Kenali Gejala Kanker Paru-Paru yang Sering Diabaikan

Oleh Yulia Lisnawati pada 07 Jun 2022, 13:03 WIB
Diperbarui 07 Jun 2022, 13:03 WIB
Ilustrasi kanker payudara
Perbesar
Ilustrasi kanker payudara Foto oleh Anna Tarazevich dari Pexels

Liputan6.com, Jakarta - Kanker paru menjadi penyebab kematian utama di beberapa negara. Ini adalah salah satu kanker paling umum, terhitung hampir 2,21 juta kasus global dan 1,80 juta kematian pada tahun 2022, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Kanker paru-paru adalah pertumbuhan sel kanker di paru-paru yang bisa menyebar ke area tubuh lainnya. Siapapun bisa terkena kanker paru-paru tapi merokok adalah salah satu penyebab utama kanker paru-paru.

Salah satu faktor paling mengkhawatirkan yang terkait dengan sebagian besar kanker bahwa gejalanya hampir tidak terlihat selama tahap awal, itulah sebabnya menjadi sulit untuk didiagnosis dan diobati tepat waktu.

Jadi penting untuk menyadari gejala kanker paru-paru yang berhubungan dengan paru-paru dan tidak berhubungan dengan paru-paru sangat penting.

Menurut Cancer Research UK, meskipun jarang, beberapa jenis kanker paru-paru menghasilkan hormon yang masuk ke aliran darah.

“Hormon-hormon ini bisa menyebabkan gejala yang tampaknya tidak berhubungan dengan kanker paru-paru. Dokter menyebutkan sindrom paraneoplastik,” tambah badan kesehatan itu.

Sindrom paraneoplastik pada sistem saraf adalah sekelompok gangguan yang tidak umum yang berkembang pada beberapa individu yang mengalami kanker, lapor Mayo Clinic.

Ini adalah sekelompok penyakit autoimun langka yang bisa terjadi karena kanker paru-paru, terutama kanker paru-paru sel kecil (SCLC).

Sesuai laporan, sindrom paraneoplastik terjadi pada sekitar 10% pasien dengan kanker paru-paru.

Dua dari sindrom paraneoplastik yang paling umum adalah hiperkalsemia humoral keganasan (HHM) pada karsinoma sel skuamosa dan sindrom sekresi hormon antidiuretik yang tidak tepat (SIADH) pada kanker paru-paru sel kecil.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.


Gejala yang harus diwaspadai

Rayakan Bulan Kanker Payudara, Denada dan Komunitas Zumba Ingatkan Pentingnya Kesehatan Mental bagi Penyintas
Perbesar
Ilustrasi olahraga Zumba (pexels.com/Miriam Alonso)

Berdasarkan Cancer Research UK, gejala berikut bisa dikaitkan dengan kanker paru-paru.

  • Pin dan jarum atau mati rasa di jari tangan atau kaki
  • Kelemahan otot
  • Mengantuk, lemah, pusing dan kebingungan
  • Pembengkakan payudara pada pria
  • Pembekuan darah

Menurut layanan kesehatan nasional Inggris, beberapa gejala kanker paru-paru lainnya meliputi:

  • Batuk terus menerus
  • Batuk berdarah
  • Sesak napas terus menerus
  • Kelelahanan penurunan berat badan yang tidak bisa dijelaskan
  • Sakit atau nyeri saat bernapas atau batuk

Apa saja faktor risikonya

kanker payudara
Perbesar
Nina Nugroho Sisihkan Hasil Penjualan Busananya untuk Penyintas Kanker Payudara. | ilustrasi foto: pexels.com/@shvetsa

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC), merokok adalah faktor risiko nomor satu untuk kanker paru-paru.

American Cancer Society (ACS) juga percaya bahwa perokok pasif juga bisa menyebabkan kerusakan yang cukup besar.

“Jika Anda tidak merokok, menghirup asap orang lain (disebut perokok pasif atau asap tembakau lingkungan) bisa meningkatkan risiko terkena kanker paru-paru,” kata organisasi tersebut.

“Perokok pasif diperkirakan menyebabkan lebih dari 7.000 kematian akibat kanker paru-paru setiap tahun,” tambahnya.

Anda juga akan rentan terhadap kanker paru-paru jika Anda memiliki riwayat keluarga kanker.

Adapun paparan asbes—diketahui menyebabkan mesothelioma dan umum digunakan dalam bahan bangunan dan isolasi juga bisa meningkatkan risiko kanker.

Selain itu, paparan lingkungan terhadap bahan kimia atau zat lain (radon) juga menjadi faktor risiko kanker paru.

Infografis: Redam Kanker dengan Cukai Rokok (Liputan6.com / Abdillah)
Perbesar
(Liputan6.com / Abdillah)
Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya