada suatu periode tertentu angin akan bertiup sangat kencang sehingga menghasilkan gelombang dan arus laut yang besar pula yang dapat menyebabkan pengikisan pantai.

Sementara itu untuk faktor manusia, ada beberapa perilaku manusia yang ikut menjadi penyebab terjadinya abrasi pantai. Salah satunya adanya ketidakseimbangan ekosistem laut dimana terjadi eksploitasi besar-besaran yang dilakukan oleh manusia terhadap kekayaan sumber daya laut seperti ikan, terumbu karang dan biota lainnya. Sehingga jika terjadi arus atau gelombang besar maka akan langsung mengarah ke pantai yang dapat menimbulkan abrasi.

Tak hanya itu, pemanasan global juga menjadi salah satu pemicu abrasi pantai. Asap kendaraan yang menghasilkan zat karbon dioksida akan menghalangi keluarnya panas matahari yang dipantulkan oleh bumi. Akibatnya panas tersebut akan terperangkap di lapisan atmosfer yang dapat menyebabkan suhu di bumi meningkat. 

Apabila ada kenaikan suhu di bumi, maka es di kutub akan mencair dan permukaan air laut akan mengalami peningkatan yang dapat mempengaruhi wilayah pantai yang rendah.  Kegiatan penambangan pasir yang dilakukan oleh manusia secara besar-besaran juga menjadi faktor penyebab abrasi pantai. Hal itu berpengaruh secara langsung terhadap kecepatan dan arah air laut saat menghantam daerah pantai. Karena jika tidak membawa pasir maka kekuatan untuk menghantam pantai semakin besar.


Penanggulangan Abrasi

Abrasi pantai akibat gelombang pasang
Perbesar
Kondisi sisa tanggul yang mengalami abrasi akibat terjangan ombak pasang di Karanghawu, Pelabuhan Ratu, Sukabumi, Minggu (29/7). Gelombang pasang selama beberapa hari ini menyebabkan puluhan bangunan hancur. (Merdeka.com/Arie Basuki)

Ada beberapa hal yang bisa dilakukan sebagai penanggulangan abrasi. Berikut ini deretan hal yang bisa dilakukan sebagai penanggulangan abrasi pantai:

Menanam Pohon Bakau

Pohon bakau merupakan jenis pepohonan yang akarnya dapat menjulur ke dalam air pantai. Biasanya pohon bakau ditanam sejajar garis pantai untuk sekaligus membatasi daerah air dengan daerah pantai yang berpasir.  Akar pohon bakau yang kuat akan menahan gelombang dan arus laut yang mengarah ke pantai agar tidak menghancurkan bebatuan dan tanah di daerah pantai.

Memelihara Terumbu Karang

Pencegahan abrasi juga dapat dilakukan dengan pemeliharaan terumbu karang. Seperti kita ketahui bahwa terumbu karang memiliki fungsi sebagai pemecah gelombang. Dengan begitu, apabila ekosistem terumbu karang diperbaiki maka dapat meminimalisir terjadinya abrasi.

Melarang Penambangan Pasir

Ini merupakan tugas dan tanggung jawab pemerintah daerah dan pusat yang harus tegas melarang kegiatan penambangan pasir di daerah-daerah tertentu, yaitu melalui peraturan pemerintah. Pencegahan abrasi dapat dilakukan bila persedian pasir di lautan masih memadai sehingga gelombang air tidak menyentuh garis pantai.

infografis reklamasi
Perbesar
Reklamasi pantai utara Jakarta
Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya